
Migunani Melalui Sembako Murah, Kagama Balikpapan Gelar Bazaar Ramadhan
BALIKPAPAN – Semangat “Migunani” atau menjadi sosok yang bermanfaat bagi sesama kembali ditunjukkan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kota Balikpapan. Di tengah suasana bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, para alumnus “Kampus Biru” ini menggelar aksi sosial bertajuk Bazaar Sembako Murah dan Berbagi Sembako Gratis pada Sabtu (15/2) sore.
Halaman Kampus STIE Madani, Balikpapan, yang menjadi pusat kegiatan, tampak dipadati warga sejak pukul 16.00 WITA. Warga dari berbagai kelurahan, mulai dari Gunung Sari Ilir, Telaga Sari, Prapatan, hingga Karang Rejo, antusias mengantre dengan tertib untuk mendapatkan paket pangan dengan harga terjangkau.

Dalam bazaar kali ini, Kagama Balikpapan menyiapkan sedikitnya 500 paket sembako. Setiap paket yang berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng tersebut sejatinya memiliki harga pasar normal sebesar Rp100.000. Namun, masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp50.000 saja. Selisih harga tersebut sepenuhnya disubsidi oleh KAGAMA melalui donasi para anggotanya.

Ketua Pengcab KAGAMA Kota Balikpapan, Yuniar Surindrasworo, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di tengah kota tahun ini didasari oleh pengamatan bahwa warga di area urban juga terdampak secara ekonomi.
“Kegiatan ini rutin kami selenggarakan setiap tahun dalam momen bulan Ramadhan. Ini adalah bentuk partisipasi dan kepedulian kami kepada masyarakat berpenghasilan rendah dalam mempersiapkan hari raya Idulfitri,” ujar Yuniar di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, jika sebelumnya Kagama banyak menyasar wilayah pinggiran kota, tahun ini mereka sengaja menyentuh jantung kota. “Pasalnya, tidak sedikit pula warga perkotaan yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kami menggunakan sistem bazaar murah dengan subsidi agar daya sebarnya lebih luas, berdampak positif, dan tetap tepat sasaran,” imbuhnya.
Tak hanya bazaar di satu titik, sebagian pengurus KAGAMA juga bergerak secara paralel menyambangi sejumlah lembaga sosial untuk membagikan paket sembako secara gratis. Aksi “jemput bola” ini menyasar Panti Asuhan Manuntung di Gunung Sari Ilir, Rumah Tahfizh Al-Ikhwan di Prapatan, serta Panti Wredha Bakti Abadi dan Pondok Pesantren Munzalah Lil-Maslahati Ummah di kawasan Sepinggan.

Kegiatan kunjungan ini tak sekadar menyerahkan bantuan fisik, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi. Di setiap lokasi, para alumni UGM ini menyempatkan diri untuk berdoa bersama para santri dan lansia demi kesehatan, keberkahan ilmu, serta kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Balikpapan.

Langkah Kagama yang memilih skema subsidi alih-alih memberikan bantuan cuma-cuma kepada warga umum mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Budi, salah satu Ketua RT di Kelurahan Gunung Sari Ilir, menilai mekanisme ini sangat mendidik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan mekanisme tebus murah separuh harga, ada sisi positif yang diajarkan, yakni menghargai usaha kemandirian dan mengurangi mental ‘tangan di bawah’,” ungkap Budi.

Menurutnya, sistem subsidi ini justru memperluas jangkauan penerima manfaat. “Dengan warga ikut berkontribusi separuh harga, dana yang terkumpul bisa diputar kembali atau dialokasikan untuk menambah jumlah paket, sehingga lebih banyak warga yang kebagian,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa pukul 18.00 WITA, seluruh paket sembako telah terdistribusi dengan lancar. Aksi nyata ini membuktikan bahwa dedikasi alumni UGM di Balikpapan tidak hanya berhenti pada diskusi intelektual, tetapi terjun langsung menyentuh aspek paling dasar dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Melalui bazaar ini, Kagama Balikpapan sukses menebar manfaat yang berkelanjutan, sejalan dengan napas pengabdian yang selama ini mereka usung.