Perluas Jangkauan di Aceh Tamiang, KAGAMA Awali Pembangunan 20 Huntara Tahap Kedua

Perluas Jangkauan di Aceh Tamiang, KAGAMA Awali Pembangunan 20 Huntara Tahap Kedua

ACEH TAMIANG, KAGAMA.ID – Langkah kemanusiaan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) dan UGM dalam memulihkan Aceh Tamiang memasuki babak krusial. Setelah berhasil menuntaskan fase awal, kini proyek mulai merambah sasaran yang lebih luas dengan target pembangunan 20 unit hunian baru untuk warga terdampak.

​Progres dan Target Jangka Panjang
​Laporan terbaru per April 2026 mengonfirmasi bahwa pembangunan tahap pertama telah rampung sepenuhnya dengan 7 unit rumah siap huni. Keberhasilan ini menjadi momentum bagi PP KAGAMA, UGM, dan KAGAMA Aceh untuk menggulirkan pembangunan tahap kedua.


​Pada tahap kedua ini, direncanakan akan berdiri 20 unit huntara secara bertahap. Sebagai langkah awal dari fase ini, tim lapangan mulai mengeksekusi pembangunan 5 unit rumah perdana.
​Sama seperti sebelumnya, efisiensi anggaran tetap dijaga pada angka Rp15 juta per unit. Selain hunian, fase ini juga memprioritaskan pembangunan satu unit Balai Pertemuan senilai Rp20 juta yang diproyeksikan menjadi jantung interaksi sosial dan pusat pemulihan psikososial warga.

Panggilan Pengabdian: Ajakan Berdonasi
​Pembangunan 20 rumah di tahap kedua ini merupakan tantangan besar yang memerlukan napas panjang perjuangan. KAGAMA memanggil seluruh elemen alumni di mana pun berada untuk kembali menunjukkan jati diri sebagai alumnus universitas kerakyatan.
​”Setiap kontribusi, sekecil apa pun, adalah bata yang menyusun kembali harapan warga Aceh Tamiang yang sempat runtuh,” ungkap Sulastama Raharja, Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan PP KAGAMA.


​Bagi rekan-rekan alumni yang ingin berpartisipasi dan menyalurkan donasi untuk menyukseskan pembangunan sisa unit dalam rencana tahap kedua ini, dukungan dapat disalurkan melalui mekanisme resmi PP KAGAMA & KAGAMA Aceh. Partisipasi ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan pesan solidaritas bahwa Aceh Tamiang tidak berjalan sendirian dalam masa pemulihan ini.
​Dengan sinergi yang kuat antara alumni dan universitas, target 20 unit huntara ini diharapkan dapat segera tuntas, memberikan perlindungan yang layak bagi keluarga-keluarga yang kini tengah menanti kepastian tempat tinggal.