Jejak Cinta Rimbawan Angkatan 2001 di Pantai Ngagelan, Alumni Kehutanan UGM Lepas Tukik Penyu Menuju Samudera

Oleh : Humas Kagamahut

Semangat kepedulian terhadap kelestarian alam ditunjukkan oleh Rimbawan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 2001 wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara melalui kegiatan pelepasliaran tukik penyu hijau dan penyu lekang di Pantai Ngagelan, kawasan Balai Taman Nasional Alas Purwo, Sabtu (16/5/2026). Di tepian pantai yang bersanding dengan desir angin dan debur ombak Samudera Hindia, langkah-langkah kecil tukik menuju lautan seolah menjadi pengingat bahwa alam selalu memiliki cara sederhana untuk mengajarkan manusia tentang harapan, ketulusan, dan kehidupan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Reuni Perak Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 2001 yang puncaknya akan digelar pada Oktober 2026 mendatang. Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi alumni angkatan 2001 karena menandai perjalanan 25 tahun kebersamaan para rimbawan sejak menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM. Waktu boleh berlalu seperempat abad, namun persaudaraan para rimbawan tetap tumbuh seperti akar pohon di hutan tropis yang saling menguatkan dalam diam.

Bertepatan dengan momentum Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang diperingati setiap 22 Mei serta rangkaian menuju Hari Konservasi Alam Nasional 2026, Rimbawan Angkatan 2001 bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Alas Purwo melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelepasliaran Tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Ngagelan Taman Nasional Alas Purwo”.

Kegiatan yang berlangsung di Pengelolaan Penyu Semi Alami (PPSA) Ngagelan tersebut diikuti oleh 25 partisipan yang terdiri dari alumni Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 2001, Kepala Balai TN Alas Purwo beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan TNAP, pegawai Balai TNAP, unsur Masyarakat Peduli Api, serta para pengunjung kawasan taman nasional.

Tidak sekadar menjadi seremoni pelepasliaran satwa, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi konservasi kepada pengunjung mengenai pentingnya keberadaan penyu hijau dan penyu lekang dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Para peserta diperkenalkan pada proses konservasi penyu yang dilakukan PPSA Ngagelan, mulai dari perlindungan telur, proses penetasan semi alami, hingga pelepasan tukik kembali ke habitat alaminya. Di tangan-tangan yang penuh kepedulian itulah, kehidupan kecil dijaga sebelum akhirnya kembali memeluk samudera.

Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa saat tukik-tukik perlahan bergerak menuju deburan ombak Pantai Ngagelan. Jejak-jejak kecil di atas pasir seakan menuliskan cerita tentang perjuangan bertahan hidup, sementara langit sore Alas Purwo menjadi saksi pertemuan antara manusia, alam, dan harapan yang dilepas bersamaan menuju cakrawala.

Ervina Rahmawati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi alumni terhadap upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kembali ikatan kebersamaan antarangkatan setelah seperempat abad perjalanan bersama.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang melepas tukik kembali ke laut, tetapi juga menanamkan kembali kesadaran bahwa kita semua memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian alam. Momentum reuni perak ini kami maknai sebagai kesempatan untuk kembali memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Balai Taman Nasional Alas Purwo diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa kegiatan reuni alumni juga dapat diwujudkan melalui aksi konservasi yang memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap satwa liar.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Probo Wresni Adji, menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian para alumni Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 2001 yang memilih kegiatan konservasi sebagai bagian dari rangkaian reuni perak mereka.

“Alam akan selalu mengingat setiap kebaikan yang diberikan manusia kepadanya. Apa yang dilakukan teman-teman alumni hari ini bukan hanya melepas tukik ke laut, tetapi juga menebarkan semangat kepedulian dan harapan bagi masa depan konservasi Indonesia. Saya merasa bangga karena nilai-nilai rimbawan yang dahulu ditanamkan di kampus tetap hidup dan terus tumbuh hingga hari ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kawasan Pantai Ngagelan memiliki peran penting sebagai habitat peneluran penyu di wilayah selatan Jawa Timur sehingga keterlibatan berbagai pihak, termasuk alumni perguruan tinggi, menjadi energi positif dalam mendukung upaya pelestarian satwa dilindungi tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo. Dalam kesempatan tersebut, Rimbawan Angkatan 2001 menyerahkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi Balai TN Alas Purwo dalam mendukung kegiatan konservasi sekaligus menyukseskan rangkaian Road to Reuni Perak Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 2001.

Melalui kegiatan ini, Rimbawan Angkatan 2001 ingin menegaskan bahwa semangat seorang rimbawan tidak berhenti setelah meninggalkan bangku kuliah. Seperempat abad perjalanan justru menjadi penguat untuk terus hadir, mengabdi, dan memberi makna bagi alam serta masyarakat. Dari Pantai Ngagelan, para alumni menitipkan harapan agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan penyu-penyu berenang bebas di samudera Indonesia yang lestari—sebab pada akhirnya, manusia mungkin hanya singgah sejenak di bumi, tetapi cinta dan kepedulian terhadap alam dapat hidup jauh lebih lama daripada usia itu sendiri.

Jadilah yang pertama untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*