Ridwan Iriadi, Alumni Kehutanan UGM yang Tak Pernah Henti Menebar Ilmu

ACEH BESAR – Upaya pelestarian lingkungan pesisir terus dilakukan melalui kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di Desa Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 200 batang mangrove ditanam dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Syiah Kuala, unsur kecamatan, perangkat desa, hingga masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut turut diprakarsai oleh BPDAS Krueng Aceh melalui penyediaan bibit mangrove, serta Dr. Ir. Ridwan Iriadi, S. Hut, M. Si, IPM selaku Kasi Perencanaan dan Evaluasi DAS menjadi Narasumber dengan Tema Konservasi Mangrove dalam Ketahanan Wilayah Pesisir dan ikut serta dalam Penanaman Bersama. Ridwan Iriadi merupakan seorang akademisi dan praktisi lingkungan yang dikenal aktif dalam bidang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan lingkungan hidup. Penanaman mangrove ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir, mengurangi risiko abrasi pantai, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami kawasan pantai.

Ridwan Iriadi merupakan alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1998. Saat ini ia juga mengabdi sebagai dosen pada Sekolah Pascasarjana Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Meskipun proses perkuliahan kerap dilaksanakan secara daring, Ridwan tetap aktif menjalankan tugas akademiknya sebagai pengajar dan pembimbing mahasiswa.

Sebagai dosen dengan pangkat akademik Lektor, Ridwan mengampu sejumlah mata kuliah, antara lain Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), Hukum dan Kebijakan Lingkungan, serta Pemodelan Lingkungan. Selain aktif mengajar, ia juga dikenal produktif menulis berbagai jurnal ilmiah dan buku yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.

Di luar aktivitas akademik, Ridwan saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi DAS. Berbekal pengalaman dan keahliannya, ia kerap dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan, seminar, dan diskusi yang membahas pengelolaan DAS, konservasi lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.

Dedikasinya terhadap dunia pendidikan juga diwujudkan melalui keterlibatannya sebagai staf pengajar di beberapa perguruan tinggi di Aceh. Selain mengajar pada Program Pascasarjana, Ridwan juga menjadi staf pengajar di Universitas Almuslim Bireuen serta Universitas Gajah Putih Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang merupakan kampung halamannya.

Menurut Ridwan, penanaman mangrove tidak hanya berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan upaya konservasi seperti ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Kegiatan penanaman mangrove di Desa Lambadeuk menjadi salah satu wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan pesisir Aceh untuk generasi masa depan.