Berkebun, Cara Produktif Membantu Keluarga di Masa Pandemi

Oleh: Nur Saudah Al Arifa D.

Demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19, setiap orang terpaksa lebih banyak “stay at home” atau lebih banyak di rumah. Kondisi pandemi ini tentunya tidak serta merta membuat kita menjadi tidak produktif. Apalagi kebutuhan pokok pangan juga harus tetap terpenuhi. Maka, butuh sebuah aktivitas untuk membuat lebih produktif, khususnya yang bisa menopang kebutuhan pangan rumah tangga.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah aktivitas ‘Ketahanan Pangan Keluarga’ untuk memenuhi kebutuhan pangan skala rumah tangga. Melalui program Ketahanan Pangan Keluarga ini, semoga menjadikan masa berdiam di rumah lebih produktif melalui berkebun beragam macam sayuran, seperti bayam, paria, gambas, kangkung, cabai, ketela pohon dan lain-lain.

Saat ini yang lebih banyak ditanam adalah tanaman jangka pendek yang bisa segera dipanen. Hal ini dimaksudkan agar bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga di masa pandemi ini. Jadi lumayan bisa membantu keluarga terdampak, sambil, beberapa keluarga yang tergabung dalam kelompok juga belajar untuk membuat persamaian benih cabai. Perkiraan, saat sayurnya panen, bibit cabai pun siap dipindah ke polybag.

Masa pandemi, bukan berarti kita lebih banyak berdiam diri. Justru sebaliknya, kita harus lebih berdaya mengoptimalkan apa yang ada di sekitar kita, lahan yang sempit, bahkan tidak punya lahan sama sekali bukan menjadi alasan. Insya Allah banyak cara yang bisa dilakukan asalkan kita punya kemauan. Semoga semakin banyak keluarga Indonesia yang “punya kemauan” untuk mengoptimalkan teras / halaman rumah dan pekarangannya menjadi kebun pangan agar bisa sedikit membantu menyokong kebutuhan pangan skala rumah tangga.

Mari menuju Ketahanan Pangan Keluarga. Mari menjadi Keluarga Mandiri, bukan lagi keluarga yang berpangku tangan di masa pandemi.

Wonosobo, 13 Juni 2020

*) Foto-foto: giat warga di demplot 6 RT 02 RW 3 Desa Suren Gede, Kec. Kertek, Kab. Wonosobo

Event Akan Datang

Urban Farming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*