Merawat Semangat ‘Migunani’ di Tanah Pasundan: Potret Hangat Buka Bersama Kagama Jawa Barat

Merawat Semangat ‘Migunani’ di Tanah Pasundan: Potret Hangat Buka Bersama Kagama Jawa Barat

BANDUNG, KAGAMA — Riuh rendah tawa dan tegur sapa memecah kesunyian Sabtu sore di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Di salah satu sudut aula Hotel Ibis, puluhan pasang mata saling mencari wajah-wajah familiar di tengah kerumunan. Tak ada sekat usia yang kaku; seorang purnabakti lulusan tahun 1977 tampak asyik bertukar cerita dengan pemuda lulusan 2025 yang baru saja memulai langkah di dunia kerja.

Momen tersebut menjadi potret nyata dalam acara Buka Puasa Bersama Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Barat yang digelar pada Sabtu (28/2/2026). Pertemuan ini bukan sekadar ritual tahunan pengisi bulan Ramadhan, melainkan momentum penguatan jejaring alumni UGM yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Ketua Pengda Kagama Jabar, Dr. dr. Dodo Suhendar, MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga identitas moral alumni di tengah dinamika zaman. Ia mengingatkan kembali filosofi dasar organisasi yang menjadi ruh bagi setiap langkah anggota Kagama.

“Kita harus tetap menjunjung tinggi prinsip Guyub, Rukun, lan Migunani sa Lawase (Kebersamaan, Rukun, dan Bermanfaat Selamanya). Di mana pun kita berpijak, terutama di Jawa Barat ini, alumni UGM harus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Dodo di hadapan para alumni.

Pesan “Migunani” atau menjadi bermanfaat ini memang menjadi DNA Kagama yang ditekankan dalam berbagai kesempatan nasional. Di Jawa Barat, semangat ini diterjemahkan melalui berbagai aksi sosial dan kolaborasi lintas profesi yang dijalankan oleh para anggotanya.

Solidaritas Almamater

Suasana hangat semakin terasa saat General Manager Hotel Ibis Pasteur, Ika, memberikan sambutannya. Sebagai sesama alumnus (Fisipol UGM angkatan 1989), Ika mengungkapkan rasa bangganya dapat memfasilitasi pertemuan besar ini.

Bentuk solidaritas nyata pun ditunjukkan. “Sebagai bagian dari keluarga besar, kami memberikan harga khusus berupa diskon 30 persen bagi alumni UGM yang menginap di sini,” ujar Ika yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari peserta. Tawaran ini menjadi simbol bagaimana jejaring alumni dapat saling mendukung secara praktis dalam ekosistem profesional.

Lintas Generasi

Kehadiran alumni dari rentang waktu hampir lima dekade—sejak angkatan 1977 hingga 2025—menunjukkan regenerasi organisasi yang berjalan sehat. Bagi para lulusan baru (2025), acara ini menjadi jembatan untuk mendapatkan bimbingan (mentorship) informal dari para senior yang telah mapan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga kewirausahaan di Jawa Barat.

Acara yang berlangsung hingga pukul 20.30 WIB ini diisi dengan sesi ramah tamah yang santai namun bernas. Setelah berbuka puasa dan menunaikan shalat Maghrib berjamaah, para peserta melanjutkan perbincangan, bernostalgia tentang kenangan di Bulaksumur sembari mendiskusikan peluang kolaborasi di masa depan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar jalinan silaturahmi ini tetap kokoh. Di tengah dinginnya udara Bandung malam itu, kehangatan persaudaraan Kagama Jabar seolah menegaskan bahwa meski raga tak lagi di Yogyakarta, semangat pengabdian mereka tetap menyala di tanah Pasundan.