
Guru Kreatif, Media Interaktif, Pembelajaran Inspiratif:
Kagama MIP Gandeng LPPM Universitas Amikom Gelar Pelatihan untuk Guru-guru TK di Bantul
Suasana pagi yang dingin di laboratorium Komputer Universitas Amikom berubah menjadi lebih hangat dan ceria karena kedatangan peserta pelatihan dari guru-guru TK se-Kabupaten Bantul.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran anak usia dini, Kagama MIP (Magister Informasi dan Perpustakaan) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Amikom Yogyakarta menggelar “Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Teknologi Digital bagi Guru IGTKI Kabupaten Bantul” di Universitas Amikom Yogyakarta Sabtu (13 Juni 2026).

Kegiatan ini adalah kerjasama yang keenam dengan LPPM Universitas Amikom. Sebelumnya, Kagama MIP juga telah mengadakan Pelatihan Sosial Media Marketing untuk Promosi UMKM di Yogyakarta, Pelatihan Pembuatan dengan Media Canva untuk Pengelola PAUD di Yogyakarta, serta Workshop Fotografi, Packaging Produk serta Laporan Keuangan untuk Pelaku UMKM di Yogyakarta.
Pelatihan kali ini diikuti sekitar 50 peserta yakni guru-guru TK dari perwakilan kapanewon di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Selama setengah hari peserta antusias mengikuti 4 (empat) materi yang disampaikan oleh Dosen-dosen Universitas Amikom Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperkuat kemampuan pedagogis sekaligus mengembangkan kreativitas dalam merancang media pembelajaran yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini. Melalui rangkaian pelatihan yang aplikatif, para peserta diajak untuk mengenal berbagai perangkat dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

Ketua Kagama MIP, Lilik Kurniawati Uswah, S.E., M.Si. dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa menghadapi generasi Alpha, guru-guru TK perlu memahami trend pembelajaran yang lebih interaktif agar suasana di kelas lebih seru dan menyenangkan. “Era digital saat ini guru-guru TK juga harus memahami perkembangan teknologi. Guru-guru TK juga dituntut untuk meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan menggunakan teknologi. Guru kreatif, media interaktif, pembelajaran makin inspiratif”’ tuturnya.
Ibu Daswati, S.Pd PAUD Ketua IGTKI Kabupaten Bantul menyatakan sangat berterima kasih atas kolaborasi pelatihan ini. Harapannya, guru-guru yang saat ini mengikuti pelatihan bisa menularkan ilmu barunya kepada guru-guru lain yang belum sempat mengikuti pelatihan.

Sesi pertama menghadirkan Pemanfaatan Scratch untuk Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif yang disampaikan oleh Hendra Kurniawan, M.Kom. Dalam sesi ini, para guru diajak mengenal pemrograman visual berbasis blok melalui Scratch untuk menciptakan permainan edukatif dan media pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik.
Sesi kedua, Netci Hesvindrati, S.E., M.Kom. yang menyampaikan materi Pelatihan Desain Media Pembelajaran Interaktif (Fondasi Pedagogi). Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya perencanaan pembelajaran, prinsip-prinsip pedagogi, serta strategi merancang media yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Selanjutnya, Yogi Piskonata, S.S., M.Kom. membawakan materi Pelatihan Desain Visual dan Karakter menggunakan ChatGPT. Para guru diperkenalkan pada teknik membuat desain yang komunikatif, pemilihan warna, tipografi, hingga pembuatan karakter yang dapat memperkaya tampilan media pembelajaran sehingga lebih dekat dengan dunia anak-anak.
Pada sesi terakhir Tristanto Ari Aji, M.Kom. memberikan pelatihan Audio Edukatif menggunakan Audacity. Melalui pelatihan ini, peserta belajar membuat dan mengolah rekaman suara, menambahkan efek audio, serta menghasilkan materi pembelajaran berbasis suara yang dapat mendukung kegiatan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Melalui kolaborasi antara Kagama MIP dan LPPM Universitas Amikom Yogyakarta, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan guru-guru yang semakin kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan dukungan media pembelajaran yang inovatif, proses belajar di taman kanak-kanak diharapkan menjadi lebih inspiratif, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan semangat belajar anak sejak usia dini.
(Pengirim: Lilik Uswah – Ketua Kagama MIP)