Webinar PP Kagama – Kafispolgama: Airlangga Hartarto Mengajak Semua Pihak Mensukseskan Presidensi G20 Indonesia

Saat ini Indonesia menjadi titik sentral pertemuan penting kerjasama kawasan dalam organisasi regional dan dunia, seperti forum ASEAN dan G20 (sebuah forum pertemuan negara-negara yang memiliki perekonomian besar di dunia). Pada tahun 2022 Indonesia ditunjuk menjadi Presidensi G20, dan berlanjut tahun 2023 menjadi chairmanship ASEAN. Ini menjadi momentum sangat berharga bagi Indonesia. Demikian dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. (HC), Ir. Airlangga Hartarto, selaku keynote speaker pada webinar berjudul Presidensi G20 Indonesia: Tantangan, Kesempatan dan Peran Masyarakat Indonesia″, yang diselenggarakan PP Kagama bersama Kafispolgama, Jumat (17/12/2021).

Airlangga mengajak semua pihak, termasuk warga Kagama untuk mensukseskan Presidensi G20 yang berpotensi meningkatkan konsumsi dalam negeri sebesar 1,7 triliun rupiah dan penambahan PDB sebesar 7,47 triliun rupiah, serta pelibatan tenaga kerja langsung sebanyak 33 ribu jiwa pada berbagai sektor industri hospitality. Secara ekonomi ini akan mendorong kepercayaan dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Perlu diketahui terdapat banyak kelompok dalam anggota G20 dengan membawa kepentingan masing-masing. Indonesia dengan prinsip musyawarah dan mufakat yang selama ini diberlakukan di ASEAN, diharapkan bisa menjembatani fasilitas kerja antar kelompok di G20.

Keberagaman merupakan ciri khas G20 yang didorong oleh slogan “unity in diversity”. Slogan tersebut kebetulan sangat cocok dengan semboyan kita Bhinneka Tunggal Ika. Diharapkan Indonesia bisa menjalankan prinsip yang selama ini diberlakukan di ASEAN, yaitu konsensus dan musyawarah untuk mufakat, buat mewarnai serta menjiwai pertemuan G20 ke depan.

Tantangan yang perlu diperhatikan ke depan adalah target SDGs 2030 yang bisa saja meleset dari perkiraan, karena berbagai sebab. SDGs adalah singkatan dari Sustainable Development Goals yang merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

“Dunia sedang menunggu kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 untuk mengambil kebijakan yang berwawasan ke depan yang bersifat inklusif dan mempunyai langkah-langkah konkrit di luar narasi-narasi politik. Presiden Jokowi mencita-citakan platform kerjasama yang dibangun dalam G20 adalah melalui 3 sektor, yaitu kesehatan global, transformasi ekonomi melalui digitalisasi, dan transisi energi yang berkelanjutan,” demikian Airlangga mengakhiri sambutannya.

*) Materi selengkapnya bisa disaksikan di Youtube Kagama Channel:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*