Kupang, Nusa Tenggara Timur, 25 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, diwujudkan melalui aksi nyata oleh Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Pengurus Daerah Nusa Tenggara Timur (Kagamahut Pengda NTT). Bantuan kemanusiaan berupa berbagai kebutuhan pokok disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dan masih menghadapi proses pemulihan.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi dari keluarga besar alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Donasi yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam berbagai kebutuhan dasar masyarakat, antara lain beras, mi instan, biskuit bayi, sarden, pampers, susu, pembalut, dan minyak goreng.
Beragam bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama selama masa tanggap darurat dan tahapan awal pemulihan. Selain kebutuhan pangan, perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan melalui penyediaan kebutuhan bayi dan kebutuhan personal perempuan.
Aksi kemanusiaan Kagamahut Pengda NTT menjadi bagian dari semangat solidaritas keluarga besar alumni Fakultas Kehutanan UGM untuk hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi bencana.
Gamal Aryo Widagdo, alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2008 selaku ketua Pengurus Daerah Kagamahut NTT, mengatakan bahwa penggalangan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami menyadari bahwa bantuan yang kami salurkan mungkin belum sebanding dengan besarnya kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, kami ingin menunjukkan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendiri. Alumni Fakultas Kehutanan UGM ingin mengambil bagian, sekecil apa pun, untuk membantu meringankan beban masyarakat dan mendukung proses pemulihan,” ujar Gamal.
Menurut Gamal, kebutuhan masyarakat pascabencana tidak hanya terbatas pada pangan. Kondisi darurat membuat kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan bayi, perempuan, dan keluarga, menjadi semakin penting untuk dipenuhi.
“Karena itu, kami berupaya mengumpulkan bantuan yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat, mulai dari beras dan makanan hingga susu, pampers, pembalut, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Harapannya, bantuan ini dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang menerima,” katanya.
Solidaritas Alumni untuk Masyarakat Terdampak
Aksi Kagamahut Pengda NTT tersebut mendapat dukungan dari Pengurus Pusat Kagamahut. Ketua Harian Pengurus Pusat Kagamahut, Lukita Awang Nistyantara, menilai solidaritas alumni perlu diwujudkan dalam bentuk aksi konkret, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana.
“Bencana selalu menghadirkan tantangan besar bagi masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa prihatin, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Apa yang dilakukan Kagamahut Pengda NTT merupakan bentuk solidaritas keluarga besar alumni Fakultas Kehutanan UGM untuk hadir dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Lukita.
Ia mengapresiasi para alumni yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi dan mendukung penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Kami mengapresiasi Kagamahut Pengda NTT dan seluruh alumni yang telah berkontribusi. Bantuan yang diberikan mungkin sederhana, tetapi semangat solidaritas di baliknya memiliki arti yang besar. Ini menunjukkan bahwa jejaring alumni UGM dapat bergerak bersama dan memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan dukungan,” kata Lukita.
Menurutnya, semangat gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat merupakan nilai yang perlu terus dirawat oleh keluarga besar alumni Fakultas Kehutanan UGM.
“Kagamahut tidak hanya menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan jejaring alumni. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa keberadaan alumni juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Ketika terjadi bencana, kita perlu hadir dengan kemampuan yang kita miliki dan memberikan kontribusi yang nyata,” ujarnya.
Bantuan untuk Mendukung Proses Pemulihan
Gempa bumi yang melanda Flores tidak hanya menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan kebutuhan terhadap logistik dan kebutuhan dasar.
Dalam situasi pascabencana, pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Bantuan pangan dan kebutuhan sehari-hari dapat membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sembari pemerintah dan berbagai pihak melakukan pendataan kerusakan serta penanganan dampak bencana.
Kagamahut Pengda NTT memandang bahwa dukungan terhadap masyarakat terdampak perlu dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai jejaring sosial memiliki peran masing-masing dalam memperkuat proses pemulihan.
Bagi keluarga besar alumni Fakultas Kehutanan UGM, penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata nilai kepedulian dan gotong royong yang terus dijaga lintas angkatan.
Gamal menambahkan, kekuatan utama dari kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada jumlah bantuan yang terkumpul, tetapi pada semangat kebersamaan para alumni untuk bergerak bersama.
“Kami berasal dari angkatan dan latar belakang yang berbeda, tetapi ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan, semangat kekeluargaan itu menyatukan kita. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan semangat agar masyarakat Flores dapat segera bangkit,” tutur Gamal.
Senada dengan itu, Lukita berharap semangat solidaritas yang ditunjukkan melalui aksi Kagamahut Pengda NTT dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kontribusi alumni bagi masyarakat.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak dan menjadi bagian dari proses pemulihan. Yang lebih penting, semangat gotong royong seperti ini harus terus kita jaga. Alumni Fakultas Kehutanan UGM harus senantiasa hadir, memberikan manfaat, dan mengambil bagian dalam upaya menjaga masyarakat serta lingkungan,” kata Lukita.
Penyaluran donasi oleh Kagamahut Pengda NTT menjadi bukti bahwa solidaritas alumni dapat diwujudkan dalam aksi nyata. Di tengah situasi bencana, kepedulian tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi warga Flores untuk bangkit dan kembali menjalankan kehidupan secara bertahap.
Dari alumni, untuk masyarakat. Dari kepedulian, menjadi aksi nyata bagi Flores.
Terkait
Kagama.id | Berbakti dan Mengabdi kepada Ibu Pertiwi