KKTI KAGAMA Bekasi Dorong Lahirnya Pemimpin Muda Berintegritas

KKTI KAGAMA Bekasi Dorong Lahirnya Pemimpin Muda Berintegritas

Di sebuah aula di Graha SS Galaxy City, Kota Bekasi, Sabtu (7/3/2026), puluhan siswa SMA tampak sibuk menyiapkan presentasi terakhir mereka. Ada yang merapikan slide, ada yang berlatih intonasi, dan beberapa tampak mengulang argumentasi yang akan mereka sampaikan. Mereka bukan sekadar peserta lomba. Mereka adalah 10 finalis dari 31 karya tulis terbaik yang bersaing dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KKTI) KAGAMA Bekasi 2025/2026, sebuah ajang yang ingin menemukan calon pemimpin muda yang bukan hanya pandai, tetapi juga berintegritas.

Kompetisi yang digagas para alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini ditujukan bagi siswa SMA sederajat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Banten. Sejak sosialisasi yang dimulai pada November 2025, panitia tidak hanya menyebarkan informasi melalui media sosial, tetapi juga mendatangi sekolah-sekolah untuk mengajak para siswa ikut berkompetisi. Hasilnya, 43 peserta mendaftar, dan setelah seleksi awal, 31 karya terbaik dipresentasikan secara daring di hadapan 15 panelis alumni UGM dari berbagai bidang. Presentasi berlangsung marathon pada 28 Februari dan 1 Maret 2026.

Perjalanan Panjang Menuju Final

Keragaman latar belakang panelis—mulai dari akademisi, profesional, hingga tokoh publik—membuat proses penilaian berlangsung ketat. Beberapa di antaranya adalah Iwan Samariansyah, mantan Ketua Senat Mahasiswa UGM; Titiek SY, dosen IPB; Shahril Hasibuan dari Bawaslu; Marlon Siallagan, profesional di bidang industri pangan; serta Marlon, yang juga menjabat Ketua KAGAMA Bekasi. Mereka bersatu dalam komitmen mencetak generasi muda yang berilmu dan berkarakter.

Dari tahap awal itu, terpilihlah 10 finalis, masing-masing dengan karya yang menyentuh isu lingkungan, pendidikan, korupsi, media sosial, hingga teknologi kecerdasan buatan. Sekilas tema-tema itu tampak “berat” untuk siswa SMA. Namun bagi para panelis, inilah gambaran nyata geliat intelektual generasi muda yang tak boleh dibiarkan berkembang tanpa pendampingan.

Tidak Sekadar Lomba

Tema besar kompetisi tahun ini adalah “Mempersiapkan Calon Pemimpin di Masa Depan yang Berilmu dan Berintegritas.” Tema ini muncul dari kegelisahan kolektif alumni UGM bahwa generasi muda membutuhkan ruang untuk berlatih berpikir kritis, menimbang persoalan, dan merumuskan solusi—keterampilan penting yang akan menentukan kualitas kepemimpinan mereka kelak.

Panitia KKTI sejak awal menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba satu hari. Sejak pendaftaran pada November 2025, peserta mendapatkan pendampingan, motivasi, dan ruang diskusi. “Kami merasa bersalah jika sebagai alumni UGM tidak ikut ambil bagian dalam membina adik-adik ini,” ungkap panitia dalam pernyataannya kepada peserta. Pendekatan ini membuat KKTI bukan hanya wadah kompetisi, melainkan ekosistem pembinaan minat riset bagi pelajar.

Final Menuju Bekasi

Final KKTI dibuka oleh Aji Erlangga Martawireja dari PP KAGAMA dan dihadiri Hasanudin M. Kholil, Direktur Eksekutif PP KAGAMA. Kehadiran mereka menegaskan dukungan organisasi alumni UGM terhadap kegiatan ini. Kabupaten Bekasi bahkan telah menetapkan dukungan kelembagaan melalui penyediaan tempat dan dukungan logistik.

Para finalis berasal dari sekolah-sekolah beragam, antara lain SMA Islam PB Soedirman 2, SMA Negeri 2 Kota Bekasi, SMA Ibnu Hajar Boarding School Depok, SMA Negeri 1 Kota Bekasi, SMA Negeri 7 Tambun Selatan, SMA IT Thariq Bin Ziyad, SMA Negeri 1 Tambun Selatan, SMA Islam Al Azhar 2 Pejaten, SMA Kolese Kanisius Jakarta, dan SMA Islam Citra Nuansa Bogor. Setiap finalis tampil dengan gagasan khas yang mencerminkan latar sosial dan lingkungan mereka.

Menuju Acara Puncak 4 April

Dari 10 finalis ini, akan dipilih enam pemenang: juara 1, 2, 3 serta harapan 1, 2, dan 3. Acara puncak akan digelar pada 4 April 2026 di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Perkantoran Bupati Bekasi. Acara resmi akan dibuka oleh Bupati Bekasi, menandai dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan pelajar dan kegiatan berbasis masyarakat yang diprakarsai alumni UGM.

Kompetisi ini juga mendapat dukungan lembaga mitra seperti Pemkab Bekasi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan PT Transportasi Jakarta.

Menyiapkan Masa Depan

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, KKTI KAGAMA Bekasi 2025/2026 mencerminkan upaya kolektif membangun generasi masa depan yang memiliki kepekaan sosial, wawasan ilmiah, dan integritas moral. Para panelis yang bekerja tanpa jeda selama dua hari, panitia yang mendampingi peserta selama berbulan-bulan, serta pemerintah daerah yang membuka ruang kolaborasi, semuanya menunjukkan satu hal: membina generasi muda adalah investasi jangka panjang yang tak boleh ditunda.

Jika upaya seperti ini dapat diperluas ke daerah lain, bukan tidak mungkin KAGAMA dan UGM akan membuka jalan bagi hadirnya pemimpin-pemimpin muda Indonesia yang tak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga matang secara etika dan kepemimpinan.