Adiswara Gadjah Mada Merilis Sekaligus Menghibahkan Official Video ‘Hymne Gadjah Mada’ untuk Kagama

Dalam setiap acara resmi Kagama seperti musyawarah nasional atau daerah, selalu diawali dengan mengumandangkan lagu “Hymne Gadjah Mada”. Umumnya yang diperdengarkan adalah lagu karya Paduan Suara Mahasiswa UGM. Di tengah pandemi corona, di saat lebih banyak bekerja di rumah tiba-tiba membuat Kusuma ‘Rita’ Prabandari yang merupakan Ketua PS Adiswara Gadjah Mada mempunyai ide cemerlang alangkah baiknya Adiswara membuat sendiri lagu “Hymne Gadjah Mada” dalam versi audio & video, yang hasilnya akan dihibahkan kepada almamater.

Kusuma ‘Rita’ Prabandari Ketua Adiswara

Rita selaku executive producer dibantu Dedy Zebua sebagai producer dan Ito Soemardi sebagai associate producer tak perlu berlama-lama menunggu dan langsung menggarap proyek “Hymne Gadjah Mada”. Gerak cepat yang dilakukan koordinator seluruh wilayah dalam kepengurusan Adiswara sanggup mengundang atensi 160 alumnus Paduan Suara Mahasiswa Gadjah Mada dengan jenjang generasi yang sangat jauh yaitu periode 1971 s/d 2015. Mereka merekam sendiri suaranya lalu dikirimkan kepada panitia untuk dilakukan proses mixing dan mastering di studio. Diperlukan waktu sampai 25 jam kerja studio.

Sebelumnya dilakukan proses kurasi untuk vocal guide 4 jenis suara, agar menjadi panduan vokal yang presisi sesuai kehendak komposer. Untuk itu yang melakukan kurasi bukan orang sembarangan. Rita meminta khusus putri sulung sang komposer lagu “Hymne Gadjah Mada”, I Gusti Ngurah Suthasoma sekaligus seorang tokoh Adiswara senior yang bernama I Gusti Ayu Irafani Adipranata, untuk menjadi kuratornya.

Singkat cerita dalam tempo yang tidak terlalu lama selesailah pembuatan video “Hymne Gadjah Mada” dalam dua versi. Dan akhirnya pada hari Sabtu (4/7/2020) dengan bangga Adiswara merilis video tersebut lewat aplikasi Zoom, dengan jumlah peserta 171 orang dan dihadiri oleh Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo serta Wakil Ketua Umum II Kagama Anwar Sanusi.

Dalam kata sambutannya Rita mengatakan sangat bangga atas pencapaian Adiswara selama ini, termasuk dengan proyek video terbarunya “Hymne Gadjah Mada”. Work from home ada hikmahnya juga, karena justru lebih mudah mengumpulkan 160 orang secara virtual daripada merekam suara para penyanyi berbarengan di studio rekaman. Bukannya mensyukuri, namun semua itu adalah blessing in disguised atau berkah yang tidak terduga akibat pandemi corona.

Screenshot video versi pertama

Rita menjelaskan memang disengaja Adiswara membuat dua versi video dengan kepentingan yang berbeda. Versi pertama berjudul “Official Video Hymne Gadjah Mada untuk Kagama” yang berisi footage video dan foto sumbangan dari Humas UGM dan fotografer warga Kagama. Tujuan utamanya adalah memberikan persembahan kepada PP Kagama untuk bebas dipakai buat segala kepentingan acara apa saja. “Kami sengaja membuat proyek lagu Hymne Gadjah Mada memang dengan niat awal akan disumbangkan kepada Kagama sebagai misi bakti kami kepada almamater. Proyek terbaru kami ini adalah kelanjutan karya-karya sebelumnya yang menandai perjalanan jejak langkah Adiswara untuk menuju ‘Konser 5 Dekade PSM UGM’ pada tahun 2021 nanti.” ujar Rita.

Screenshot video versi kedua

Sedangkan versi kedua diberi judul “Hymne Gadjah Mada Virtual Choir – Adiswara Gadjah Mada” dengan materi utama berupa collage ke-160 wajah penyanyi yang terlibat, yang tujuannya sebagai bentuk terima kasih kepada 160 penampil dan memang peruntukannya hanya untuk koleksi pribadi Adiswara.

Ganjar Pranowo Ketua Umum Kagama

Rita menyerahkan secara simbolis official video “Hymne Gadjah Mada” kepada Kagama yang diterima oleh ketua umumnya Ganjar Pranowo. Seusai diperdengarkan lagunya, Ganjar secara spontan memuji lagunya begitu bagus. Di sisi lain Ganjar merasa heran kepada anggota Adiswara yang terlibat, bagaimana mereka masih ‘kober’ atau sempat-sempatnya berkarya di tengah pandemi corona yang mengancam. Namun Ganjar juga mengutarakan kekagumannya karena meskipun ‘kober’ tapi kalau tanpa adanya spirit cinta kepada almamater akan mustahil karya tersebut terwujud.

Kini lagu secara resmi sudah dihibahkan oleh Adiswara kepada Kagama, artinya Kagama sudah dipersilakan memakai untuk segala aktifitasnya secara bebas. Sebuah langkah Adiswara berbakti buat almamater yang sungguh pantas ditiru. Kita tunggu karya monumental apalagi yang akan dihasilkan oleh Adiswara.

Bagi yang ingin menyaksikan videonya secara komplit silakan buka tautan di Youtube berikut ini:

1. Video versi 1

2. Video versi 2


Event Akan Datang

Urban Farming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*