Harmoni Adiswara Menghangatkan Gadjah Mada Fest & Charity Day 2026

TANGERANG SELATAN, KAGAMA – Suara-suara yang berpadu dalam harmoni tidak sekadar menghadirkan hiburan. Di tengah suasana kekeluargaan yang mewarnai Gadjah Mada Fest & Charity Day 2026, nyanyian para anggota Adiswara Gadjah Mada menjadi simbol persaudaraan alumni Universitas Gadjah Mada yang terus terawat lintas generasi dan wilayah.

Sebanyak 26 penyanyi Adiswara Gadjah Mada dari berbagai daerah di Jabodetabek tampil memeriahkan acara yang diselenggarakan KAGAMA Tangerang Selatan sekaligus rangkaian Pelantikan Pengurus KAGAMA Tangerang Selatan Periode 2026-2031 di Resto Teras Maranggi, Bintaro Sektor 9, Kota Tangerang Selatan, Minggu (19/7/2026).

Pada kesempatan itu, pelantikan pengurus baru KAGAMA Tangerang Selatan dipimpin oleh Budi Karya Sumadi. Kehadiran para alumni dari berbagai profesi dan latar belakang menjadi gambaran kuatnya jejaring persaudaraan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan KAGAMA.

Di tengah rangkaian kegiatan yang sarat nuansa kebersamaan tersebut, Adiswara Gadjah Mada hadir membawa pesan yang melampaui panggung pertunjukan. Kelompok paduan suara alumni UGM itu menunjukkan bahwa ikatan antarsesama alumni tidak hanya diwujudkan melalui program organisasi, tetapi juga melalui ruang-ruang kebudayaan yang mempertemukan orang-orang dengan semangat yang sama.

Kehadiran anggota Adiswara dari berbagai wilayah Jabodetabek yang bergabung dengan anggota yang berdomisili di Tangerang Selatan mencerminkan tradisi gotong royong yang masih terpelihara di lingkungan alumni UGM. Jarak dan kesibukan masing-masing anggota tidak menjadi penghalang untuk berkumpul dan berpartisipasi dalam kegiatan yang membawa manfaat bagi sesama.

“Yang ditampilkan bukan hanya lagu, tetapi juga pesan tentang kebersamaan dan persaudaraan,” demikian semangat yang tercermin dari penampilan mereka.

Dua lagu dipilih untuk mengiringi momentum pelantikan tersebut, yakni “Kebyar-Kebyar” karya Gombloh dan “Galih dan Ratna”, lagu yang dikenal luas sebagai soundtrack film Gita Cinta dari SMA.

Lagu Kebyar-Kebyar menghidupkan suasana dengan semangat nasionalisme yang menggelora. Lirik dan irama lagu tersebut mengajak hadirin untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada tanah air sekaligus mengingatkan bahwa pengabdian kepada bangsa dan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Galih dan Ratna menghadirkan nuansa yang berbeda. Lagu yang lekat dengan kenangan generasi tertentu itu membangkitkan nostalgia, menghadirkan kehangatan, dan mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarmanusia yang terbina sepanjang perjalanan hidup. Di tengah kehidupan yang semakin dinamis, nilai persahabatan dan kebersamaan tetap relevan sebagai perekat komunitas.

Perpaduan kedua lagu tersebut seolah menjadi representasi dua wajah KAGAMA. Di satu sisi, terdapat semangat untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan masyarakat. Di sisi lain, terdapat ikatan kekeluargaan yang menjaga kedekatan antaralumni dalam berbagai situasi.

Melalui penampilan itu, Adiswara Gadjah Mada juga menyampaikan harapan agar kepengurusan baru KAGAMA Tangerang Selatan mampu menjaga semangat guyub, rukun, dan migunani yang selama ini menjadi nilai penting dalam kehidupan alumni UGM. Kebersamaan yang harmonis, saling menguatkan, serta kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan berbagai program organisasi selama lima tahun ke depan.

Ketua KAGAMA Tangerang Selatan terpilih, Rino Wicaksono, beserta jajaran pengurus periode 2026-2031, diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan berbagai inisiatif yang mempererat hubungan antarsesama alumni sekaligus memperluas kontribusi sosial kemasyarakatan.

Bagi Adiswara Gadjah Mada, partisipasi dalam Gadjah Mada Fest & Charity Day 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan pengabdian dalam setiap aktivitas KAGAMA. Melalui harmoni suara yang mereka lantunkan, tersampaikan pesan bahwa kekuatan sebuah komunitas tidak hanya terletak pada besar kecilnya organisasi, melainkan pada kemampuan anggotanya untuk terus merawat persaudaraan dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Di tengah perubahan zaman, semangat itulah yang terus dijaga: membangun jejaring alumni yang tidak sekadar terkoneksi oleh almamater yang sama, tetapi juga dipersatukan oleh kepedulian, gotong royong, dan keinginan untuk memberi arti bagi masyarakat luas.