Kagama Balikpapan Weekend Sharing #9 : Tips & Trik Sukses Memasarkan Produk UMKM di Era Digital

Oleh: Arif Budi Haryanto

Pada krisis 1998 (runtuhnya nilai tukar rupiah) dan 2008 (runtuhnya nilai tukar valas) secara umum Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak terlalu berdampak. Berbagai regulasi pembatasan pergerakan mobilitas manusia oleh pemerintah sejak awal pandemi membawa dampak signifikan penurunan daya tahan UMKM. Survei oleh Smesco Indonesia, sebuah lembaga layanan pemasaran koperasi dan UMKM di bawah Kementerian Koperasi dan UKM terhadap 722 responden UMKM pada 31 Maret – 20 April menunjukkan 35,6% pelaku UMKM sektor olahan makanan mengalami omset yang turun drastis. Disusul sektor kerajinan 13,8%, fesyen sebesar 16% serta sisanya adalah sektor lain seperti rumah makan, jasa, manufaktur, pertanian, warung kopi, kue kering, perdagangan, dan lainnya.

Pemasaran secara daring diharapkan mampu mengurangi dampak pembatasan aktivitas ini, namun celakanya hanya 8 juta UMKM atau setara 13% dari seluruh UMKM telah memasarkan produk dan jasanya secara daring. Salah satu faktornya adalah minimnya pendampingan dari pemerintah untuk mendorong pemain UMKM untuk berjualan secara daring. Era pandemi COVID-19 telah membuka pintu portal teknologi dan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi informasi pada semua aspek kehidupan. Migrasi dari penggunaan sistem manual ke sistem digital berlangsung sangat cepat dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Salah satunya adalah digitalisasi kegiatan pemasaran yang berkembang pesat. Digital Marketing menjadi platform wajib bagi seluruh pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis, minimal untuk bertahan selama lesunya ekonomi akibat pandemic. Demikian juga yang harus dilakukan oleh para entrepreneur pengusaha UMKM. Hal inilah yang menjadi tema untuk Kagama Balikpapan weekend sharing #9 pada tanggal 13 Desember 2020

Rivan Achmad Purwantono

Sebagai keynote speaker adalah Rivan Achmad Purwantono, alumnus Fakultas Filsafat UGM tahun 1985, yang juga sebagai Wakil Bendahara Umum I PP Kagama. Rivan yang sekarang menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bukopin memaparkan perbedaan krisis tahun 1998 dan 2008 dengan krisis tahun 2020, yaitu UMKM mejadi penyelamat ekonomi pada krisis pertama dan kedua, sedangkan krisis di tahun 2020 UMKM sangat berdampak. Dampak pandemi pada UMKM mengakibatkan 3 (tiga) hal, yaitu Income (penjualan anjlok, pendapatan turun, gangguan cash flow in, distribusi/logistik barang terganggu), kedua Production (logistik bahan baku terganggu, ketersediaan bahan baku terhambat, kapasitas produksi turun dan PHK karyawan), serta ketiga Cost (kesulitan bayar cicilan, kesulitan bayar gaji, dan kesulitan bayar biaya overhead lain).

Rivan melanjutkan, bahwa di Indonesia ada sekitar 59 juta UMKM dimana hanya 7,7% yang berjualan secara online di platform e-commerce. Di tahun-tahun mendatang, perekonomian digital diprediksi akan menyumbang US $150 miliar terhadap PDB Indonesia. Untuk menjadi UMKM yang sukses, Rivan menyebut ada beberapa hal yang perlu disiapkan, antara lain merubah komunikasi bisnis, menyadari bahwa tidak ada batasan waktu dan tempat, semua orang ada di internet, gunakan marketplace, menyiapkan website serta engaging dan promotion. Keuntungan dengan adanya marketplace, karena disitu tempat berkumpulnya orang yang ingin berbelanja, sudah dipersiapkan semuanya sehingga UMKM tinggal berjualan, marketplace terus beriklan dan memberikan keamanan dan kenyamanan berjualan, pungkas Rivan.    

Yuniar Surindrasworo

 Pembicara kedua adalah Yuniar Surindrasworo mewakili UMKM komunitas dari Kagama Indobizz. Yuniar yang merupakan alumnus Teknik Arsitek UGM tahun 1994 bercerita awal mula ada Kagama Indobizz, yaitu di awal masa pandemi ada program ketahanan pangan dengan membagi bibit sayuran ke masyarakat serta petani, dan disertai pendampingan. Dengan mempertimbangkan bahwa kota Balikpapan mempunyai potensi yang cukup untuk mengembangkan UMKM bidang pengolahan hasil kelautan, pertanian dan perkebunan, sehingga hasil dari petani dicoba dengan membuat produk sambal botolan, dan produk turunan seperti terasi dan minuman kesehatan.

