Kagama Human Capital & Gama Career Plan Webinar: Sebuah Peluang Membangun Kesuksesan melalui Personal Branding

Oleh: Rahmah Putri Fauziyah El Hady

Kagama Human Capital bersama dengan Gama Career Plan telah menyelenggarakan sebuah webinar bertajuk “Personal Branding: an Essential Step to Success” yang dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2020. Sebuah rangkaian webinar yang membahas persoalan mengenai soft skill, hard skill dan berbagai topik menarik seputar pengembangan diri. Webinar ini akan berlanjut hingga 3 seri. Dalam seri pertama, kegiatan yang diinisiasi oleh Kagama Human Capital ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan informasi mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi dunia kerja dari sudut pandang perusahaan dan recruiter serta pentingnya mengenali potensi diri serta bagaimana cara menemukan dan mengembangkannya.

Topik mengenai “Personal Branding” nampaknya cukup banyak diminati di kalangan mahasiswa. Terbukti dengan membludaknya jumlah pendaftar yang mencapai 950 orang.  Peserta yang hadir terdiri dari berbagai kalangan baik mahasiswa maupun umum yang berasal dari UGM maupun beragam instansi dan universitas yang ada di Indonesia. Webinar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada secara khidmat. Acara yang dimulai pukul 13.00 itu dipandu oleh Ni Kadek Dewi Puspitasari, mahasiswi Hubungan Internasional UGM sebagai moderator.dan dibuka oleh Adi M. Soekirno, S.Psi., M.B.A. Direktur PT. Pinasthika dan Ketua Kagama Human Capital sebagai keynote speaker.

Adi M. Soekirno, S.Psi., M.B.A. Direktur PT. Pinasthika dan Ketua Kagama Human Capital

Di awal, Adi memberikan arahan kepada semua peserta untuk mulai memformulasikan visi misi di dalam hidup. Baik selama kuliah, bekerja maupun ketika sudah berkeluarga. Visi dan misi menjadi sangat penting di dalam kehidupan karena merupakan alat untuk  menapaki tangga-tangga proses kehidupan dan kesuksesan. Adi juga menyampaikan kembali tujuan dari  webinar ini adalah untuk membantu semua peserta bisa mencapai visi misi di dalam kehidupan.

Theresia Kusumaningtyas, S.Psi., M.Sc., Head, Learning and Development (SVP HR) Permata Bank.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama tentang “Menggali Potensi Diri” oleh Theresia Kusumaningtyas, S.Psi., M.Sc. Psikolog. Beliau merupakan Head, Learning and Development (SVP HR) Permata Bank. Dalam kesempatan ini, Kusumaningtyas memaparkan 3 point utama. Diantaranya adalah pengertian potensi, cara menemukan potensi dan cara mengembangkan potensi. Mengawali presentasi, Kusumaningtyas memberikan sebuah definisi mengenai potensi yaitu segala sesuatu yang ada pada diri setiap individu yang belum selesai, artinya hal itu bisa untuk terus dikembangkan.

Lebih lanjut, Tyas menjelaskan tentang 8 macam multiple intellegences yang merupakan kecerdasan alami yang dimiliki oleh setiap pribadi. Dimana setiap individu memiliki tipe kecerdasannya masing-masing dan yang jelas akan berbeda satu dengan yang lain. Pertama, kita mengenal Visual spasial dimana seseorang uang memiliki tipe kecerdasan ini akan mudah untuk melakukan hal seperti menggambar, melukis, memahami gambar dan bangun. Kedua, ada tipe kecerdasan Linguistic-verbal dimana seorang pribadi dengan mudah mampu memahami berbagai bahasa dengan cepat. Ketiga, kita juga mengenal tipe kecerdasan Interpersonal. Seseorang dengan tipe kecerdesan ini biasanya akan luwes bergaul. Keempat, terdapat tipe kecerdasan Intrapersonal dimana individu yang memiliki tipe ini mampu untuk memahami diri sendiri dengan baik, merenung dan merefleksikan diri. Kelima, kita sudah sangat familiar dengan tipe kecerdasan yang satu ini yaitu Logical mathematical, artinya seseorang dengan tipe kecerdasan ini akan mudah memahami matematika, memiliki pikiran yang logis dan suka berhitung. Keenam, yaitu tipe kecerdasan Musical, seseorang dengan cepat mempelajari musik dan dapat memainkannya. Ketujuh, tipe kecerdasan Bodily-kinesthetic dimana seseorang dapat mengoordinasikan gerakan dengan baik. Sebagai contoh seorang penari dan pelatih senam. Tipe kecerdasan kedelapan adalah Naturalistic, artinya seseorang akan mudah untuk bercocok tanam, memelihara tanaman, memelihara hewan.

