Inspirasi Kagama 6: NINAGO – Baceman Goes Online, Kiat Usaha Kuliner Bertahan Saat Pandemi

Sabtu (26/9/2020) jam 13.30 – 15.00 WIB berlangsung Zoom meeting dengan tema “Inspirasi Kagama 6: NINAGO – Baceman Goes Online, Kiat Usaha Kuliner Bertahan Saat Pandemi”, menampilkan narasumber utama Nina Susilawati (Psikologi ’85) pemilik Ketofy Cafe dan NINAGO Resto serta founder Langsungenak. Sebagai host adalah Delta Hatmantari (Arsitektur ’85) dan Ekandari Sulistyaningsih (Psikologi ’97), aktivis Kagama Care bertindak menjadi MC. Turut hadir Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan dan Wakil Ketua 1 PP Kagama, memberikan pidato pembukaan.

Dalam kata sambutannya Budi Karya Sumadi mengatakan kita telah beberapa kali mengalami krisis dan bersyukur mampu bertahan. Menghadapi krisis yang disebabkan oleh pandemi covid-19 kali ini ia berharap kita juga mampu melewati krisis dan survive. Peran UMKM diharapkan menjadi salah satu sektor yang mampu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Inovasi berkelanjutan sangat penting bagi kelangsungan UMKM. Semoga kita bisa adaptasi dengan cepat sehingga mampu survive dan tetap memiliki daya saing. Meskipun diliputi dengan berbagai keterbatasan namun kita tetap harus berpikir kreatif dan inovatif untuk memajukan ekonomi bangsa. Di sinilah peran strategis pelaku UMKM sehingga memberikan inspirasi bagi skala luas sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan dan Wakil Ketua 1 PP Kagama

Budi Karya mengapresiasi atas penyelenggaraan webinar series Inspirasi Kagama karena bisa menjadi inisiatif pemberdayaan masyarakat, di mana pengalaman narasumber dibagikan untuk menggerakkan perekonomian dari entitas yang paling kecil sekalipun yaitu rumah tangga. Karena saat ini kita perlu model bisnis yang mudah diduplikasi tanpa butuh modal besar.

Pada era adaptasi ini Budi Karya mengajak segenap komponen masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak. Sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan semakin minimnya dampak covid-19 diharapkan ekonomi akan segera tumbuh kembali dengan semakin berkembangnya UMKM.

Nina Susilawati pemilik Ketofy Cafe dan NINAGO Resto serta founder Langsungenak

Nina Susilawati di awal pemaparan presentasinya mengatakan bisnis onlice itu sebenarnya mudah. Siapa saja bisa melakukan, bisa menjadi usaha sampingan dan tidak butuh modal besar. Yang paling penting adalah kita mempunyai jaringan internet.

Setelah memutuskan akan mulai jualan online yang pertama harus dipikirkan adalah langkah awal, seperti menyediakan perangkat yang tepat semisal koneksi internet yang lancar dan peralatan gadget. Gadget tidak perlu komputer atau laptop yang canggih dan mahal, karena pakai HP saja sudah cukup.

Lalu kenali potensi diri sendiri dan lingkungan. Misal kita merasa tidak punya potensi apa-apa tapi di sekitar kita banyak barang yang bisa kita bantu jualkan, itu juga bisa menjadi peluang bisnis. Kenali juga ekspedisi pengiriman yang akan kita gunakan, seperti apa pelayanan yang mereka berikan.

Kemudian tentukan target marketnya, siapakah calon pembeli yang akan kita bidik. Karena itu akan berhubungan dengan nilai jual produk kita. Misalnya untuk segmen menengah atas harga murah belum tentu tepat karena justru mereka menginginkan harga yang mahal sebagai simbol prestise.

Delta Hatmantari moderator webinar

Jika sudah menentukan produknya apa, maka langkah selanjutnya adalah membuat katalog yang akan kita tampilkan di sosial media. Tampilkan satu atau beberapa foto yang menarik dan berilah keterangan produknya secara detail termasuk spesifikasi berikut harganya. Manfaatkan juga marketplace yang banyak bermunculan.

Berikutnya siapkan produk Anda dan pelayanan yang bagus. Ketersediaan atau stock barang harus dijaga. Jangan sampai saat pesanan datang Anda berkali-kali bilang barang tidak tersedia. Hal itu akan membuat calon pembeli kecewa dan kemungkinan tidak akan melakukan pesanan lagi.

Selanjutnya mindset yang harus dibentuk adalah timbulnya kesadaran bahwa baik jualan offline atau online semuanya butuh waktu dan proses untuk bertumbuh. Tidak ada bisnis yang sukses dalam semalam. Semuanya butuh usaha keras, serta perjuangan. Lalu dibutuhkan pula komitmen. Khusus yang jualan hanya sebagai side job, pada titik tertentu ketika jualan sudah mulai laris dan Anda mulai kewalahan maka harus diputuskan Anda akan komitmen menangani secara full atau bisa juga Anda membayar seseorang untuk mengelolanya.

Ekandari Sulistyaningsih, aktivis Kagama Care, MC webinar

Nina berikutnya menjelaskan bahwa harus ada promosi untuk meningkatkan trafik kunjungan. Yang penting membuat orang datang terlebih dulu, mengenai beli atau tidak itu urusan nanti. Barangkali ada yang tidak tertarik produk kita sendiri namun ada kemungkinan suatu saat nanti ia akan membelinya untuk orang lain. Lalu ada juga karakter calon pembeli yang cuma nanya atau menawar saja tapi gak pernah beli. Kita boleh mangkel atau marah, tapi Nina berpesan jangan sampai kekesalan kita itu ditulis di sosmed karena efeknya akan menjadi negatif.

Promosi bisa dilakukan dengan cara organik atau tidak keluar biaya sama sekali. Bisa dengan minta tolong kepada teman untuk melakukan promosi gethok tular mulut lewat mulut. Atau bisa juga ‘mengendorsed’ tokoh selebgram yang barangkali belum begitu terkenal dan mau tanpa bayaran membantu promosi produk kita. Untuk promosi berbayar kita bisa meggunakan platform yang banyak tersedia, tinggal kita pilih sesuai budget kita.

Banyak yang bertanya kepada Nina, khususnya mereka yang baru mulai menjalankan bisnisnya, menetapkan pilihan produknya dulu atau target marketnya dulu? Pada saat Nina mendirikan Ketofy Cafe 4 tahun lalu, target marketnya jelas yaitu mereka yang menjalankan diet keto. Ketika trend diet keto mulai menurun, Nina melakukan diversifikasi usaha dengan jualan makanan serba baceman. Baceman lebih dikenal di Jawa Tengah dan DIY, maka pada awalnya Nina memfokuskan target marketnya orang Yogya atau mereka yang pernah tinggal di Yogya, yang saat ini domisili di Jakarta. Dalam perkembangannya Nina akhirnya juga melayani pesanan dari kota-kota lain.

Mengapa baceman yang dipilih? Karena prinsip Nina jualan online haruslah unik produknya & kembali ke masalah potensi pengenalan diri di mana Nina memang pintar memasak baceman. Nina awalnya memilih baceman iso atau usus sapi yang sungguh sangat unik dan belum ada pesaingnya. Selanjutnya sampai saat ini berkembang menjadi belasan jenis baceman yang masing-masing punya penggemar tersendiri.

*)Materi webinar bisa diakses di https://www.youtube.com/watch?v=rrPUdPn9xZ4