
PONTIANAK, 6 September 2026 — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berdampak pada aktivitas dan kesehatan masyarakat di Kalimantan Barat. Melihat kondisi ini, sejumlah organisasi profesi dan jejaring masyarakat bergerak dalam aksi Bergerak Peduli Karhutla, Minggu (6/9/2026), di beberapa titik di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Diinisiasi oleh Pengurus Daerah KAGAMA Kalimantan Barat, aksi ini melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalimantan Barat, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Kalimantan Barat, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kubu Raya, serta BPBD Kabupaten Kubu Raya.

Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes., mengatakan dampak karhutla tidak hanya dirasakan pada lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Ketika masyarakat terdampak asap, kita perlu hadir dan membantu sesuai kemampuan. Aksi ini juga untuk mendukung kerja kemanusiaan dan kerelawanan yang sudah lebih dulu dilakukan berbagai pihak, terutama teman-teman relawan di lapangan.”
Harisson melihat kolaborasi sebagai cara untuk menghubungkan berbagai sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak.
Dukungan meliputi masker, obat-obatan dan vitamin, makanan, tabung oksigen, fasilitas pengisian oksigen, dan pemeriksaan kesehatan gratis disediakan oleh PDUI Kalbar yang menyediakan tenaga kesehatan, sementara Ikatan Apoteker Kubu Raya memberikan edukasi penggunaan obat yang tepat dan rasional. BPBD Kubu Raya membantu menghubungkan dukungan dengan titik kegiatan dan jejaring relawan di lapangan.

Dukungan lain juga datang dari berbagai pihak. ASN Peduli Prov. Kalbar menyerahkan 50 kantong beras ukuran 5 kilogram, sementara Aming Coffee H. Abbas menyediakan 100 es kopi untuk relawan.
Bidang Sosial Kemasyarakatan KAGAMA Kalbar, Indah Puspasari, mengatakan inisiatif ini berangkat dari kegelisahan melihat dampak asap yang kembali dirasakan masyarakat, sekaligus keinginan untuk menghubungkan orang-orang dan organisasi yang ingin berbuat sesuatu.
“Kami melihat banyak yang ingin bergerak dan membantu, tetapi kadang bergerak sendiri-sendiri. Karena itu, kami mencoba mempertemukan jejaring, kemampuan, dan sumber daya yang ada agar bisa saling menguatkan dan lebih mudah menjangkau masyarakat yang membutuhkan.”
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Kalimantan Barat Ar. Muhammad Ridha Alhamdani yang juga anggota Kagama Kalbar melihat kualitas lingkungan yang sehat sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.
“Ketika kualitas udara terganggu, dampaknya dirasakan bersama. Karena itu, menjaga ruang hidup juga menjadi tanggung jawab kita bersama.”

Ridha juga menilai aksi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kerja kemanusiaan yang sudah berlangsung di lapangan.
“Kami tidak memulai dari nol. Sudah banyak komunitas dan relawan yang bekerja di lapangan. Kami ingin ikut mendukung dan melengkapi apa yang sudah berjalan.”
Ketua PDUI Kalimantan Barat dr. Johan Molana, M.H., menyebut kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
“Karena itu, kami ikut menyediakan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan gratis dan membantu masyarakat mendapatkan informasi kesehatan yang diperlukan.”

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang IAI Kabupaten Kubu Raya menegaskan dukungan apoteker diarahkan pada kebutuhan masyarakat di lapangan, terutama terkait penggunaan obat.
“Banyak relawan dan organisasi sudah bekerja di lapangan. Kami ingin menjadi bagian dari dukungan tersebut.”
Koordinator Lapangan aksi, Louise Wulandari, mengatakan kegiatan ini ingin menjadi bagian dari kerja bersama untuk memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak sekaligus menambah semangat untuk terus bergerak. “Kami datang dari organisasi dan profesi yang berbeda. Ada yang punya jejaring, keahlian, akses, tenaga, dan sumber daya. Semua itu bisa saling dihubungkan untuk membantu masyarakat.”
“Hari ini kami mendatangi 5 tempat untuk menyerahkan bantuan, yang pertama kantor BPBD Kabupaten Kubu Raya sebagai simpul relawan yang mengkoordinir dan memberikan arahan terkait penanganan Karhutla ini, di Poskor Muhammadiyah kami kami menyerahkan obat-obatan dan tabung O2 serta menyediakan pemeriksaan gratis dan pemberian obat kepada masyarakat yang terdampak, Posko BPBD di Kantor Bupati Kubu Raya untuk menyerahkan bantuan kepada 6 kelompok relawan Pemadam Kebakaran, Posko Karang Taruna dan Posko di Mineral Center.

“Karhutla membutuhkan penanganan jangka panjang. Tetapi untuk membantu warga yang terdampak hari ini, kita bisa mulai dari hal sederhana: saling mendukung dan bergotong royong dengan menggunakan jejaring yang dimiliki anggota Kagama,” pungkasnya.
