
Kagama Banyumas Pererat Sinergi: Menjaga Guyub Rukun untuk Kontribusi Pembangunan Daerah
PURWOKERTO, KAGAMA.ID— Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cabang Banyumas menyelenggarakan silaturahmi Halalbihalal (HBH) sebagai momentum untuk memperkuat soliditas internal dan menyelaraskan langkah dengan program pembangunan pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, alumni ditekankan untuk terus memegang teguh filosofi “guyub rukun” sebagai fondasi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Resto D’Garden, Karangwangkal, Purwokerto, Sabtu (18/4/2026) ini dihadiri oleh sekitar 60 alumni dari berbagai lintas generasi dan profesi yang berdomisili di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Menakar Eksistensi Ke-Kagama-an
Ketua Harian Kagama Banyumas, Anton Adi Wahyono, dalam paparan materinya mengenai “Ke-Kagama-an”, menekankan bahwa identitas alumni UGM tidak boleh berhenti pada kebanggaan almamater semata. Menurutnya, Kagama memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penggerak solusi atas persoalan di daerah.
”Kagama harus menjadi rumah yang inklusif. Semangat migunani (bermanfaat) kepada masyarakat harus terus dihidupkan melalui kolaborasi antar-alumni. Kita ingin memastikan bahwa potensi intelektual dan jejaring yang kita miliki dapat diakses oleh pemerintah daerah maupun masyarakat luas,” ujar Anton.
Ia menambahkan bahwa penguatan organisasi melalui pendataan anggota dan program kerja yang menyentuh sektor ekonomi kreatif serta lingkungan hidup menjadi prioritas Kagama Banyumas ke depan.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten
Bupati Banyumas, Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., yang hadir memberikan sambutan, mengapresiasi peran aktif para alumni UGM yang selama ini telah mengisi berbagai pos strategis di birokrasi, akademisi, hingga sektor swasta di Banyumas.

”Pemerintah Kabupaten Banyumas membutuhkan mitra kritis sekaligus strategis seperti Kagama. Keberagaman latar belakang keilmuan yang dimiliki alumni UGM adalah aset untuk membantu kami dalam mempercepat pembangunan di Banyumas, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi digital dan ketahanan sosial,” tutur Sadewo.
Bupati juga berharap agar forum-forum silaturahmi seperti ini mampu melahirkan pemikiran-pemikiran segar yang dapat diimplementasikan secara teknis dalam kebijakan publik.
Khidmat dalam Kebersamaan
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang memberikan nuansa khidmat pada pembukaan kegiatan. Ketua Panitia, Junaedi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyambung kembali simpul-simpul komunikasi yang mungkin sempat terhambat kesibukan rutinitas.
”Terselenggaranya acara ini berkat kegotongroyongan kawan-kawan. Ini bukan sekadar makan siang bersama, tapi bentuk komitmen kita untuk tetap satu frekuensi dalam wadah Kagama,” kata Junaedi.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas, di mana para alumni dari angkatan tua hingga milenial berbaur tanpa sekat. Agenda ini pun ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Banyumas dan keberlangsungan organisasi Kagama.
Melalui momentum Halalbihalal ini, Kagama Banyumas kembali menegaskan posisinya: tidak sekadar sebagai organisasi paguyuban, melainkan sebagai entitas yang siap mengabdi demi kemaslahatan publik di Bumi Sudirman.