Yogyakarta, 26 Juli 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Puisi Indonesia 2026, Komunitas Kagama Poetry Reading bekerja sama dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM menyelenggarakan kegiatan “Parade Puisi Virtual” pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi para pencinta puisi untuk merayakan bahasa, menyuarakan pengalaman, serta mempertemukan beragam karya dan ekspresi melalui ruang virtual.
Mengusung semangat “Merayakan Puisi, Merawat Kata, Menyatukan Karya dan Ekspresi dalam Ruang Virtual”, parade puisi virtual ini menunjukkan bahwa jarak geografis tidak membatasi kehangatan perjumpaan antarmanusia. Melalui larik-larik yang dibacakan, setiap peserta membawa suara, ingatan, kegelisahan, harapan, dan kecintaan terhadap Indonesia.

Puisi-puisi yang hadir tidak sekadar menjadi rangkaian kata yang indah, tetapi juga menjelma jembatan yang menghubungkan hati. Dari ruang-ruang yang berjauhan, para pembaca dan pendengar dipertemukan oleh daya hidup bahasa. Puisi menghadirkan ruang bersama untuk merenungkan kehidupan, merawat kemanusiaan, dan menumbuhkan optimisme bagi negeri.
Ketua Komunitas Kagama Poetry Reading, Novi Kussuji Indrastuti, menyampaikan bahwa Parade Puisi Virtual merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga puisi agar terus hidup dan dekat dengan masyarakat. “Puisi bukan sekadar kata-kata yang selesai ketika dibacakan. Puisi adalah suara batin, jejak pengalaman, sekaligus ruang perjumpaan antarmanusia. Melalui Parade Puisi Virtual ini, kita merayakan puisi, merawat kata, serta menyatukan karya dan ekspresi tanpa dibatasi jarak,” ujar Novi.
Menurut Novi, ruang digital perlu dimanfaatkan bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang kebudayaan yang mampu mempertemukan berbagai generasi, latar belakang, dan cara pandang. Melalui pembacaan puisi, setiap orang dapat menyampaikan pengalaman personal sekaligus merespons persoalan sosial yang hidup di tengah masyarakat.
“Ketika sebuah puisi dibacakan dengan ketulusan, kata-kata dapat menjangkau hati yang mungkin tidak tersentuh oleh bahasa sehari-hari. Puisi menghubungkan hati, menumbuhkan empati, dan menginspirasi negeri. Karena itu, mari terus membaca, menulis, dan menghidupkan puisi dalam ruang-ruang kehidupan kita,” ajaknya.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini juga disampaikan oleh Sulastama Raharja, Ketua Bidang PP Kagama Pusat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa puisi mempunyai kekuatan untuk memelihara kepekaan dan mempererat ikatan kemanusiaan. “Parade Puisi Virtual merupakan ruang yang indah untuk mempertemukan para pencinta sastra dalam semangat kebersamaan. Puisi menjaga kita agar tetap peka terhadap sesama, lingkungan, dan perjalanan bangsa. Dari kata-kata yang dibacakan hari ini, kita berharap lahir inspirasi dan energi positif untuk Indonesia,” tutur Sulastama Raharja.
Penyelenggaraan Parade Puisi Virtual memperlihatkan bahwa sastra tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan teknologi. Ruang virtual tidak mengurangi kedalaman penghayatan, tetapi justru membuka kemungkinan baru bagi puisi untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Suara para pembaca melintasi layar, sementara maknanya berlabuh dalam hati para pendengar. Tampil dalam gelaran Parade Puisi Virtual ini, antara lain Sailal Arimi, W.S. Dona Ikasari, Rakhmat Soleh, Darwito Suwito, Harno Depe, Ita Fauzia, Sriyanti S. Sastroprayitno, Asti Wrestidianti, Ipha Bahya, Wijatmoko Bintoro, Vidya Devia, Roro Hastina, dan masih banyak lagi.
Sebagai komunitas yang mewadahi kecintaan terhadap puisi dan pembacaan sastra, Kagama Poetry Reading secara berkelanjutan berupaya memperluas ruang apresiasi, mempertemukan para pencinta sastra, dan menumbuhkan semangat berkarya melalui kekuatan kata. Kegiatan kreatif dan kolaboratif seperti parade puisi virtual menjadi bagian dari ikhtiar komunitas untuk menghadirkan puisi di tengah masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan lintas generasi.
Kagama Poetry Reading berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai perayaan seremonial Hari Puisi Indonesia. Parade puisi virtual diharapkan berkembang menjadi bagian dari gerakan kebudayaan yang berkelanjutan: menumbuhkan kecintaan terhadap sastra, membuka ruang bagi karya-karya baru, mempertemukan lintas generasi, serta merawat kepekaan sosial melalui bahasa.
Pada akhirnya, puisi selalu menemukan jalannya sendiri. Ia dapat lahir dari kesunyian, tumbuh dari pengalaman, lalu berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Melalui Parade Puisi Virtual 2026, Kagama Poetry Reading mengajak masyarakat untuk terus menjadikan puisi sebagai sahabat dalam memahami kehidupan dan sebagai cahaya kecil yang menjaga harapan.
Mari merayakan puisi, merawat kata, serta menyatukan karya dan ekspresi sebab puisi menghubungkan hati dan menginspirasi negeri.
