
Dari Silaturahmi ke Aksi: KAGAMA dan UGM Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
SLEMAN, KAGAMA.id — Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan Hidup (PKM-PLH) menjadi ruang perjumpaan hangat yang meneguhkan kembali komitmen pengabdian sosial alumni dan universitas. Kegiatan yang digelar pada Minggu (26/4/2026) di Joglo Kapulogo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini tidak hanya merekatkan ikatan kekeluargaan pasca-Idulfitri, tetapi juga memperkuat sinergi strategis antara KAGAMA dan UGM dalam menjawab tantangan sosial kemasyarakatan.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus Pengurus Pusat (PP) KAGAMA, perwakilan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, serta Kantor Alumni UGM. Nuansa kebersamaan terasa kental sejak awal acara, mencerminkan semangat paseduluran khas alumni UGM yang terus terjaga lintas generasi.

Momentum Halal Bihalal dan Konsolidasi Pengabdian
Ketua Bidang PKM-PLH PP KAGAMA, Sulastama Raharja, dalam sambutan pembuka menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat konsolidasi pengabdian alumni. Ia menyampaikan bahwa KAGAMA melalui bidang pengabdian terus berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai kerakyatan yang menjadi jati diri Universitas Gadjah Mada.

“Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen kita sebagai alumni untuk terus membersamai masyarakat melalui kerja-kerja pengabdian,” ujar Sulastama.
Program Strategis: Dari KKN hingga Respons Pascabencana
Dalam kesempatan tersebut, Sulastama memaparkan sejumlah program strategis yang sedang dan akan dijalankan Bidang PKM-PLH KAGAMA. Salah satunya adalah sinergi pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM 2025, dengan melibatkan alumni dalam mendukung penyelesaian persoalan riil di masyarakat, termasuk isu kesehatan mental dan kesiapsiagaan bencana.

Selain itu, KAGAMA juga melaporkan progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Program tersebut menjadi bukti konkret solidaritas alumni dalam memberikan perlindungan dan harapan baru bagi masyarakat pascabencana.
Bidang pengabdian KAGAMA juga terus menggulirkan program edukasi ketahanan publik , yang mencakup kesehatan fisik, kesehatan mental, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Apresiasi Kantor Alumni UGM
Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Kantor Alumni UGM, drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D., yang mengapresiasi kiprah KAGAMA dalam mendukung aktivitas alumni dan mahasiswa. Ia menilai KAGAMA telah menunjukkan peran strategis alumni dalam memperluas jangkauan pengabdian universitas kepada masyarakat.

“KAGAMA memperlihatkan bagaimana alumni tidak hanya menjaga ikatan emosional dengan almamater, tetapi juga berkontribusi nyata dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujar Retno.
Ia menambahkan, Kantor Alumni UGM senantiasa membuka ruang kolaborasi agar potensi alumni dapat terhubung lebih erat dengan program-program universitas, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi Universitas dan Alumni Hadapi Tantangan Sosial
Senada dengan itu, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum., menekankan pentingnya sinergi antara universitas dan alumni di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Kolaborasi antara UGM dan KAGAMA menjadi kunci agar pengabdian kepada masyarakat berjalan terencana, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan warga,” kata Djarot.
Alumni sebagai Mitra Strategis Pengabdian UGM
Acara ditutup oleh Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., yang menyampaikan terima kasih atas komitmen KAGAMA dalam mendukung program-program pengabdian UGM. Menurutnya, peran alumni tidak terpisahkan dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Alumni adalah mitra strategis universitas dalam memastikan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti di kampus, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menyongsong Dua Dekade Ketangguhan Gempa Yogyakarta
Dalam forum tersebut, KAGAMA juga mengusulkan kolaborasi peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta 2006 yang akan jatuh pada 27 Mei 2026. Peringatan itu diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang tragedi, melainkan refleksi dua dekade ketangguhan masyarakat, sekaligus penguatan edukasi mitigasi bencana dan dukungan psikososial secara berkelanjutan.
Apresiasi dan Momen Kebersamaan

Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi momen spesial dengan perayaan ulang tahun ke-55 Ika Puspitasari, Koordinator Departemen Dukungan Kesehatan KAGAMA, yang mendapat apresiasi atas dedikasinya dalam agenda kesehatan dan kemanusiaan.

Dengan rangkaian dialog tersebut, Halal Bihalal KAGAMA–UGM tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga forum penguatan peran alumni sebagai mitra strategis universitas dalam menghadirkan pengabdian yang berkelanjutan bagi masyarakat.