Namun dalam perjalanannya, tidak semua individu dapat menemukan potensi yang dimilikinya dengan mudah. Oleh karena itu, Tyas juga memaparkan beberapa tips and trick untuk menemukan potensi diri. Tips pertama adalah care. Coba diperhatikan dan direnungkan kearah mana yang anda pedulikan, sesuatu yang cukup dekat dengan hati kita. Selanjutnya adalah like. Meskipun terkadang kita menyukai banyak hal tetapi pasti adalah satu hal yang paling kita sukai atau kita merasa sangat enjoy berada di sana. Bisa dengan cara mencoba mengikuti atau bergabung di semua komunitas yang kita sukai, seiring berjalannya waktu pasti akan menemukan hal apa yang paling kita sukai. Tips berikutnya ialah good, artinya kita memiliki potensi yang bagus ketika dipandang oleh orang lain dan kita mencoba untuk membangun atau mengembangakn potensi diri dan kepercayaan diri berbasis potensi kita yang bagus.Selanjutnya terdapat Mastering it fast, artinya ketika kita menemukan sebuah potensi, kita akan dengan mudah menguasai secara cepat dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Tips selanjutnya adalah satisfaction, artinya ketika kita mengerjaka sesuatu sesuai dengan potensi kita hal itu akan memberikan kepuasan dalam diri kita sendiri dan sesuai hati nurani. Terakhir adalah don’t know how to teach it, artinya potensi dalam diri kita hadir secara alami. Sehingga ketika ada seseorang bertanya bagaimana cara kita bisa melakukan hal itu, kita akan sulit untuk mengajarkannya.

Ada 3 kata kunci yang juga dibagikan Tyas kepada peserta webinar untuk semakin memudahkan menemukan potensi diri. “Try, Ask and Explore”. Dengan mempraktikkan ketiga kata kunci tersebut, tidak mustahil setiap individu semakin mudah untuk menemukan potensi dirinya. Sebagai contoh, selalu mencoba untuk bergabung dengan banyak kegiatan ataupun organisasi. Berani untuk bertanya kepada siapapun terkait hal yang kita sukai, dan terakhir explore segala sesuatu yang ada di dalam kegiatan maupun organisasi tersebut, bangunlah jejaring sebanyak mungkin dan selalu bertanya tentang apa yang ingin diketahui. Selama ini, terkadang potensi setiap individu sudah terlihat sejak kecil akan tetapi dalam perjalanannya potensi tersebut kurang dilatih. Maka dari itu tugas setiap individu mulai sekarang adalah terus mencoba, melatih dan mengembangkan potensi  yang dimiliki.

Theresia Maria Ninawati, M.Psi., Corporate People Development Dept. Head PT Astra International

Tidak berhenti sampai disini, webinar dilanjutkan dengan pemaparan tentang “Bedah CV: How to Boost Your Curriculum Vitae” yang disampaikan oleh Theresia Maria Ninawati, M.Psi yang akrab disapa Nina. yang merupakan seorang Corporate People Development Dept. Head PT Astra International. Di dalam kesempatan ini, Nina berbagi insight menarik seputar CV.

Mengawali pemaparannya, Nina memberikan setidaknya 3 pentingnya sebuah CV Screening, diantaranya: Targeted Information About Yourself, adanya CV untuk memperkenalkan diri yang paling pertama ke perusahaan, sebelum adanya tahap-tahap seleksi selanjutnya. Kemudian It is Your First Opportunity to Make a Good Impression, CV ini juga menjadi sarana untuk mencerminkan good impression, mencerminkan kita yang baik agar dapat dikenali oleh perusahaan. Dan yang terkahir adalah Your CV is Your Personal Branding, artinya CV merupakan personal branding setiap individu, mengapa pelamar bisa dianggap layak untuk bekerja di suatu perusahaan.

