Rektor UGM dan Sekjen PP KAGAMA Dorong Kolaborasi Nyata Kampus-Alumni dalam Silaturahmi di Medan
MEDAN, KAGAMA.id — Momentum penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Sumatra Utara menjadi pemantik penguatan kolaborasi strategis antara pihak akademisi dan para alumni. Dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung hangat di Season Dining, Kota Medan, Sabtu (4/7/2026), pimpinan UGM, Pengurus Pusat (PP) Kagama, dan Pengurus Daerah (Pengda) Kagama Sumatra Utara duduk bersama merumuskan kontribusi nyata untuk menyelesaikan berbagai persoalan krusial di daerah.

Hadir langsung dalam pertemuan tersebut Rektor UGM Prof Ova Emilia, Sekretaris Jenderal PP Kagama yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria, serta Ketua Pengda Kagama Sumut RM Mulyanta. Ruang diskusi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang strategis untuk merespons dinamika sosial serta akselerasi pemulihan pascabencana di kawasan Sumatra bagian utara.

Salah satu agenda utama yang mengemuka adalah tindak lanjut atas permintaan khusus Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution. Saat menerima audiensi tim KKN UGM pada 22 Juni lalu, Pemprov Sumut secara khusus menaruh harapan besar agar UGM memberikan sumbangsih pemikiran dan basis riset untuk menekan tingginya angka penyalahgunaan narkoba.
”Pak Bobby sangat berterima kasih atas penerjunan mahasiswa KKN di Sumut. Permintaan Pak Gubernur, mengingat Sumut saat ini menduduki peringkat nomor satu penyalahgunaan narkoba di Indonesia, ia meminta tolong sumbangsih dari pemikiran dan kajian UGM untuk disumbangkan, setidaknya ada satu wilayah yang bisa dijadikan sebagai pilot project edukasi sejak dini,” ujar RM Mulyanta yang ikut mendampingi mahasiswa saat audiensi dengan Gubernur.

Mulyanta menambahkan, upaya menurunkan angka prevalensi narkoba ini memerlukan sinergi yang luas, termasuk rencana menggandeng perguruan tinggi lokal serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut.
Pada periode ini, UGM secara nasional menerjunkan 8.178 mahasiswa KKN-PPM yang tersebar di 32 provinsi. Khusus di Sumatra Utara, terdapat 143 mahasiswa yang terbagi dalam 5 unit, dengan rincian 3 unit ditempatkan di Kabupaten Samosir, dan sisanya di Kabupaten Sibolga serta Kabupaten Asahan.
Pendekatan Antropologi dan Sosiologi
Merespons tantangan besar dari daerah tersebut, Rektor UGM Prof Ova Emilia menegaskan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi internal bersama pengelola KKN dan para pakar lintas disiplin. Ova menilai, intervensi terhadap masalah narkoba tidak bisa hanya menyentuh aspek permukaan, melainkan harus menyentuh akar budaya dan sosial kemasyarakatan.
”Narkoba adalah masalah bangsa yang sudah mendarah daging, kita perlu mengetahuinya dari sisi antropologi dan sosiologi. Terkait dengan ini, kami akan melakukan kajian secara mendalam sehingga banyak kolaborasi yang bisa dilakukan bersama nantinya,” kata Ova.

Ova juga mengapresiasi atensi yang diberikan Pemprov Sumut serta Pengda Kagama dalam mengawal para mahasiswa di lapangan. Melalui keberadaan Satgas KKN, UGM terus membenahi pelaksanaan program agar kehadiran mahasiswa mampu meninggalkan rekam jejak pembangunan (legacy) yang terdokumentasi dengan baik dan berdampak jangka panjang.
Solidaritas Kemanusiaan Pascabencana
Selain isu kedaruratan narkoba, pertemuan di Season Dining ini juga menjadi ruang evaluasi atas aksi kemanusiaan yang telah berjalan. UGM dan Kagama mengapresiasi kolaborasi erat antara Pengda Kagama Sumut dan Pengda Kagama Aceh dalam membantu penanganan dampak bencana banjir bandang yang terjadi pada November tahun lalu. Saat ini, program pengabdian bersama tersebut fokus pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi fisik maupun ekonomi warga.

Ketua Pengda Kagama Aceh yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, M. Nasir, mengungkapkan rasa harunya atas komitmen UGM yang terjun langsung hingga ke kawasan terdampak di Aceh Tamiang. Kerjasama erat ini telah berjalan sejak hari ketiga pascabencana, mulai dari penyaluran logistik hingga pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga di Kampung Sekumur, Aceh Tamiang.
”Selama tiga tahun ke depan, butuh dukungan berkelanjutan dari PP Kagama, Kagama Sumut, dan Kagama Sumbar untuk membuat agenda bersama dari sisi kebencanaan agar proses tahap rehab dan rekon ekonomi masyarakat berjalan dengan baik,” harap M. Nasir.

Sekjen PP Kagama Nezar Patria menilai kolaborasi lintas pengurus daerah ini merupakan preseden yang sangat baik bagi penanganan isu-isu strategis di Sumatra. Ia mendorong agar UGM dapat terus menempatkan program KKN-PPM secara berkesinambungan di wilayah-wilayah ini untuk mendampingi sektor produktif masyarakat.
”Kagama bisa memberikan kontribusi lebih kuat pada daerah terdampak bencana melalui program pendampingan untuk sektor UMKM, pertanian, dan ekonomi desa. Saya kira ini menjadi awalan untuk langkah berikutnya agar kita terus menjaga semangat guyub rukun dan migunani (berguna) bagi masyarakat,” pungkas Nezar.
