Kagama Aceh Salurkan Bantuan bagi Siswa Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Kagama Aceh Salurkan Bantuan bagi Siswa Terdampak Banjir di Aceh Tamiang


​ACEH TAMIANG, KAGAMA – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Pengda Aceh menyalurkan bantuan paket perlengkapan sekolah bagi puluhan siswa di SD Negeri Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang sempat terganggu akibat bencana banjir yang melanda kawasan tersebut.
​Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di halaman sekolah oleh perwakilan Kagama Aceh kepada para siswa yang didampingi oleh dewan guru dan orang tua murid. Suasana haru dan ceria tampak menyelimuti wajah para siswa saat menerima perlengkapan sekolah


​Ketua Kagama Aceh menyatakan bahwa bantuan ini difokuskan untuk memulihkan aspek psikologis pendidikan anak pascabencana dan Membangun Kembali Semangat siswa.

​”Kami ingin memastikan bahwa bencana tidak memutus harapan anak-anak untuk belajar. Kehadiran kami di SDN Sapta Marga adalah bentuk solidaritas kemanusiaan agar mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar perwakilan Kagama dalam sambutannya.

​Kepala Sekolah SDN Sapta Marga beserta seluruh jajaran guru menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Kagama Aceh. Menurut pihak sekolah, bantuan berupa paket perlengkapan belajar sangat mendesak dibutuhkan mengingat kondisi ekonomi sebagian besar orang tua murid yang juga terdampak secara finansial akibat banjir.


​”Kami keluarga besar SD Negeri Sapta Marga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kagama atas bantuan ini. Ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak kami,” ucap salah seorang guru yang disambut sorak sorai riang dari para siswa.


​Komitmen Berkelanjutan

​Aksi di Manyak Payed ini merupakan bagian dari rangkaian program “Kagama Peduli” yang terus bergerak di berbagai wilayah di Aceh yang rawan bencana. Kagama berkomitmen untuk tidak hanya hadir dalam ranah akademis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi sosial kemasyarakatan.
​Aceh Tamiang memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan intensitas curah hujan tinggi yang sering memicu luapan sungai. Melalui bantuan ini, diharapkan koordinasi antara lembaga alumni, pemerintah daerah, dan sektor swasta dapat semakin solid dalam melakukan mitigasi serta pemulihan pascabencana bagi sektor pendidikan.