BANTUAN KEMANUSIAAN: ​KAGAMA Salurkan Bantuan Tahap Awal bagi Korban Kebakaran Sade

​LOMBOK TENGAH, KAGAMA — Penanganan dampak kebakaran di perkampungan tradisional Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terus berlanjut. Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) NTB bersama jejaring tenaga medis menyalurkan paket bantuan kemanusiaan tahap pertama ke posko pengungsian warga terdampak, Jumat (28/8/2026).

​Penyaluran bantuan tersebut difokuskan pada mitigasi kesehatan kelompok rentan, khususnya pemenuhan gizi anak-anak dan perbaikan sanitasi lingkungan di lokasi penampungan sementara.
​Perwakilan KAGAMA NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH, menyatakan bahwa periode transisi pascatanggap darurat kerap memicu kerentanan baru bagi anak-anak dan balita.

Perubahan pola hidup di pengungsian berpotensi meningkatkan risiko infeksi serta penurunan status nutrisi.
​”Fokus utama KAGAMA di Sade adalah memantau dan mendampingi kesehatan anak-anak agar tidak mengalami pemburukan gizi selama berada di pengungsian. Kebutuhan nutrisi esensial bagi balita harus tetap terjamin,” ujar Nurhandini di lokasi bencana, Jumat.

​Selain intervensi kesehatan anak, tim relawan mendistribusikan 100 unit ember penampung air bersih yang dihimpun dari para dokter mantan bertugas di puskesmas wilayah Lombok Timur. Sarana penampungan air tersebut dinilai mendesak untuk menjaga standar higienitas dan sanitasi keluarga di tenda darurat.

​Bantuan logistik tahap awal ini juga mencakup distribusi pakaian pantas pakai yang dihimpun dari donatur di Kota Mataram. Menurut Nurhandini, penyaluran logistik akan dilakukan secara bertahap seiring dengan identifikasi kebutuhan lanjutan di lapangan.
​”Ini merupakan penyaluran tahap pertama. Logistik yang dibawa mencakup kebutuhan sanitasi serta pakaian layak pakai. Jika penghimpunan dana dan barang berikutnya terkumpul, bantuan lanjutan akan segera kami salurkan sesuai kebutuhan riil warga,” tuturnya.

​Kerentanan permukiman
​Peristiwa kebakaran yang melanda kawasan cagar budaya Sade terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam. Struktur permukiman tradisional suku Sasak yang didominasi material atap alang-alang kering, tiang kayu, serta dinding anyaman bambu (bedek) menyebabkan api cepat membesar dan merambat antarbangunan.

​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya puluhan bangunan bale tani, lumbung pangan (lumbung alang), gerai kerajinan tenun, dan fasilitas berugaq. Pemerintah daerah memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun ratusan warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat di sekitar kawasan desa.

​Pemerintah Provinsi NTB bersama instansi terkait saat ini tengah merumuskan rencana pemulihan jangka panjang, mencakup skema rekonstruksi fisik permukiman adat dengan tetap mempertahankan pakem arsitektur vernakular Sasak. Solidaritas komunitas dan lembaga kemasyarakatan, seperti yang ditunjukkan KAGAMA, dinilai penting untuk mempercepat stabilisasi kebutuhan dasar pengungsi selama masa pemulihan berlangsung.