Bincang Buku dan Pembacaan Puisi Karya Sonia Prabowo di Sastra Bulan Purnama

Sastra Bulan Purnama, sebuah acara pembacaan puisi yang berlangsung secara rutin sebulan sekali di Tembi Rumah Budaya, pada hari Sabtu (29/1/2022) telah memasuki edisi ke-124. Edisi kali ini termasuk istimewa, karena bukan hanya membahas buku dan pembacaan puisi karya Sonia Prabowo, alumnus FEB UGM angkatan 1990, namun juga dibarengkan dengan pembukaan pameran foto bertema surealis yang semuanya juga merupakan karya Sonia.

Ons Unoro selaku koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan baru pertama kali ini terjadi kolaborasi puisi dan fotografi, sekaligus pameran foto, oleh orang yang sama. Yang pernah dilakukan adalah kolaborasi puisi dan karya seni rupa, namun kreatornya berbeda.

‚ÄúPada penampilan Sonia Prabowo, buku puisi dan fotografi, keduanya merupakan karyanya sendiri,” ujar Ons menjelaskan.

Sonia memamerkan buku kumpulan puisi karyanya

Selama ini Sonia dikenal sebagai fotografer pro sekaligus penulis handal. Buku yang diangkat sebagai tema Sastra Bulan Purnama ke-124 adalah karya terakhirnya. Sebuah buku kumpulan puisi berkolaborasi dengan foto-foto surealis jepretannya yang berjudul “Moods: 50 untuk 50”.

“Moods artinya suasana hati, sedangkan 50 untuk 50 maksudnya adalah 50 puisi untuk 50 tahun. Iya buku tersebut sengaja saya bikin untuk memberikan hadiah ultah yang ke-50 untuk diriku sendiri yang jatuh pada bulan September 2021,” jelas Sonia.

Ada 9 orang yang membacakan puisi Sonia, termasuk Sonia sendiri. Tujuh hadir membacakan secara live di tempat acara dan dua tampil secara daring. Dari 9 orang tersebut 4 di antaranya merupakan warga Kagama, yaitu Sonia, Teguh Santosa, Farid Wong, dan Budi Asmarawati. Sementara 5 lainnya, yaitu Ugo Untoro, Reza Kodok, Gek Ami dan Umi Kulsum dan Himawan adalah penyair dan fotografer sahabat Sonia.

Penampilan mengharukan Sonia ketika ikut membacakan puisi karyanya sendiri

Mereka tampil secara bergantian dan masing-masing berbeda nuansanya sesuai puisi yang dipilih. Ada yang sangat serius, ada yang penuh canda, dan ada suasana mengharukan juga. Khususnya ketika Sonia ikut tampil membacakan puisi karyanya sendiri sampai sungguh-sungguh menangis karena larut dengan suasana.

Seusai pembacaan puisi, dilanjutkan dengan bincang buku yang menghadirkan 2 narasumber. Fauzie Absal, seorang penyair, yang sejak tahun 1970-an sudah menulis puisi dan ikut aktif di Persada Studi Klub asuhan Umbu Landu Paranggi, membahas puisi-puisinya. Sedangkan fotografer senior, Pinto NH, membahas karya fotonya yang menjadi ilustrasi puisi. Bertindak sebagai moderator adalah Esti Susilarti, seorang jurnalis senior yang juga menekuni aktivitas pariwisata.

Suasana bincang buku

Di bagian akhir acara, tampil beberapa orang yang istilahnya memperkaya materi. Banyak masukan juga kritik yang terlontar. Untuk itu Sonia sangat berterima kasih kepada semuanya.

Setelah itu Pinto NH secara resmi membuka pameran yang akan berlangsung sampai tanggal 3 Februari 2022, dan mempersilakan pengunjung memasuki ruang pameran. Sedikitnya ada sekitar 100 karya foto berbagai ukuran yang dipamerkan.

Suasana pembukaan pameran

Saat diwawancarai kagama.id, Sonia mengatakan bahagia sekali ia bisa merayakan ultahnya yang ke-50 dengan pameran foto-foto karyanya. Ia bertambah senang banyak yang hadir meramaikan acaranya, terutama wajah-wajah yang lama tidak berjumpa. Ia merasa seperti acara reuni. Ia minta maaf karena tidak bisa menyapa satu persatu, dan hanya bisa mengucapkan terima kasih tak terhingga atas kehadiran mereka.

“Setelah pembacaan puisi, ternyata saya jadi menyukainya. Rasanya ingin membaca terus menerus… hahaha. Semoga pembacaan puisi ini bisa menghibur, dan karya puisi serta foto-foto saya dapat diterima dengan baik,” demikian pungkas Sonia.