170 Alumni FISIPOL UGM Angkatan 1991 Reuni Akbar Setelah 35 Tahun: “91 Pertama Jumpa, Bersaudara Selamanya”

Yogyakarta, 12 Juli 2026 – Sebanyak sekitar 170 alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada angkatan 1991 berkumpul dalam Reuni Akbar 35 Tahun FISIPOL UGM 91 yang diselenggarakan pada 11–12 Juli 2026 di Balairung dan Kampus FISIPOL UGM, Yogyakarta. Mengusung tema “Bersatu Kembali, Mengabdi & Berbagi untuk FISIPOL Kita!”, reuni ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya setelah 35 tahun, seluruh alumni dari enam departemen angkatan 1991 bertemu dalam satu perhelatan besar.

Para peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Batam, Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, bahkan dari Bangkok, Thailand, membuktikan bahwa jarak tidak pernah memutus tali persaudaraan yang telah terjalin sejak masa kuliah. Reuni ini mempertemukan alumni dari enam departemen, yaitu Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Sosiologi, dan Sosiatri.

Selama dua hari, para alumni mengikuti rangkaian kegiatan yang penuh kehangatan dan nostalgia. Acara diawali dengan kirab bergodo dan sesi foto bersama mengenakan kostum Gagrak Yogya di Balairung UGM, dilanjutkan dengan Intimate Dinner & Malam Keakraban yang diisi pertunjukan musik, pemutaran video kenangan, serta cerita-cerita yang membawa peserta kembali mengenang masa-masa kuliah. Hari kedua diisi dengan Fun Walk Nostalgia UGM, kegiatan sosial FISIPOL 91 Peduli, serta sesi foto dan kebersamaan sebelum acara ditutup.

Suasana haru semakin terasa ketika diputar video ucapan dari alumni yang sedang bertugas di luar negeri. Di antaranya Agus Badrul Jamal (Hubungan Internasional), yang saat ini bertugas di KBRI Santiago, Chile, serta Ria Uki Suharsi (Sosiologi), yang bertugas di KBRI Madrid, Spanyol. Alumni yang bermukim di Malaysia, yaitu Zaidah Binti Abdul Latief dari Malaka dan Mona dari Kuala Lumpur, turut bergabung melalui video. Salam hangat juga disampaikan oleh Ika Damayanti dari Jepang.

Reuni ini juga mendapat dukungan penuh dari sivitas akademika FISIPOL UGM. Hadir secara lengkap Dekan FISIPOL UGM, Prof. Wawan Mas’udi, beserta seluruh jajaran wakil dekan, para dosen, dan tenaga kependidikan yang pernah mendampingi perjalanan akademik angkatan 1991.

Wakil Rektor UGM Bidang Alumni, Kemahasiswaan, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Arie Sujito, yang juga merupakan alumni FISIPOL angkatan 1991 sekaligus Ketua Pengarah reuni, menyampaikan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang sangat istimewa.

“Selama 35 tahun kita menempuh perjalanan hidup masing-masing. Ada yang mengabdi di pemerintahan, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat sipil, hingga diplomasi internasional. Hari ini kita kembali bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi untuk memperkuat jejaring, merawat persahabatan, dan menghadirkan manfaat bagi almamater maupun masyarakat. Inilah yang membuat reuni ini begitu bersejarah.”

Ketua Panitia, Yurnelis Piliang, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara yang dipersiapkan selama sekitar enam bulan.

“Kami ingin menghadirkan reuni yang bukan hanya mempertemukan teman lama, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, penuh kegembiraan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para alumni.”

Dari keluarga besar PP KAGAMA, hadir Wakil Sekretaris Jenderal PP KAGAMA, Ade Siti Barokah, serta Ketua Bidang Kajian dan Advokasi Kebijakan PP KAGAMA, Yusef Patria, yang keduanya juga merupakan alumni FISIPOL UGM angkatan 1991. Ade mengatakan bahwa reuni kali ini juga membuka kesempatan bagi peserta yang telah mendaftar online untuk mendapatkan Kartu Kagama. “Panitia bekerja sama dengan Kantor Alumni menyediakan layanan cetak kartu KAGAMA yang bisa diambil saat itu juga.”

Dekan FISIPOL UGM, Prof. Wawan Mas’udi, menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan alumni.

“Apa yang berubah dari kampus kita? Gedungnya? Fisiknya? Banyak yang berubah. Namun ada yang tak berubah, yakni semangat kebersamaan yang tetap hidup setelah tiga setengah dekade. Alumni FISIPOL adalah aset penting bangsa. Saya berharap jejaring yang telah terbangun ini terus menjadi ruang kolaborasi untuk melahirkan gagasan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi Indonesia.”

Di penghujung acara, para peserta diajak berbagi melalui Fisipol Charity disertai penyerahan bantuan untuk yayasan yatim piatu. Peserta mengaku bahagia dapat kembali bertemu setelah puluhan tahun. Meski usia bertambah dan kehidupan membawa mereka ke berbagai profesi dan penjuru dunia, mereka merasa tetap terhubung dalam satu keluarga besar FISIPOL UGM.