PADI Reborn Berkolaborasi dengan KAGAMA Merilis Ulang Lagu “Kagama Bhakti”

Grup band PADI Reborn kembali merilis sebuah karya musik untuk kepentingan non komersil. Setelah pada Oktober 2020 merilis lagu “Ingat Pesan Ibu” sebagai bentuk kolaborasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, selanjutnya PADI Reborn berkolaborasi dengan Kagama merilis ulang lagu “Kagama Bhakti” yang diciptakan dan diaransemen Dika Sri Hapsari, alumnus Fakultas Pertanian UGM. Pada hari Senin (22/2/2021) para personil PADI Reborn berkesempatan beranjangsana dan menyerahkan lagu karyanya tersebut kepada Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah.

Ganjar Pranowo, Prof. Paripurna dan para personil PADI Reborn dalam acara jumpa pers

Ganjar menerima personil PADI Reborn di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang berbarengan dengan acara pengenalan  GeNose, alat pendeteksi Covid-19 karya Prof. Kuwat Triyana, Guru Besar FMIPA UGM. Turut hadir dalam acara tersebut Prof. Paripurna P. Sugarda, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM. Selain tamu undangan yang hadir langsung, tercatat ada ratusan penonton yang menyaksikan secara daring lewat kanal Youtube Kagama Channel.

Secara khusus Ganjar mengapresiasi PADI Reborn sebagai musisi yang punya kepedulian tinggi dan berkontribusi positif untuk masyarakat. “Lagu ini punya nilai-nilai yang sangat bagus sekali. Lewat musikalitas dari PADI lagu ‘Kagama Bhakti’ semakin luar biasa. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, tidak hanya sebatas bagi alumni UGM saja,” ujar Ganjar.

Lagu “Kagama Bhakti” yang dirilis ulang oleh PADI Reborn tersebut berdurasi 3:41 menit, liriknya menggambarkan keelokan alam dan budaya Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan. Juga menegaskan komitmen seluruh alumni UGM untuk bersatu dan berkontribusi untuk negeri tercinta kita Indonesia.

Fadly, vokalis PADI Reborn mengungkapkan ini adalah sebuah kehormatan buat ia dan teman-teman PADI untuk menyanyikan lagu yang menjadi pedoman alumni UGM dalam upaya menjaga dan memajukan Indonesia. Menurut Fadly lagu tersebut memiliki daya magis yang kuat, dengan notasi musik yang harmonis serta bait lirik yang merefleksikan kecintaan terhadap alam dan budaya Indonesia. Dengan notasi dan liriknya, lagu ini seakan bisa membius pendengar untuk terhanyut dalam keindahan Indonesia.

“Kami mencoba memberikan sedikit sentuhan musik khas PADI Reborn untuk memperkuat pesan-pesannya,” ujar Fadly.

Sementara itu sang gitaris Piyu mengungkapkan keterkejutannya ketika awalnya diminta untuk menggarap lagu “Kagama Bhakti”, mengingat tidak ada satupun personil PADI Reborn yang merupakan alumni UGM. “Tentu awalnya kaget ketika kami yang diminta untuk membawakan lagu Kagama Bhakti. Namun setelah pembicaraan dengan pengurus-pengurus Kagama kami justru tersadarkan kolaborasi ini menjadi simbol bahwa Kagama ini organisasi yang inklusif dan terbuka bagi siapapun untuk bekerjasama, sepanjang tujuannya berkontribusi positif bagi bangsa,” demikian penjelasan singkat Piyu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*