Menuju Reuni Perak, Rimbawan UGM 2001 Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim

Oleh : Galeh Primadani

Jakarta – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim dhuafa yang digelar alumni Rimbawan 2001 pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Reuni Perak Rimbawan UGM 2001, yang menandai perjalanan 25 tahun para alumni sejak menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Bertempat di Rumah Dinas Menteri Sekretaris Negara, kegiatan ini mempertemukan sekitar 30 alumni angkatan 2001 yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sejak sore hari, para alumni mulai berdatangan, saling menyapa, berbagi cerita, dan mengenang kembali masa-masa kebersamaan ketika menempuh pendidikan di kampus biru Yogyakarta.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi momentum bagi kami untuk kembali mempererat silaturahmi setelah 25 tahun perjalanan sebagai Rimbawan 2001. Kami ingin memulai rangkaian menuju Reuni Perak dengan kegiatan yang membawa nilai kebersamaan sekaligus kepedulian sosial,” ujar Hendrix Purnama, Ketua Angkatan Rimbawan UGM 2001.

Selain menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga membawa semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Sebanyak 31 anak yatim dhuafa turut diundang untuk menerima santunan dan berbuka puasa bersama. Kehadiran mereka menambah makna tersendiri bagi para alumni yang ingin menjadikan pertemuan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi antaralumni yang berlangsung santai dan penuh keakraban. Suasana kemudian berlanjut dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Yasir Arafat Liputo. Dalam tausiahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan, rasa syukur, serta semangat berbagi kepada sesama, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin akrab. Para alumni, undangan lintas angkatan, serta anak-anak yatim dhuafa duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Momen sederhana tersebut menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan yang terus terjaga meskipun waktu telah membawa para alumni menempuh jalan hidup yang berbeda.

Menurut Hendrix, kegiatan ini juga menjadi awal dari berbagai agenda yang akan dilaksanakan menjelang puncak Reuni Perak pada Oktober mendatang. “Kami berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan seperti ini dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat jejaring alumni agar bisa memberi kontribusi lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri alumni lintas angkatan dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, antara lain angkatan 1999, 2000, dan 2002. Kehadiran lintas generasi ini semakin mempererat jejaring alumni kehutanan sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di antara para rimbawan.

Pemilihan lokasi kegiatan di Rumah Dinas Menteri Sekretaris Negara tidak lepas dari dukungan salah satu alumni Rimbawan 2001, Wahyu Fibriyanti, yang merupakan istri dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang juga alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1999.

Melalui kegiatan ini, para alumni berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi sosial yang menjadi nilai para rimbawan dapat terus terjaga hingga puncak perayaan Reuni Perak Rimbawan UGM 2001 yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*