
PAPUA BARAT DAYA – Semangat pengabdian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggema dari ujung timur Indonesia. Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., menyambut secara langsung kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM yang akan melaksanakan pengabdian di berbagai wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Penyambutan yang berlangsung hangat tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, Universitas Gadjah Mada, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), serta masyarakat dalam membangun Tanah Papua melalui kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan apresiasi atas konsistensi UGM yang selama ini terus hadir di Tanah Papua melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, KKN-PPM bukan sekadar bagian dari proses akademik, melainkan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Ia berharap para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat baru, memperkuat kapasitas masyarakat, serta menghadirkan berbagai inovasi yang dapat menjawab kebutuhan di lapangan. “UGM selalu hadir di Tanah Papua, dan itu menjadi bukti bahwa pengabdian tidak mengenal batas wilayah. KKN adalah kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat membangun Papua dari kampung-kampung,” ujar Gubernur Elisa Kambu.
Penyambutan mahasiswa KKN-PPM UGM juga dihadiri oleh KAGAMA Papua Barat Daya sebagai wujud nyata dukungan alumni terhadap keberhasilan program pengabdian tersebut. Hadir di antaranya Johanes Wiharisno, S.Hut., M.P., alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1996 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya, serta Sarteis Y. Sagrim, S.Hut., M.M., alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1997 yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Perhutanan Sosial pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Barat Daya.

Johanes Wiharisno menilai kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya datang membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga semangat pengabdian, kreativitas, dan inovasi yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa KKN-PPM UGM membawa semangat pengabdian, ilmu pengetahuan, dan inovasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami sebagai alumni siap menjadi mitra sekaligus jembatan kolaborasi agar setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat di Papua Barat Daya,” ungkap Johanes.
Senada dengan hal tersebut, Sarteis Y. Sagrim menegaskan bahwa KKN-PPM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa sebagai proses pembelajaran, tetapi juga bagi masyarakat sebagai penerima dampak langsung dari berbagai program pengabdian. Ia meyakini pengalaman berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun kepemimpinan yang berorientasi pada solusi.
“Sebagai alumni UGM, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung adik-adik KKN agar mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Pengabdian yang dilakukan tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga meninggalkan manfaat, semangat pemberdayaan, serta kolaborasi yang berkelanjutan bagi kemajuan Tanah Papua,” tutur Sarteis.

Bagi KAGAMA Papua Barat Daya, kehadiran mahasiswa KKN-PPM menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara alumni, pemerintah daerah, sivitas akademika UGM, dan masyarakat. Para alumni siap mendampingi, membuka jejaring, sekaligus menjadi penghubung agar setiap program yang dijalankan mahasiswa dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak yang berkelanjutan.
Kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM di Papua Barat Daya kembali menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan jantung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terus hidup dan berkembang. Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, KAGAMA, serta masyarakat setempat, semangat “mengakar di masyarakat, tumbuh bersama rakyat” diharapkan terus melahirkan karya, inovasi, dan solusi yang mampu mempercepat pembangunan, memperkuat kemandirian masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua.
Dari ujung timur Indonesia, semangat pengabdian itu kembali menyala. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Universitas Gadjah Mada, KAGAMA, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui dedikasi, ilmu pengetahuan, dan semangat gotong royong. KKN-PPM UGM pun kembali menegaskan perannya sebagai jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, menghadirkan harapan baru bagi kemajuan Papua Barat Daya dan Tanah Papua secara keseluruhan.