Menurut Yuniar, teori teknik pemasaran digital adalah branding (penegasan identitas dan symbol diferensiasi), polling (pengumpulan data dan pengkategorian market), educating (penyampaian pemahaman/edukasi market), promoting (mempengaruhi market yang sudah teredukasi) dan selection (mengajak market untuk bertindak). Kagama Indobizz selalu mengoptimalkan media sosial dengan selalu mencari celah pasar potensial, metode marketing dan platform yang baru sesuai zamannya. Selain itu, sempurnakan kualitas visual profil dan konten dengan variasi media (multimedia) sesuai perkembangan trend dan teknologi. Lebih lanjut, melibatkan/endorse dari public figure atau akun ber-follower besar dan jangan ragu memanfaatkan iklan IG/FB berbayar. Menggunakan hastag yang tepat sebagai crowdsource, dan mengerahkan pelanggan pada transaksi melalui fitur “call to action”. Terakhir membangun relasi dan interaksi dengan berbagai macam dan sebanyak mungkin cluster/komunitas pelanggan, kata Yuniar mengakhiri.    

Filsa Budi Ambia

Pembicara selanjutnya adalah Filsa Budi Ambia, owner Kampung Timoer oleh-oleh khas Balikpapan. Filsa membagi pengalamannya untuk jualan di era digital, kunci utama adalah penampilan visual, yaitu packaging atau kemasan untuk produk, karena keputusan orang untuk membeli biasanya bersadarkan tampilan visual. Selain itu dengan packaging yang bagus akan mendongkrak harga berkali-kali lipat. Filsa juga menekankan bahwa kita harus punya digital asset, karena bisnis yang bisa survive tergantung dari digital asset ini. Mulailah membangun digital asset untuk memudahkan berjualan di media sosial.

Selain itu perlu adanya city branding, karena fokus utama usaha Filsa adalah oleh-oleh, sehingga Filsa memutuskan pindah ke Yogya, karena orang ke Balikpapan focus untuk mencari duit, sedangkan kota seperti Yogya, Malang ataupun Bandung orang kesana untuk membuang duit. Filsa berharap kedepannya Balikpapan bisa menggalakkan sektor pariwisata sehingga banyak orang yang berkunjung dan menggiatkan UMKM di kota Balikpapan.   

Saptuari Sugiharto

Nara sumber terakhir adalah Saptuari Sugiharto, alumnus Fakultas Geografi tahun 1998. Saptuari  dikenal sebagai provokator entrepreneur, Owner & Founder Kedai Digital, Jogist Hijrah Shop, Tengkleng Hohah, Snack Jalu-Sugih dan beberapa bisnis UKM Lainnya.  Selain itu beliau sebagai penulis 13 buku Hijrah dan Wirausaha, best seller tetralogi “Kembali Ke Titik Nol” dan “33 Kisah Nyata Bisnis Tanpa Riba” dan juga Founder Gerakan Sosial #SedekahRombongan. Saptuari menjelaskan bahwa memulai bisnis tidak harus ke bank, bisnis tanpa hutang itu nikmat karena yang dicari bukan hanya keuntungan tapi juga keberkahan. Senangkan  pelangganmu, maka dia akan  menjadi  marketer buat produk kita.

Saptuari memberikan strategi untuk pengusaha UMKM, yaitu membuat kolam ikan di sosial media. Dengan memanfaatkan asset digital, secara tidak langsung biaya iklan menjadi nol. Berbisnis sekarang antara sosial media, keimanan dan niat bisnis harus sebuah garis yang lurus dan dimiliki seorang pengusaha, karena sosmed hanya salah satu cara untuk kita bisa naik kelas atau batu pijakan. Bisnis juga diibaratkan seperti memupuk tanaman yang butuh kesabaran. Saptuari juga menjelaskan bahwa akun medsos yang kita punya, kita harus banyak sharing, baru bisa selling, karena kalo akun tersebut hanya jualan terus orang akan bosan.  Kemudian kita menjadi diri sendiri, jual yang dibutuhkan, dan kreatif mencari celah pasar.

Hidayah Utama Lubis

Moderator webinar kali ini Hidayah Utama Lubis  alumnus HI UGM tahun 2003. Hidayah yang sehari-hai sebagai Sr. Officer Communication & Relations PT Pertamina Hulu Sanga Sanga dan biasa berinteraksi dengan UMKM mampu memandu acara sehingga nara sumber merasa nyaman berbagi kisah suksesnya. Sedangkan MC adalah Mardatillah, alumnus S-2 UGM fakultas Psikologi tahun 2001. Marda yang sehari-hari sebagai Ketua STIE Madani mampu mengatur waktu sehingga acara bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Mardatillah

Bagi rekan-rekan yang belum sempat mengikuti acara webinar ini, dapat mengikuti siaran ulangnya di kanal Youtube Kagama Balikpapan dengan link :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*