Menjaga Keberlanjutan Organisasi, KAGAMA Jawa Tengah Gelar Halal Bihalal Bersama Anak Yatim

Menjaga Keberlanjutan Organisasi, KAGAMA Jawa Tengah Gelar Halal Bihalal Bersama Anak Yatim

SEMARANG, KAGAMA.id — Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal pada Jumat (17/4/2026) sore di Hotel KHAS, Jalan Depok, Semarang. Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi tentang pentingnya menjaga keberlanjutan hubungan dalam organisasi alumni.

Halal bihalal tersebut mengundang seluruh anggota KAGAMA dari berbagai pengurus cabang (pengcab) di Jawa Tengah. Namun, karena waktu pelaksanaan bertepatan dengan padatnya agenda anggota serta berada di penghujung bulan Syawal, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari beberapa pengcab. Meski demikian, suasana keakraban dan kekeluargaan tetap terasa hangat.

Sebanyak 76 anggota KAGAMA Jawa Tengah hadir dalam acara ini. Selain itu, kegiatan halal bihalal juga dirangkai dengan aksi sosial dengan mengundang anak-anak yatim dari Panti Asuhan Al Barokah, Jalan Ismangil, Semarang. Total terdapat 35 orang yang hadir dari panti tersebut, terdiri atas 33 anak dan 2 pendamping. Turut pula diundang 8 adik Semargama, yakni mahasiswa asal Semarang yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada.

Ketua Panitia Halal Bihalal KAGAMA Jawa Tengah, Opik Mahendra, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai tradisi pasca-Idul Fitri, tetapi juga sebagai upaya memperkuat jejaring alumni lintas generasi.

“Halal bihalal ini menjadi momentum untuk kembali menyapa, menguatkan rasa memiliki, sekaligus berbagi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Opik.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dewan Pembina KAGAMA Jawa Tengah, Prof. Sri Puryono, yang menekankan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan kesadaran kolektif agar organisasi alumni dapat terus bertahan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Hikmah halal bihalal kali ini adalah bagaimana suatu hubungan—baik personal maupun organisasi—dapat langgeng. Kuncinya ada pada keikhlasan, komunikasi, dan kepedulian,” tutur Prof. Sri Puryono.

Sementara itu, Ketua Umum Pengda KAGAMA Jawa Tengah, Haerudin, S.H., M.H., mengajak seluruh anggota untuk memanfaatkan wadah KAGAMA sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar nostalgia almamater.

“KAGAMA harus terus hidup dengan kerja nyata. Silaturahmi ini menjadi fondasi untuk memperkuat kontribusi alumni bagi daerah dan masyarakat,” kata Haerudin.

Selain ramah tamah dan tausiyah, acara juga dimeriahkan dengan pembagian door prize sebanyak 28 hadiah, yang dikhususkan bagi anggota KAGAMA. Sementara itu, anak-anak yatim dari Panti Asuhan Al Barokah menerima bingkisan berupa uang saku, goodie bag, serta tumbler sebagai bentuk perhatian dan dukungan.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta—anggota KAGAMA, adik Semargama, dan anak-anak yatim—berbaur dalam acara makan malam dan sesi foto bersama. Bagi para adik Semargama, kehadiran dalam acara ini juga menjadi ajang memperkenalkan dunia alumni serta nilai keberlanjutan jejaring UGM sejak dini.

Melalui kegiatan halal bihalal ini, KAGAMA Jawa Tengah menegaskan kembali perannya bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai komunitas yang menjunjung nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan kontribusi bagi bangsa dan daerah.