Joncik Muhammad Nahkodai KAGAMA Sumatera Selatan

Joncik Muhammad Nahkodai KAGAMA Sumatera Selatan

Konsolidasi Alumni UGM untuk Peran Lebih Strategis di Daerah

PALEMBANG, KAGAMA — Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sumatera Selatan memasuki fase baru kepemimpinan. Pada Sabtu (14/2/2026) malam, Dr. H. Joncik Muhammad, Bupati Empat Lawang, resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Sumsel periode 2025–2030 oleh Ketua Harian Pengurus Pusat KAGAMA, Budi Karya Sumadi, dalam sebuah prosesi khidmat di Hotel Excelton Palembang.

Pelantikan tersebut sekaligus mengukuhkan pengurus daerah dan sejumlah pengurus cabang KAGAMA di Lubuklinggau, Prabumulih, PALI, Empat Lawang, dan OKU Timur. Momen ini menjadi ajang konsolidasi besar alumni UGM di Sumatera Selatan, yang menurut berbagai laporan merupakan salah satu komunitas alumni UGM terbesar di luar Pulau Jawa.

Harapan Besar dari Pusat dan Daerah

Dalam sambutannya, Budi Karya menegaskan bahwa organisasi alumni tidak boleh berhenti pada silaturahmi. “KAGAMA harus menjadi simpul kolaborasi. Alumni tidak hanya berkumpul, tetapi menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga meminta KAGAMA Sumsel turut memperkuat citra daerah, mulai dari potensi wisata hingga keramahtamahan masyarakat.

Senada dengan itu, KAGAMA Sumsel dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan. Potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang—pemerintahan, pendidikan, bisnis, hingga sektor sosial—dinilai sebagai modal penting memperkuat jejaring kolaborasi dan merumuskan program pembangunan yang inklusif.

Komitmen Joncik: Dari Konsolidasi hingga Penguatan Data Alumni

Usai dilantik, Joncik menegaskan komitmennya untuk menjadikan KAGAMA Sumsel sebagai wadah kolaborasi yang aktif dan bermanfaat. Ia menyampaikan bahwa “amanah ini adalah tanggung jawab untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memastikan alumni UGM hadir sebagai solusi bagi persoalan sosial dan ekonomi di Sumsel.”

Salah satu agenda prioritas kepengurusan baru adalah pendataan ulang dan validasi basis data alumni hingga tingkat kabupaten/kota. Selama ini jumlah alumni sangat besar, tetapi belum terdata secara akurat. Pendataan ini dipandang penting untuk memetakan potensi dan menyusun program berbasis keahlian alumni.

Program Strategis: Pendidikan, Pemberdayaan, dan Inovasi Sosial

KAGAMA Sumsel akan memfokuskan diri pada program-program yang membumi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Beragam agenda yang disiapkan antara lain:

  • Beasiswa dan dukungan pendidikan bagi siswa kurang mampu, serta pendampingan siswa SMA/SMK untuk mempermudah akses masuk UGM.
  • Pengembangan kewirausahaan dan inovasi, melalui lokakarya, bimtek, dan kemitraan strategis yang membuka akses pendanaan bagi alumni.
  • Pengabdian masyarakat berbasis profesi, termasuk pemeriksaan kesehatan, pembangunan infrastruktur kecil, hingga program riset terapan untuk kebutuhan daerah.
  • Dukungan terhadap program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, yang menurut Joncik sudah berjalan di 34 titik di Empat Lawang.

Program-program ini, menurut pengurus, menjadi wujud nyata peran alumni UGM dalam membantu masyarakat dan memperkuat kapasitas daerah.

Konsolidasi Besar Alumni dan Misi KAGAMA

Pelantikan ini juga menjadi panggung konsolidasi kekuatan alumni UGM di Sumsel. Berbagai sambutan menyoroti pentingnya mengelola jejaring alumni sebagai kekuatan moral dan intelektual. “UGM bukan hanya besar karena sejarahnya, tetapi karena kontribusi alumninya di berbagai bidang,” ujar Joncik.

Bendahara KAGAMA Sumsel, Alfin Suhada, menambahkan bahwa jejaring alumni lintas profesi merupakan kekuatan besar untuk digerakkan dalam pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan kesiapan pengurus untuk bekerja secara akuntabel dan profesional.

Menatap Lima Tahun ke Depan

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Joncik menargetkan program-program KAGAMA Sumsel menjadi lebih membumi, terukur, dan berdampak langsung. Semangat gotong royong dan nilai-nilai kerakyatan UGM menjadi pedoman utama dalam menjalankan misi organisasi. “KAGAMA harus hadir di tengah masyarakat. Misi UGM harus kita implementasikan sehingga alumni benar-benar memberi manfaat bagi rakyat Sumatera Selatan,” tegasnya.

Dengan berbagai agenda strategis yang telah disiapkan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi penanda langkah baru konsolidasi alumni UGM di Sumatera Selatan untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.