KAGAMA Tegaskan Komitmen Kawal KKN-PPM UGM 2026, Libatkan Alumni di Seluruh Indonesia

KAGAMA Tegaskan Komitmen Kawal KKN-PPM UGM 2026, Libatkan Alumni di Seluruh Indonesia

JAKARTA, KAGAMA.id — Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada periode 2 tahun 2026. Komitmen ini disampaikan dalam forum koordinasi yang melibatkan pimpinan universitas, dosen, serta jaringan alumni di berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal PP KAGAMA Nezar Patria mengatakan, sinergi antara alumni dan kampus menjadi faktor penting dalam memastikan KKN tidak sekadar menjadi agenda rutin akademik, melainkan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.

“Bagi KAGAMA, kolaborasi erat dengan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM adalah manifestasi nilai guyub, rukun, dan migunani—bersatu, harmonis, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat akar rumput,” ujar Nezar dalam rapat koordinasi dan konsolidasi pelaksanaan KKN, Sabtu (23/5/2026).

Program KKN-PPM UGM periode ini melibatkan sekitar 7.800 mahasiswa dari seluruh fakultas yang tersebar dalam sekitar 400 unit di 33 provinsi. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, dengan bobot akademik sebesar 10 SKS.

Selain pelaksanaan di lapangan, mahasiswa juga telah mengikuti rangkaian “Bakti Kampus” pada 2–17 Mei 2026 sebagai pembekalan nilai kerakyatan. Lebih dari 500 dosen pembimbing lapangan (DPL) turut mendampingi mahasiswa selama program berlangsung.

Nezar menekankan, KKN-PPM UGM merupakan salah satu ciri khas yang membedakan UGM dengan perguruan tinggi lain. Ia menyebut program ini sebagai “laboratorium kemanusiaan”, tempat teori akademik diuji melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

“Sejak dirintis puluhan tahun lalu, KKN telah menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, PP KAGAMA mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) KKN yang tersebar di seluruh provinsi. Satgas ini dikoordinasikan secara nasional dan bertugas mendampingi mahasiswa, mulai dari tahap penerjunan hingga penarikan.

Menurut Nezar, peran alumni semakin penting di tengah perubahan tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat desa. Ia menyebut setidaknya tiga isu besar yang kini menjadi fokus, yakni digitalisasi perdesaan, ketahanan pangan lokal, dan mitigasi perubahan iklim.

“Kehadiran KAGAMA di daerah harus menjadi anchor yang menguatkan program mahasiswa, sehingga pengabdian tidak berhenti sebagai menara gading, melainkan menghasilkan solusi yang tepat guna,” ujarnya.

Ia menambahkan, alumni memiliki keunggulan dalam memahami konteks sosial, budaya, serta potensi daerah. Dengan keterlibatan alumni, program kerja mahasiswa diharapkan lebih relevan dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Nezar juga menyoroti tiga hal yang perlu menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan KKN-PPM 2026. Pertama, pentingnya pemetaan masalah secara bersama antara mahasiswa, alumni, dan pemerintah daerah agar program selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.

Kedua, aspek keselamatan dan adaptasi kultural mahasiswa. Dalam hal ini, alumni diharapkan menjadi “rumah pertama” bagi mahasiswa di lokasi KKN. Ketiga, penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, akademisi, dan tokoh masyarakat.

“KKN harus menjadi gerakan bersama. Ketika semua pihak terlibat, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” kata Nezar.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PP KAGAMA siap mendukung penuh pelaksanaan KKN-PPM UGM 2026, termasuk memastikan kesinambungan program selepas mahasiswa kembali ke kampus.

“Kami menegaskan kembali kepada Ibu Rektor, KAGAMA siap mengawal penuh KKN-PPM dari awal hingga akhir. Sinergi dengan DPKM dan civitas akademika akan memastikan program ini tidak hanya selesai, tetapi juga berlanjut manfaatnya,” ujarnya.

Program KKN-PPM selama ini dikenal sebagai salah satu instrumen utama pengabdian masyarakat di UGM. Selain membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan, program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Menutup pernyataannya, Nezar mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat pengabdian yang menjadi ruh KKN.

“UGM Mengabdi, KAGAMA Migunani,” kata dia.