Webinar Kagama Yuk Motret VIII: Bercerita Melalui Foto

PP Kagama bersama Kagama Yuk Motret kembali menggelar webinar pada hari Sabtu (28/11/2020) jam 19.00 s/d 21.00 WIB. Webinar seri 8 tersebut memperbincangkan tentang tips dan trik hasilkan foto yang menarik dan mampu bercerita. Webinar menghadirkan 2 narasumber yaitu Noor Eva dan Gatot Subroto, keduanya adalah seorang fotografer profesional. Tampil sebagai moderator adalah Iin Herawati, seorang pegiat di komunitas Kagama Yuk Motret. Berkenan memberikan kata sambutan Bambang Esti Marsono, Ketua Bidang 2 PP Kagama.

Gatot Subroto, selaku narasumber pertama mengatakan foto bisa sebagai alat untuk berkomunikasi dan bercerita. Bercerita melalui foto itu seperti kita bercerita melalui lisan maupun tulisan, namun foto memiliki medium yang berbeda. Ia membagikan salah satu karya Eugine Smith yang berjudul “Country Doctor”, sebuah karya yang dirilis melalui majalah live pada tahun 1940-an. Kemudian seiring berjalannya waktu karya-karya foto bercerita bisa diakses dengan mudah melalui berbagai platform multimedia, tentu saja hal tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi. Bercerita dengan foto itu ada 2 cara, yaitu dengan single photo dan multiple photo. Foto memiliki cerita dengan pemaknaan yang sangat luas, seperti halnya dengan berbagai karya sastra.

Gatot Subroto

Berikutnya Gatot berbagi salah satu teori pembacaan foto yang dikemukakan oleh Rolland Barthes. Rolland menggunakan teori Studium Punctum. Studium dapat dimaknai sebagai sesuatu objek yang dianggap menarik, sedangkan Punctum dapat dimaknai sebagai berbagai objek yang memiliki yang bisa diartikan lebih luas. Konsep dasar pembuatan foto agar memiliki cerita yang bagus itu sama seperti halnya kita membuat cerita melalui tulisan, maka dari itu objek pada sebuah foto dianggap sebagai subjek, kemudian satu frame tersebut berisikan subjek, predikat, objek, serta berbagai keterangan.

Noor Eva

Noor Eva, selaku narasumber kedua berbagi berbagai teknik serta konsep agar sebuah foto bisa memiliki cerita maupun pesan. Mengenali subjek lebih dalam sangatlah penting, sehingga subjek pada suatu foto memiliki karakter yang sangat kuat. Selanjutnya ekspresi subjek juga perlu diperhatikan agar personifikasi dari subjek tersebut semakin kuat. Pemilihan latar belakang juga merupakan hal yang sangat penting sehingga frame pada suatu karya foto bisa lebih indah serta menguatkan pesan pada suatu karya.

Kemudian penggunaan cahaya yang alami sangat dianjurkan, sehingga foto tersebut bisa dimaknai lebih luas karena melalui cahaya itu bisa menggambarkan sebuah latar belakang waktu maupun lokasi. Noor sangat menganjurkan penggunakan lensa fix agar lensa dapat dibuka dengan lebar serta minim distorsi. [itok]

*) Materi webinar bisa disaksikan di:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*