Kagama Care Sinergi Kagama Bali Membantu Petani Cabai yang Terpuruk di Wilayah Kintamani, Bali

Berawal dari menerima informasi media mengenai terpuruknya petani cabai di desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Bali karena anjloknya harga jual cabai sehingga mereka terpaksa membiarkan hasil panen busuk di pohon, Kagama Care di Bali diantaranya Chandra Mintara, alumnus Psikogama ’86 tergerak untuk turun tangan mencarikan solusi dari kondisi miris yang dihadapi para petani cabai di Bali tersebut.

Melalui koordinasi dengan rekan-rekan Kagama Bali, khususnya Rofiqi yang mempunyai akses kepada rekan wartawan dan media yang membuat liputan tersebut, Kagama Care dan Kagama Bali berupaya untuk mempertemukan pembeli di Denpasar yang bisa menyerap hasil panen cabai dari desa Belandingan. Beberapa kelompok masyarakat di Denpasar yang dihubungi, seperti Komunitas Berkat – GKI Denpasar bersedia membeli sebagian dari hasil panen tersebut. Sementara kelompok masyarakat lain yang ada di Jimbaran, Nusa Dua, Bali juga siap berpartisipasi membeli hasil panen cabai tersebut. Dari koordinasi singkat dan cepat, rekan Kagama Care berhasil mengontak petani cabai di Kintamani dan menghubungkan dengan Komunitas Berkat yang siap menampung setidaknya 200 kg panen cabai untuk tahap pertama.

Rekan-rekan Kagama Care selanjutnya berkesempatan untuk meninjau lokasi, bertemu dengan petani cabai sekaligus membawakan hasil panen mereka sebanyak 200 kg kepada kelompok Komunitas Berkat di Denpasar. Untuk selanjutnya kelompok kelompok yang ingin membantu petani cabai dan menyerap hasil pertanian mereka diharapkan bisa langsung menghubungi kontak petani cabai yang sudah disampaikan.

Melalui kegiatan sederhana ini Kagama Care berharap selama pandemic Covid ini berbagai persoalan yang muncul bisa segera dicarikan solusinya dengan menghubungkan berbagai pihak yang berkepentingan dan terdorong untuk saling membantu secara ber gotong royong.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*