Peringati Berdirinya Nagari Ngayogyakarta, Kagama Depok Berkolaborasi dengan PAWARTA & Banhubda DIY Gelar Pentas Ketoprak

Oleh: Haris Shantanu

PP Kagama, Kagama Depok, Paguyuban Warga Jogjakarta di Jakarta (PAWARTA), dan Banhubda DIY berkolaborasi menyelenggarakan pagelaran kethoprak Mataraman berjudul “Mendut Bikin Senut-senut” bertempat di Aula Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (27/3/2022). Atensi masyarakat sungguh luar biasa, terbukti dengan banyaknya jumlah penonton. Beberapa tokoh penting hadir, termasuk Menko Pembangunan Manusia & Kebudayaan, Muhadjir Effendi dan Hj. Lily Wahid.

Dalam kata sambutannya, Ketua Harian PAWARTA, Suryo Purnomo, menyampaikan pagelaran kethoprak digelar sebagai wujud kepedulian dan komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan budaya. Sementara Teguh WS, mewakili Kagama menyampaikan, ”Kalau bikin judul kita harus, hati-hati. Mendut bikin senut-senut ini benar-benar membuat senut-senut. Acara yang rencananya digelar 25 Maret terpaksa diundur 2 hari akibat bintang tamu, seperti Pak Ganjar, Pak Basuki dan Pak Teten harus mendampingi Jokowi dalam pertemuan penting di Bali. Pemain dan panitia terus berkoordinasi dan akhirnya diputuskan untuk diselenggarakan pada Minggu 27 Maret 2022.”

Sekda Pemerintah Provinsi DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji mewakili Gubernur DIY yang tidak bisa hadir, mengatakan pagelaran yang memperingati adeging atau berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut diharapkan menjadi benteng nilai untuk mempertahankan budaya lokal. Dan diharapkan pula selain untuk memperkuat jatidiri budaya lokal, juga merupakan ruang berkreasi bagi insan seni.

Sebelum pentas ketoprak dimulai, acara dibuka dengan tarian Sekar Pudyastuti yang dibawakan oleh teman-teman dari Kagama Beksan Jakarta. Lima penari perempuan cantik dengan lemah gemulai menampilkan tarian yang diciptakan oleh KRT Sasmintadipura pada tahun 1979 tersebut. Awalnya tarian tersebut berfungsi sebagai tari permohonan, namun kemudian berkembang menjadi tari penyambutan. Maka sudah sangat tepat ditampilkan sebagai pembuka acara.

Jalan cerita “Mendut Bikin Senut-senut” sungguh sangat memikat. Ceritanya serius namun dibumbui banyak sekali dagelan yang sanggup mengundang tawa. Ada misi yang ingin disampaikan oleh penulis naskah, Agus Marsudi yang dibantu oleh Sitaku Laksitowati, yaitu ada penindasan terhadap kaum perempuan, namun sekaligus juga ada kesadaran untuk melawannya lewat kekuatan yang dibangun bersama.

Agus Marsudi ketika memberikan kata sambutan

Agus Marsudi, penulis naskah sekaligus sutradara menyampaikan, ”Kisah yang diangkat sangat kontekstual, dan pegiat seni memiliki tanggungjawab untuk melakukan penyadaran. Salah satunya melalui pagelaran kethoprak. Kami tidak mau hanya berhenti pada pelestarian kesenian, tetapi juga mencoba mengangkat kesenian sungguh-sungguh hidup sesuai jamannya. Mendut bikin senut-senut merupakan upaya kami dalam membangun daya kritis.”

Sitawati Ken Utami, salah satu penonton yang jauh-jauh datang dari Bogor, memberikan komentar sesuai pentas berakhir, “Ya, saya cukup kaget. Sangat berbeda dengan Rara Mendut yang selama ini banyak dikisahkan dalam pementasan. Setiap adegan dan dialog, serta endingnya berbeda. Menarik karena kekuatan perempuan diangkat melalui kisah ini.”

Salah satu stand UMKM pendukung acara

Ada sisi lain yang menarik dari pagelaran ketoprak, yaitu adanya dukungan banyak pihak termasuk pengusaha UMKM yang ikut memeriahkan suasana pagelaran kethoprak. Untuk menambah semarak suasana pagelaran, di depan ruang pementasan tersedia stand-stand UMKM dengan beragam produknya.

Ada Pesona Batik Indonesia dan stand Arsita Abdya memasang produk fashion lokal berupa batik dan kain lurik. Sementara untuk produk makanan tersedia menu beragam, mulai dari jadah-tempe dan nagasari “Nyah Sindhen”, yang semuanya diminati pengunjung. Tersedia pula menu brongkos, gudheg, dan selat solo produk “Gudeg Jogja Simbok”, serta makanan sanggabuana produk bikinan Bee Bread. Stand Sari Ayu turut hadir dalam bazaar, selain memang juga terlibat dalam make up pemain.

Ketua Kagama Depok, Sriyanto, yang dihubungi kagama.id sesuai pementasan mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak sponsor yang telah membantu sehingga acara bisa berlangsung dengan sukses. “Saya mewakili panitia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia, Tata Logam Lestari, Gunung Raja Paksi, Inti Sumber Baja Sakti, Catur Mitra Sukses Makmur, Sungai Budi, Sinar Mas, Java Pasific, EASYLITE, BPJS Kesehatan, Indofood, Srikandi Banu Sakti, Sari Ayu, Kiky Catering, Parma, Mayora, Wijaya Karya, Citra Galvanizing, dan pihak sponsor lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.”