Sudarmaji Gojis Mengembangkan Peternakan Kambing menjadi Wisata Edukasi

Meski latar belakangnya ilmu teknik sipil, namun kini Sudarmaji yang akrab disapa Gojis bisa disebut sebagai peternak kambing yang sukses, di kampung kelahirannya daerah Kunden, Kel. Jogotirto, Kec. Berbah, Sleman. Padahal pria alumnus FNT Jurusaan Teknik Sipil UGM angkatan 1992 tersebut baru memulai bisnisnya beternak kambing tiga tahun yang lalu. Namun dengan perjuangannya yang gigih dan pantang menyerah, akhirnya dalam waktu yang terhitung singkat usahanya berbuah hasil manis.

Sebenarnya dunia Gojis tidak jauh dari dunia konstruksi. Sejak di bangku kuliah ia sangat menyukai ilmu yang dipelajarinya. Bahkan begitu diwisuda pada tahun 1996, ia langsung merantau ke Jakarta dan diterima bekerja di Grup Ciputra. Namun pada tahun 2012 ia memutuskan balik ke kampung halaman, karena sejak awal merantau dulu sudah merencanakan sebelum usia 40 tahun sudah harus balik Jogja dan hidup mandiri. Untuk menyambung hidupnya ia memulai usaha kontraktor kecil-kecilan, dengan modal tabungannya selama bekerja di Jakarta.

Beberapa tahun kemudian Gojis mulai terlibat dengan kelompok warga di desanya yang beternak kambing. Lama-lama ia sendiri ingin juga memelihara kambing secara serius, namun kendalanya saat itu ia belum punya kandang sendiri. Lalu ia juga berpikir mengenai kebutuhan pakan basah berupa rumput segar yang tidak gampang diperoleh.

Gojis kemudian sering main dan banyak belajar kepada para peternak kambing di seputaran Yogyakarta. Kesimpulannya memelihara kambing itu tidak sulit. Ia juga jadi tahu ada solusi pakan kering untuk substitusi pakan basah yang susah diperoleh, yaitu kangkung kering bisa dibeli dari wilayah Jawa Timur dan kulit kacang ijo kering dari Grobogan.

Gojis di ruang kontrol pengoperasian listrik yang memakai tenaga surya

Setelah ilmunya dirasa cukup pada tanggal 8 Oktober 2017 pembangunan tahap pertama kandang dimulai, di lahan 1000 m2 milik kakak Gojis tepat di depan rumahnya yang disewanya. Kapasitas kandang sebenarnya cukup untuk 100 kambing tapi karena permasalahan modal akhirnya diisi 10 kambing dulu. Sejak awal Gojis memang ingin beternak kambing secara non konvensional, sehingga kandangnya dibikin modern. Listriknya menggunakan tenaga surya, karya Dhims Rudy warga Kagama juga. Instalasinya memakai 8 panel dan 6 accu, menghasilkan daya listrik 1500 watt yang mampu mencukupi kebutuhan listrik sehari-sehari. Suatu terobosan yang sangat menghemat pengeluaran biaya operasional kandang.

Pelan-pelan Gojis mengembangkan perusahaan peternakannya yang diberi nama eL Farm. Dari hanya 10 kambing lama-lama berkembang menjadi ratusan. Dengan kandang yang tak mampu lagi menampung jumlah kambing yang ada, perluasan kandang dilakukan secara vertikal atau dibikin bertingkat. Ketika itu tetap tidak mencukupi juga, Gojis menyewa tanah saudaranya seluas 400 m2 yang mana lokasinya tidak jauh dari tempat kandang satunya ke arah utara. Kini Gojis punya 2 lokasi peternakan dengan kandang kapasitas 600 kambing dan berisi sekitar 400-an kambing dewasa maupun anakan.

Dari 400-an kambing yang dimiliki Gojis tersebut terdiri dari bermacam-macam jenis. Untuk jenis kambing ada Jawa Randu, PE (Peranakan Etawah) dan Sapera (persilangan antara kambing Saanen dan PE). Selain itu ada jenis domba juga semisal domba Garut dan Merino. Menurut Gojis merawat kambing itu gampang termasuk merawat kesehatannya. Ia dan anak buahnya mampu menyuntik sendiri untuk mengobati cacing, anti parasit, dan kadang-kadang anti biotik. Untuk faktor kendalanya nyaris tidak ada, kecuali untuk pengadaan anakan kambing yang sementara ini belum mencukupi dan harus mendatangkan dari daerah Jawa Barat.

Bisnis Gojis lewat eL Farm sekarang ini meliputi penggemukan kambing untuk diambil dagingnya. Pelanggannya yang rutin adalah rumah jagal dan warung-warung sate. Kalau yang sifatnya insidentil konsumen membeli kambingnya untuk aqiqah dan korban.

Selain usaha penggemukan Gojis juga melakukan breeding dan milking. Untuk breeding / pembibitan ia menjual cempe atau anakan kambing, sedangkan untuk milking adalah menjual susu kambing yang sudah diperah. Selain itu ada produk sampingan yang sanggup mendulang pundi-pundi uang juga, yaitu menjual limbah kotoran kambing yang diolah jadi pupuk kandang.

Anak-anak yang sedang melakukan wisata edukasi di eL Farm

Gojis memang suka berpikir out of the box. Melihat kondisi kandangnya yang bagus dan bersih, serta lingkungannya dikelilingi pertanian yang subur, ia menemukan ide baru yang inovatif. Ia membuka wisata edukasi untuk anak-anak PAUD dan SD. Anak-anak kecil tersebut diajari pengenalan pertanian dan peternakan, seperti bagaimana memberi makan ternak, mengasih susu buat bayi kambing, melihat pemerahan susu serta pencukuran bulu domba, dll. Dan ternyata banyak lembaga pendidikan yang tertarik untuk membawa anak didiknya ke peternakan Gojis.

Gojis sangat bersyukur atas apa yang sudah diperolehnya selama ini. Ia sadar bahwa di dalam rejeki yang didapatnya ada hak orang lain. Pada tanggal 21 September 2020 ia membuka angkringan di dekat rumahnya yang diberi nama “Ngangkring Jon”. Intinya untuk memberi kegiatan ketiga keponakannya yang selama pandemi tidak bisa sekolah dan kuliah. Lalu lauk pauk dan cemilan yang dijual di angkringannya hampir semua adalah titipan dari warga sekitar. Jadi ada unsur pemberdayaan masyarakat di sini.

Angkringan “Ngangkring Jon” milik Gojis

Kemudian pada setiap hari Jumat, angkringannya mengadakan program Jumat Berkah yaitu sebuah upaya untuk sekedar meringankan beban sesama. Jadi pada hari Jumat seluruh karyawan eL Farm yang nerjumlah 5 orang bebas makan apapun tanpa perlu membayar. Kemudian juga menyediakan secara gratisan nasi kucing sebanyak 50 bungkus plus minuman teh atau es teh buat siapa saja yang mau.

Gojis juga merasa bahwa ilmu yang didapatnya saat awal ia memulai usahanya dulu prosesnya nyaris tanpa mengeluarkan biaya. Karena itu setelah suksespun ia juga murah hati untuk berbagi ilmu. Apabila ada yang pingin belajar beternak kambing dengan senang hati Gojis akan mengajarinya. Selain melakukan konsultasi informal, Gojis juga membuka diri untuk melakukan kerja sama dengan mereka yang ingin melakukan investasi. Pesan Gojis buat kawan-kawan semua, jangan takut untuk memulai sebuah usaha apapun dan jangan takut gagal. Kuncinya ada pada mau bekerja keras, tekun, dan pantang menyerah.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*