KAGAMA Sekar Gendhing Kembali Unjuk Kemampuan di GSP

Setiap personil Kagama Sekar Gendhing (KSG) pastilah mempunyai alasan masing-masing dalam menjalani rutinitas latihan karawitan. Mereka dengan semangat rajin berlatih sekali seminggu, sengaja meluangkan waktunya demi satu tujuan yaitu ikut merawat seni budaya adiluhung bangsa. Pentas bukanlah tujuan terakhir, mereka justru menikmatinya pada saat proses berlatih dimana suasana guyub & hangat tercipta di antara personilnya. Namun tampil di panggung dengan disaksikan sejumlah penonton & mengapresiasi dengan gemuruh tetaplah menjadi penyemangat tersendiri. Mereka sangat serius berlatih karena mereka tidak mau tampil asal-asalan & harus memberikan kemampuan terbaik yang dimiliki serta memberikan kepuasan kepada penonton.

Setelah debutnya dalam acara Temu Alumni Penerima Beasiswa tanggal 14 Desember 2019 yang lalu, KSG kembali menunjukkan kemampuannya sebagai pembuka acara Pembekalan Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2019-2020 yang diselenggarakan di Gedung Grha Sabha Pramana UGM pada tanggal 21 Januari 2020. Dalam penampilan kedua ini terlibat 15 pengrawit dan 8 pesinden dengan membawakan 11 gendhing Jawa. Gendhing Kebo Giro tetap menjadi primadona pembuka untaian gendhing-gendhing lainnya. Ladrang Sumirat, Lancaran Gugur Gunung, Lancaran Kuwi Apa Kuwi, Suwe Ora Jamu, Gumregah, Menthog, Kupu Kuwi, Anak Indonesia, Jaranan, Pancasila, dan Bang Bang Wus Rahina kemudian menyusul mengalun klasik di belakangnya.

Mengejawantahi pesan Bung Karno tentang pentingnya penghargaan kepada diri bangsa ini sendiri, maka pastilah beliau menghendaki bangsa ini untuk pula menghargai budayanya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai hasil cipta, rasa dan karsa dari anak-anak bangsa itu sendiri. Semoga Kagama Sekar Gendhing dapat menjadi bagian dalam mencintai bangsa ini.

Naskah: Dona Dewi – Foto: Widia Etna

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*