Desa Sintuvu Bersiap Menyongsong menjadi Desa Inklusif lewat Kegiatan Bimtek

Oleh: Abdul Salam

Salah satu dari 14 desa yang menjadi pilot project Desa Inklusif Kagama dan Kemendesa PDTT adalah Desa Sintuvu, Kec. Palolo, Kab. Sigi, Provinsi Sulteng. Sebagai langkah awal menuju desa inklusif, selama dua hari tanggal 30 November – 1 Desember 2020, Kementerian Desa PDTT yang difasilitasi Kagama menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek).

Suasana pembukaan Bimtek

Kegiatan Bimtek dibuka secara resmi oleh salah satu pejabat Dinas PMD Kab. Sigi. Turut hadir dari pihak Kementerian Desa & PDT, nara sumber dan pengurus Pengda Kagama Sulteng, serta pemerintah desa. Dalam kata sambutannya, pejabat Dinas PMD Kab. Sigi menyatakan bahwa program desa inklusif adalah amanat UU No. 6 thn 2014 tentang desa yang bertujuan untuk menciptakan kesetaraan bagi seluruh warga desa dengan tanpa diskriminasi terhadap kelompok masyarakat yang marginal dan rentan.

Bimtek diikuti oleh 30 peserta terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda & kader desa. Meskipun berlangsung dalam suasana cuaca hujan, namun acara tetap berlangsung khidmat dan lancar.

Odi dan Iwoek, narasumber Bimtek

Tampil sebagai narasumber adalah Odi Shalahudin & Diah Sumardiani atau acapkali akrab disapa Iwoek. Pada hari pertama Senin, 30 November mereka berdua memberikan penjelasan kepada peserta mengenai apa itu program desa inklusif. Mereka memberikan materi secara interaktif, dengan menggunakan permainan-permainan, role play, dan diskusi kelompok. Dengan permainan dan role play tersebut narasumber meminta peserta bermain peran untuk memahami latar belakang munculnya kelompok atau pihak yang mayoritas dan minoritas dalam suatu masyarakat desa. Lalu juga dilakukan identifikasi kelompok marginal & rentan yang ada di desa.

Peserta Bimtek dibagi menjadi 3 kelompok. Setelah menyelesaikan tugas sesuai arahan narasumber / mentor, masing-masing kelompok diberikan kesempatan utk mempresentasikan dihadapan peserta kelompok lain dan dilanjutkan dengan sesi tanggapan atau tanya jawab dari kelompok lain.

Pelaksanaan Bimtek pada hari kedua tetap diliputi antusias yang tinggi dari para peserta baik yang usia tua maupun muda. Ini terlihat dari partisipasi aktif dari mereka terutama dalam tugas dan diskusi kelompok untuk menentukan kelompok-kelompok yang marginal dan rentan yang harus mendapatkan perhatian dalam pembangunan di desa mereka.

Di akhir acara, peserta menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang diharapkan akan menjadi panduan dalam menyusun program berikut langkah-langkah teknis dalam upaya menjadikan desanya mampu mengimplementasikan prinsip inklusi dalam sistem pembangunannya untuk jangka waktu setahun ke depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*