Halalbihalal KAGAMA Solo: Merawat Silaturahmi Alumni, Meneguhkan Peran Sosial di Kota Budaya

Halalbihalal KAGAMA Solo: Merawat Silaturahmi Alumni, Meneguhkan Peran Sosial di Kota Budaya

Solo — Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Cabang Surakarta menggelar Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi alumni UGM untuk mempererat silaturahmi, merefleksikan nilai kebersamaan, serta meneguhkan komitmen kontribusi sosial di tengah masyarakat Kota Solo.

Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat KAGAMA, Nezar Patria, bersama jajaran pengurus dan anggota KAGAMA Solo. Tampak pula Ketua KAGAMA Cabang Surakarta KGPH Panembahan Dipokusumo, para alumni yang aktif di bidang pemerintahan, politik, akademik, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebagai tuan rumah, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, selaku tuan rumah, sekaligus alumni UGM menekankan bahwa KAGAMA memiliki posisi strategis di Kota Solo, mengingat banyak alumninya yang saat ini turut mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Menurutnya, perjumpaan seperti halalbihalal menjadi medium penting untuk memperkuat modal sosial alumni.

“Suasana kekeluargaan ini perlu terus dirawat, tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga dalam ruang-ruang silaturahmi. Dari sini kita bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk kemajuan bersama,” ujar Astrid.

Astrid juga mengajak keluarga besar KAGAMA menjadikan halalbihalal sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan kepedulian sosial. Ia menyebut KAGAMA Solo selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kebudayaan, seperti pembagian sarung pada bulan Ramadhan, pelestarian seni tari, serta pementasan ketoprak tahunan.

Kehadiran Nezar Patria menambah bobot reflektif acara tersebut. Dalam pertemuan itu, Nezar menegaskan bahwa tradisi halalbihalal tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan sarana menjaga kohesi organisasi alumni di tengah tantangan zaman.

Cabang-cabang KAGAMA di daerah, menurut Nezar, memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan realitas sosial di tingkat lokal. “KAGAMA bukan hanya jejaring alumni, tetapi keluarga besar yang diharapkan terus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Rangkaian Acara Sarat Nilai Kebangsaan dan Refleksi

Halalbihalal KAGAMA Surakarta diawali dengan registrasi peserta sejak pagi, disambut alunan lagu-lagu religi. Acara resmi dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Himne Gadjah Mada, pembacaan Gema Wahyu Ilahi dan Sari Tilawah, serta ikrar halalbihalal sebagai penanda semangat saling memaafkan.

Sesi reflektif diisi dengan Makna Halal Bihalal yang disampaikan Prof. Sofyan Anif, mengajak alumni memaknai Idulfitri sebagai momentum penyucian diri dan penguatan etika sosial. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum KAGAMA Kota Surakarta, perwakilan Pengurus Daerah KAGAMA, serta Wakil Wali Kota Surakarta.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, foto bersama, dan prosesi bersalam-salaman antarpeserta. Menjelang siang, suasana semakin cair melalui ramah tamah, makan siang bersama, serta pembagian doorprize yang menambah keakraban peserta. Hiburan musik turut dihadirkan melalui penampilan Kagama Rock n Roll yang membawakan lagu “Rumah Kita”, menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus kebersamaan.

Melalui halalbihalal ini, KAGAMA Solo menegaskan kembali posisinya sebagai wadah alumni yang guyub, rukun, dan peduli, serta siap berkontribusi bagi kehidupan sosial, budaya, dan kebangsaan di Kota Surakarta.