Canthelan di Keparakan Kidul Memprioritaskan Kaum Dhuafa

Canthelan di Kampung Keparakan Kidul, Desa Keparakan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta dengan kode DIY-29 sebenarnya masih terkait erat dengan canthelan di SDN Sayidan yang secara geografis letaknya tidak berjauhan. Karena salah satu pengelolanya adalah orang yang sama yaitu guru SDN Sayidan bernama Wahyu Candra Nurhayati yang berdomisili di Keparakan Kidul. Jadi kontak awal yang menghubungkan dengan Kagama Care juga orang yang sama yaitu  Sri Retno Nugrahani (Sosiatri ’94) PIC Canthelan DIY-12 di Wiyoro, Baturetno, Bantul.

Pagi-pagi sebelum jam 07.00 sudah mempersiapkan canthelan

Bedanya, di SDN Sayidan Wahyu Candra Nurhayati mengelola bersama sesama rekan guru tapi di Keparakan Kidul ia membantu ibu-ibu yang bernaung di bawah Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Anhaarun. Sekedar informasi, lembaga tersebut berdiri atas inisiasi ibu-ibu Aisyiah Ranting Keparakan Kidul, Takmir Masjid Al-Anhar dan masyarakat desa Keparakan pada bulan Februari 2015 dengan fokus utama mendidik, membina, dan menyantuni anak yatim  dan kaum dhuafa. Setiap bulan mereka melakukan pembinaan rutin kepada anak yatim  dan kaum dhuafa.

Saat dilontarkan ide canthelan yang diinisiasi oleh Kagama Care pada awal Juni, LKS Anhaarun sangat antusias untuk menggarapnya di kampung Keparakan Kidul. Karena mereka melihat di masa pandemi corona kaum dhuafa yang berada di wilayah Keparakan lebih terpuruk lagi nasibnya. Mereka memang niat awalnya adalah memprioritaskan membantu kaum dhuafa yang menjadi binaan mereka, namun dalam praktiknya mereka tetap mengijinkan masyarakat umum lainnya boleh mengambil canthelan.

Kupon yang dipakai buat mengambil canthelan

Agar pelaksanaan canthelan terorganisir dan tepat sasaran, maka pengelola menerapkan pengambilan canthelan harus memakai girik atau kupon. Yang datang tidak membawa kupon tetap diijinkan mengambil namun biasanya disuruh menunggu giliran belakangan.

Karena kesibukan pengelola yang semuanya berjumlah 10 orang, canthelan tidak dilaksanakan setiap hari namun cuma 3x seminggu yaitu hari Senin, Rabu dan Minggu. Lalu setelah dilakukan evaluasi mereka memutuskan untuk menggelarnya cuma pada hari Selasa dan Jumat. Untuk yang hari Jumat sebenarnya itu adalah transformasi dari kegiatan sosial ‘Jumat Berkah’ yang sudah mereka lakukan jauh hari sebelumnya, yaitu berbagi nasi bungkus setiap hari Jumat. Jadi dengan adanya canthelan yang dibagi-bagi adalah sayuran bukan nasi bungkus lagi. Karena hanya 2x per minggu otomatis jumlah canthelan terakumulasi menjadi banyak yaitu rata-rata 170 – 200 paket setiap kegiatan canthelan.

Para pengambil canthelan memasukkan donasi ke kotak infaq seiklhasnya

Kemudian agar distribusi bisa adil dan merata, untuk hari Selasa – Jumat itu lokasinya dibikin berbeda. Yang hari Jumat lokasinya di rumah warga yang bernama Bu Rina, sementara yang hari Selasa digilir di dua tempat bergantian di rumah Bu Dian & Bu Bambang yang lokasinya agak berjauhan. Di lokasi canthelan ditaruh kotak infaq sebagai tempat untuk para pengambil canthelan menyumbang seikhlasnya, yang hasilnya lumayan untuk dijadikan modal canthelan periode berikutnya.

Pak Rawana, paling kiri, bersama para pengelola canthelan

Pak Rawana, pimpinan LKS Anhaarun mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Kagama Care atas idenya berbagi kepada sesama di Kampung Keparakan Kidul. “Jika ada kegiatan lainnya dari Kagama yang positif dan bermanfaat, mohon kami dijawil. Kami dengan senang hati pasti akan membantu semampu kami.” ujar Pak Rawana.

Event Akan Datang

Urban Farming

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*