Tiga Tokoh Kagama Nasional Hadir pada Puncak Peringatan Sumpah Pemuda & Hari Pahlawan yang Digelar Kagama Depok


Oleh: Haris Shantanu

Generasi muda merupakan penerus yang akan menjadi tumpuan eksistensi negara. Menyadarai hal itu, Kagama Depok bersama Komunitas Harmoni Warna Indonesia HWI), Djogdja Gotong Royong (DGR), Kagama Beksan, dan Kagama Intelek, didukung oleh PT TMR dan BRI Medika menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang puncaknya diselenggarakan pada Rabu (10/11/2021) malam lewat Zoom Meetings. Acara fisik juga dilakukan secara simultan dari Jakarta dan Yogyakarta.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Kagama Depok bertujuan menjadi ruang bagi seluruh komponen bangsa untuk semakin responsif terhadap tantangan jaman. Selain itu berharap generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi tangguh, yang kelak akan menjadi tumpuan tegaknya NKRI.

Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo

Ketua PP Kagama, Ganjar Pranowo yang hadir sebagai keynote speaker, memberikan gambaran mengenai kepahlawanan. Menurutnya salah satu yang cukup luar biasa adalah tentang rekonsiliasi antara polisi yang menjadi korban pengeboman dengan orang di balik peristiwa pengeboman, yakni orang yang mendanai aksi pengeboman. Pelaku pengeboman sendiri meninggal. Latar belakang pendana aksi bom bunuh diri yang ternyata mantan pengguna narkoba dan menjadi korban brain washing ideologi yang anti Pancasila dan NKRI. Proses membangun kesadaran selama di tahanan oleh Densus 88, membuka mata batin sang pemasok dana aksi bom dan akhirnya kembali pada komitmen kepada Ibu Pertiwi.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi

Kisah lain disampaikan oleh Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia melalui overview terkait generasi muda dan kepahlawanan. “Indonesia kita tercipta dari kebhinnekaan, kita sadar betul sejak dari awal, dari sejak bangsa ini hadir bahwa kita ini bhinneka atau majemuk. Jadi dengan demikian, tidak ada opsi lain bagi kita selain terus memperkuat persatuan untuk Indonesia yang maju, untuk Indonesia yang lebih baik,” demikian salah satu penegasan dari Retno Marsudi.

Selaku Menteri Luar Negeri, Retno juga menjelaskan tentang tanggung jawab yang diemban, terutama dalam masa pandemi Covid-19. Ia menyampaikan bahwa negara memastikan adanya pasokan vaksin bagi seluruh warga negara terutama melalui kerjasama multilateral, serta dalam kancah internasional memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Menko Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto

Topik lain disampaikan secara overview pula oleh Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian Republik Indonesia. “Saya mengajak generasi muda penerus bangsa untuk terus semangat, terus belajar dan terus mengasah kreativitas sehingga bisa menciptakan berbagai inovasi, dalam bentuk kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional serta kewiraswastaan nasional.”

Generasi muda melalui berbagai aktivitasnya, menjadi harapan ketiga pembicara dalam memaknai kepahlawanan untuk terus melakukan penguatan serta berkontribusi bagi kemajuan negara sesuai bidangnya masing-masing.

Angga Prayogo, Hilarius Grahadi Brianto & Baihaqie Mustapha

Pada sessi kedua dihadirkan 3 pemuda mewakili kaum millenial, yang diminta bicara tentang konsep kepahwanan menurut mereka. Salah satunya bernama Angga Prayogo, aktivis Kagama Care yang selama ini bergerak dalam aktivitas penanganan bantuan kebencanaan. Gempa Lombok merupakan awal Angga terlibat saat KKN tematik UGM, dan ternyata Angga tersentuh. lalu memilih tinggal lebih lama di lokasi KKN, untuk menuntaskan agenda program yang telah dikembangkan. Selanjutnya gempa Palu, banjir Bekasi – Jakarta tahun 2020 menjadi perhatiannya, sehingga Angga pun terlibat dalam berbagai gerakan penanganan bencana, seperti evakuasi hingga distribusi makanan bagi korban banjir dan gempa.

Narasumber kedua, Hilarius Grahadi Brianto yang akrab disapa Uus, memiliki komitmen yang tidak jauh berbeda dengan Angga. Uus mengorganisir beberapa kawan tergabung dalam Djogdja Gotong Royong (DGR) dan di masa pandemi, Yogyakarta sempat mengalami kekurangan peti mati, akibat banyaknya korban yang meninggal akibat Covid-19. Pengadaan peti mati yang digalang dan didistribusikan oleh DGR mendapat perhatian masyarakat luas.

“Saat ini, pandemi memang telah melandai, dan korban sudah jauh sangat berkurang. Di belakang kami masih terdapat peti mati yang tersisa, dan kami harap tidak ada yang menggunakannya lagi,” kata Uus berharap.

Sosok narasumber ketiga, Baihaqie Mustapha, berbeda lagi. Mahasiswa Teknik UGM tersebut merupakan salah satu atlet panahan andalan Yogyakarta dalam ajang PON XX Papua beberapa waktu lalu. Baiki berkecimpung dalam dunia olahraga yang membutuhkan konsentrasi dan konsistensi tinggi. Dari kelas 5 (lima) SD, ia telah banyak mentggeluti berbagai cabang olahraga, dan ternyata olahraga panah telah memikat hatinya, hingga mampu meraih prestasi.

Pengumuman pemenang lomba photo story

Salah satu agenda acara dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang digelar Kagama Depok adalah lomba photo story untuk pelajar SMP dan SMA, dengan tema kepahlawanan. Sriyanto selalu Ketua Kagama Depok menyampaikan, “Kami ingin mengajak generasi muda untuk belajar menangkap peristiwa kepahlawanan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Maka, kami menyelenggarakan lomba photo story untuk siswa tingkat SMP dan SMA. Dan untuk menjaga kualitas lomba foto, sebagai jurinya kami memilih fotografer yang telah terbukti reputasinya, yaitu Nurhadi Pinto selaku ketua tim juri, dibantu oleh Dwi Oblo dan Tom Blero dalam penilaian”.

Karena kondisinya sakit, Pinto tidak bisa menghadiri acara luring yang diadakan di pelataran Kantor Damkar UGM. Pembacaan hasil lomba photo story dilakukan oleh anggota juri, yakni Dwi Oblo dan Tom Blero. Dan hasil pemenang lomba foto, adalah sbb:

  1. Ilham Pristyawan (Yogyakarta), berhak atas hadiah uang Rp 4.000.000.
  2. Annisa Nurul Anjani (Yogyakarta), berhak atas hadiah uang Rp 2.300.000.
  3. Yosia A. Raknafa (Kota So’e, NTT), berhak atas hadiah Rp 1.300.000.
Kolaborasi Kagama Beksan & Kagama Intelek mempersembahkan tari kubra siswa

Turut memeriahkan acara, kolaborasi antara Kagama Beksan dengan Kagama Intelek (Gatel) mempersembahkan tari kubra siswa yang umumnya berkembang di daerah sekitar Magelang. Lalu tampil pula kelompok Bedo Ae, yang merupakan komunitas pemusik yang peduli pada issue nasionalisme dan keberagaman. Lukas Pranowo, salah satu personil Bedo Ae menyampaikan akan terus berkarya untuk semakin utuhnya negeri ini ke depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*