
KAGAMA Jepang Jembatani Kunjungan Dosen FK-KMK UGM ke University of Tokyo Co-op
Salah satu kekuatan terbesar jaringan alumni adalah kemampuannya untuk membuka pintu kolaborasi, memperluas jejaring, dan menghadirkan ruang pembelajaran bersama yang mungkin tidak mudah diperoleh melalui jalur formal. Semangat tersebut kembali diwujudkan melalui fasilitasi kunjungan tiga dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ke University of Tokyo Co-op pada hari Senin, 15 Juni 2026.
Ketiga dosen yang hadir merupakan akademisi dari Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, yaitu Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP., Dr. Fatma Zuhrotun Nisa’, STP., MP., dan Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. Mereka berada di Jepang dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari secara langsung model koperasi universitas yang berkembang di Jepang.

Kunjungan ini difasilitasi oleh Dina Faoziah, Ph.D., Sekretaris Pengurus Cabang Luar Negeri KAGAMA Jepang sekaligus anggota PP KAGAMA Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga. Dalam kesehariannya, lulusan FEB angkatan 1995 ini juga bertugas sebagai International Program Officer pada National Federation of University Co-operative Associations (NFUCA) Jepang, yang menaungi lebih dari 200 koperasi universitas di seluruh Jepang, termasuk University of Tokyo Co-op.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung bagaimana koperasi universitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kampus di Jepang. University of Tokyo Co-op melayani puluhan ribu anggota yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Selain mengelola kantin dan toko koperasi, organisasi ini juga menyediakan berbagai layanan yang mendukung kehidupan sivitas akademika, mulai dari penyediaan buku dan perlengkapan akademik, program kyosai (asuransi bagi mahasiswa), hingga berbagai kegiatan dan layanan yang membantu mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus sehari-hari.
Selama kunjungan, rombongan juga berdiskusi mengenai filosofi, tata kelola, serta peran koperasi universitas dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah bagaimana koperasi di Jepang tidak hanya berfungsi sebagai penyedia barang dan jasa, tetapi juga sebagai organisasi milik bersama yang berorientasi pada pelayanan anggota. Melalui berbagai layanannya, koperasi universitas turut mendukung kesejahteraan mahasiswa, menyediakan akses terhadap kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau, serta menghadirkan berbagai program yang membantu mahasiswa mempersiapkan kehidupan akademik maupun karier setelah lulus. Dengan demikian, koperasi menjadi salah satu mitra penting universitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh.
Bagi banyak mahasiswa di Jepang, koperasi universitas bukan sekadar tempat makan siang atau membeli buku, melainkan bagian dari pengalaman hidup di kampus—mulai dari orientasi mahasiswa baru, kebutuhan sehari-hari, perlindungan melalui program kyosai, hingga berbagai kegiatan yang mendukung pembelajaran dan pengembangan diri.
Diskusi juga berkembang ke arah yang lebih luas mengenai perkembangan gerakan koperasi di lingkungan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di Jepang. Para dosen berbagi pengalaman mengenai dinamika koperasi di UGM, sementara pihak KAGAMA Jepang memperkenalkan model koperasi universitas yang telah berkembang selama puluhan tahun dan menjadi bagian penting dari kehidupan sivitas akademika.
Bagi KAGAMA Jepang, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa jejaring alumni dapat memainkan peran yang lebih besar daripada sekadar menjaga silaturahmi. Dengan latar belakang profesi dan pengalaman yang beragam, alumni di luar negeri memiliki potensi untuk menjadi penghubung yang mempertemukan almamater dengan berbagai institusi, memfasilitasi pertukaran gagasan dan praktik unggulan, serta mempererat hubungan yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi UGM maupun masyarakat secara luas.