Melalui CV kita bisa dikenal dan orang lain akan mampu melihat berbagai macam keunikan kita sehingga kita bisa dianggap layak untuk berada di suatu tempat atau posisi tertentu. Melihat begitu penting dan krusialnya sebuah CV, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat CV memiliki daya tarik dan menarik. Hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja isi dari CV. Nina memberikan sebuah insight terkait apa saja yang harus ada di dalam CV. Pertama personal detail atau identitas dan kontak. Identitas merupakan hal pertama yang terdapat di CV, tetapi terkadang pelamar tidak mencantumkan identitas kontak yang bisa dihubungi. Ini adalah hal simpel yang terkadang di abaikan. Kedua education and qualification biasanya berupa IPK dan sertifikasi. Salah satu hal yang dilihat oleh perusahaan adalah sertifikasi. Hal ini yang membuat universitas melakukan sertifikasi untuk membekali mahasiswanya dalam menghadapi dunia kerja. “IPK merupakan hal yang penting”, tutur Bu Nina. Akan tetapi IPK yang baik belum tentu menjamin bisa kerja diperusahaan-perusahaan besar karena perusahaan tidak hanya melihat ipk saja melainkan juga melihat bagaimana pelamar dapat berinteraksi dengan orang lain, dapat beradaptasi dengan cepat. Selanjutnya adalah work/organization experiences. Hal ini berkaitan dengan related skill and responsibility. Menurut Nina, keaktifan organisasi merupakan hal yang penting. Fresh graduate belum punya pengalaman kerja di perusahaan jadinya untuk melihat pelamar memiliki potensi atau tidak dapat dilihat dari keaktifan organisasi dan mengikuti kegiatan magang. Selanjutnya yang perlu ada di dalam CV adalah hal yang berkaitan dengan Interest and achievementatau ketertarikan dan minat. Achievement tidak harus memenangkan sebuah lomba, tetapi bisa ketika mendapat predikat “mahasiswa terbaik 2020”. Kemudian ada skills, sebagai contoh  sertifikasi akan sangat membantu. Karna skill ini akan dilihat relevansinya dengan posisi” yang dibuka oleh perusahaan. Dan yang terakhir adalah references, pihak-pihak yang bisa ditanya atau menjadi rekomendasi agar dapat lebih mengenali pelamar.

Lebih lanjut, beliau juga memberikan pemaparan yang cukup detail terkait apa yang biasa dilihat oleh recruiter di dalam CV para pelamar. Lebih lanjut, beliau juga memberikan pemaparan yang cukup detail terkait apa yang biasa dilihat oleh recruiter di dalam CV para pelamar. Basic criteria: Administration selection criteria. Pada saat melihat lowongan kerja pasti ada kriteria. Sebagai contoh terdapat kriteria IPK. Pelamar lebih baik menyocokkan dulu dengan basic kriteria, jika dari awal tidak memenuhi kriteria, akan lebih baik untuk mencari posisi atau lowongan lain yang kriterianya sesuai dengan pelamar. Experiences: Work experience, internship, and organization’s experiences. Misal untuk posisi manajemen training, manajemen training disiapkan untuk menjadi leader di perusahaan tersebut. Coba untuk menceritakan pengalaman ketika memimpin orang lain. Sebagai contoh jika belum pernah memimpin organisasi, tetapi pernah menjadi anggota dan pernah memimpin sub kegiatan atau event, itu tetap bisa dituliskan di dalam CV. Pengalaman organisasi itu sangat luas, sehingga pelamar harus memahami potensi yang dapat ditonjolkan agar dapat dilihat oleh perusahaan.

Achievement Education and non education: artinya orang-orang yang mencari motivasi tinggi selama kuliah atau selama organisasi. Kenapa melihat achievement, karena hampir semua perusahaan mencari orang yang bisa dikembangkan, mencari orang-orang yang memiliki motivasi diri yang tinggi sehingga saat kerja menghasilkan prestasi yang baik. Indikasi nya dapat dilihat ketika achivement di saat kuliah atau Ketika berorganisasi. Salah satu contoh achievement seperti mendapatkan IPK terbaik, menjadi mahasiswa terbaik, mengikuti lomba, menjadi finalis lomba. Namun ada hal yang sangat krusial sebelum membuat CV yaitu analisis posisi atau perusahaan yang akan dituju. Hal ini penting mengingat CV yang akan dibuat harus disesuaikan dengan posisi yang dibutuhkan dan model perusahaan seperti apa yang dituju.

Pemaparan materi yang sangat menarik dan detail menjadi kunci keberhasilan webinar, terbukti dengan antusiasme peserta untuk bertanya di akhir sesi. Selain itu, terdapat pula kuis berhadiah yang semakin meningkatkan semangat dan antusiasme peserta untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan. Terakhir, ada pesan unik yang di sampaikan oleh Adi Soekirno, Theresia Kusumaningtyas dan Ninawati untuk semua peserta. Temukan visi misi di dalam kehidupan sehingga memudahkan untuk mencapai langkah berikutnya. Kemudian terdapat rumus orang bahagia diantaranya: Happiness, totality, expertise, and then money will follow you dan selalu explore kesempatan untuk belajar dimana saja, kapan saja, darimana saja serta perluas networking.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*