Kagama Telekonseling 4: Long Covid-19 dan Pemulihan Pasca Covid-19

Minggu (25/7/2021), PP Kagama kembali menyelenggarakan webinar Kagama Telekonseling via Zoom Meetings dan disiarkan secara langsung pada Youtube Kagama Channel. Pada seri ke-4 kali ini mengangkat topik “Long Covid-19 dan Pemulihan Pasca Covid-19”, menghadirkan dua narasumber yakni, dr.Theresia Handayani dan dr. Siswanto, Sp.P. Berkenan memberikan kata sambutan, AAGN Ari Dwipayana, Sekjen PP Kagama & Koordinator Staff Khusus Presiden RI. Jalannya acara dipandu oleh dr. Maria Silvia Merry, M.Sc sebagai moderator, dan Muthiah dari tim Humas PP Kagama sebagai MC.

Ari Dwipayana, Sekjen PP Kagama & Koordinator Staff Khusus Presiden RI

Ari Dwipayana mengatakan kehadiran Kagama Telekonseling adalah upaya bersama alumni UGM sebagai respons lonjakan kasus Covid-19 yang dialami oleh alumni UGM dan keluarganya baik yang tanpa gejala, gejala ringan, gejala berat hingga meninggal dunia. Bantuan yang diberikan dalam Kagama Telekonseling adalah bantuan gratis berupa fasilitas pendukung medis dan psikologis untuk pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman.

“Kagama telekonseling hadir dalam platfrom WhatsApp Grup yang sejauh ini sudah berjumlah 20 grup dengan rincian 560 orang. Ke depannya Kagama Telekonseling akan hadir dalam bentuk aplikasi yang tidak hanya menangani alumni UGM dan keluarganya melainkan berlaku untuk umum dan dapat diakses diseluruh wilayah Indonesia.” ucap Ari Dwipayana.

dr.Theresia Handayani

Narasumber pertama, dr.Theresia Handayani memaparkan tentang fakta long Covid-19. Ia memulai dengan menyebutkan kategori seseorang sembuh dari Covid-19 dibagi berdasarkan gejalanya. Untuk pasien tanpa gejala dapat menyelesaikan isolasi mandiri setelah 10 hari, pasien dengan gejala ringan/sedang selesai isoman 10 hari + 3 hari jika sudah tidak mengalami gejala, untuk gejala berat/kritis selesai isoman 10 hari + 3 hari dengan dibuktikan swab test PCR negatif.

Dr. Theresia menambahkan, fenomena long Covid-19 adalah gejala Covid-19 yang masih bertahan atau muncul kembali setelah berminggu-minggu bahkan bulanan setelah pasien sembuh. Secara medis, hal ini dialami 10% persen pasien yang telah sembuh dari Covid-19. Beberapa gejala yang dialami seperti mudah lelah, batuk, hilang penciuman, nyeri kepala, nyeri otot, mual, diare dan nyeri dada. Gejala tersebut terjadi karena dampak yang disebabkan Covid-19 pada organ jantung, paru, otak, saraf, otot, hingga mempengaruhi kesehatan mental.

“Untuk menghadapi gejala tersebut, pasien bisa menerapkan pola hidup sehat dengan mengontrol kalori atau asupan gizi, berolahraga, mengatur pola tidur 6 sampai 8 jam sehari, mengelola stress dan menjaga kebersihan lingkungan.” pungkas dr. Theresia.

dr. Siswanto, Sp.P

Narasumber kedua, dr. Siswanto, Sp.P menjelaskan materinya terkait gejala long Covid-19 dan tata laksananya. Menurut dr. Siswanto menunjukkan data 13 – 87 % pasien sembuh mengalami long Covid-19. Secara umum, WHO menyebutkan pasian sembuh mengalami proses recovery selama 2 – 6 minggu.

Dr. Siswanto melanjutkan, long Covid-19 dalam beberapa kasus muncul persistent viraemia yang lemah atau tidak respon antibodi, timbul reaktifasi atau reinfeksi, inflamasi dan reaksi imun lainnya serta mengakibatkan post traumatic stress. Pemeriksaan lanjutan hematologic lengkap, marker inflamasi, tromboemboli dan cardiac, imaging untuk mencegah kemungkinan timbulnya masalah medis yang akan datang.

“Farmakoterapi juga dapat untuk memperhatikan ada tidaknya gejala klinis dan kelainan radiologis. Vaksinasi juga perlu dilakukan pada pasien sembuh dengan memperhatikan kondisi dan skrining kesehatan. Antibodi pasien sembuh mungkin kuat namun tidak mampu bertahan lama dan vaksin menjadi booster untuk mempertahankan antibodi dari serangan Covid-19 jika hal tersebut terjadi kembali.” demikian pungkas dokter speliasis paru RSA UGM tersebut. [arma]

*) Materi selengkapnya bisa disaksikan di Youtube Kagama Channel:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*