
Pererat Persaudaraan, Kagama Lampung Helat Tayuhan 2026 dan Perkuat Kolaborasi Daerah
Bandar Lampung, KAGAMA.id — Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Lampung menggelar Tayuhan Kagama Lampung 2026 sebagai upaya mempererat persaudaraan dan memperkuat konsolidasi alumni di daerah, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Grand Mercure Bandar Lampung ini diikuti lebih dari 300 alumni dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Mengusung semangat guyub, rukun, migunani saklawase, Tayuhan menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring alumni sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya melalui tradisi Nemui Nyimah di Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung, Jumat (15/5/2026) malam. Tradisi khas Lampung ini menjadi simbol penerimaan dan penghormatan, sekaligus ajang ramah tamah antara pemerintah daerah, pimpinan UGM, Pengurus Pusat Kagama, dan pengurus Kagama Lampung.
Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Jejaring
Puncak acara ditandai dengan pelantikan kepengurusan Kagama Lampung, yang meliputi satu pengurus daerah, 11 pengurus cabang, serta satu komunitas khusus.
Qudratul Ikhwan—yang juga menjabat sebagai Bupati Tulang Bawang—resmi dilantik sebagai Ketua Pengda Kagama Lampung. Ia didampingi para ketua cabang dari berbagai wilayah, antara lain Mesuji, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Barat, serta Pengurus Cabang Khusus Great Giant Pineapple.

Selain pelantikan, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UGM dengan Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota, serta sejumlah perguruan tinggi di Lampung. Nota kesepahaman tersebut mencakup kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Langkah ini menegaskan peran Kagama sebagai jembatan strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Forum Gagasan: Membangun dari Desa
Sebagai bagian dari penguatan substansi kegiatan, Tayuhan menghadirkan diskusi publik bertajuk “Membangun dari Desa”. Talkshow ini menghadirkan Wakil Rektor UGM Dr. Arie Sujito dan Staf Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Bito Wikantosa.

Diskusi menyoroti pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi transformasi ekonomi nasional, termasuk peran inovasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan daya saing daerah.
Tayuhan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang pertukaran gagasan yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
Kagama di Tengah Tantangan Global
Sekretaris Jenderal PP Kagama yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya posisi Kagama dalam menghadapi dinamika global, termasuk percepatan transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurut Nezar, Kagama harus mampu menjadi simpul yang menghubungkan potensi lokal dengan jejaring nasional bahkan global.
“Konsolidasi lokal dan nasional menjadi penting. Kagama Lampung harus menjadi kekuatan yang mengorkestrasi potensi daerah dengan jaringan alumni UGM,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengurus yang baru dilantik untuk aktif membangun inovasi serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.
Peran Strategis UGM dan Alumni
Rektor UGM Prof. Ova Emilia menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan alumni dalam menjawab kebutuhan pembangunan.
Menurut Ova, kekuatan jejaring alumni UGM yang tersebar di berbagai sektor merupakan modal sosial yang sangat besar untuk mendorong kemajuan daerah.
“Jejaring alumni harus terus dirawat dan diarahkan agar memberikan manfaat nyata, baik melalui pendidikan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
UGM, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berkontribusi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan global, melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Lampung dan Potensi yang Belum Optimal
Ketua Pengda Kagama Lampung Qudratul Ikhwan menyoroti besarnya potensi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun, ia menilai potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan, terutama dalam hal hilirisasi dan pengolahan produk.
“Lampung adalah dapur bagi Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi banyak potensi yang masih perlu dikembangkan melalui sentuhan teknologi dan inovasi,” ujarnya.
Ia menegaskan Kagama Lampung akan berperan sebagai ruang kolaborasi antara alumni, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan yang lebih terintegrasi.
Dorongan Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah Provinsi Lampung, yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Mulyadi Irsan, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan.
Ia mengajak alumni Kagama untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperluas kontribusi di berbagai bidang sesuai dengan keahlian masing-masing.
“Dengan tantangan geopolitik dan ekonomi saat ini, penting bagi Kagama untuk tetap guyub, rukun, dan menebar manfaat,” ujarnya.
Momentum Penguatan Peran Alumni
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan UGM, pengurus PP Kagama, kepala daerah, hingga pimpinan perguruan tinggi di Lampung, menunjukkan bahwa Tayuhan Kagama Lampung 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, Tayuhan menjadi momentum untuk memperkuat peran alumni sebagai agen perubahan, yang mampu menjembatani kepentingan akademik, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Kagama Lampung diharapkan mampu menjadi motor penggerak kolaborasi dan inovasi daerah, sekaligus mempertegas kontribusi nyata alumni UGM bagi Indonesia. (UNI)