
VOCAL CLINIC 7 KAGAMA BERSENANDUNG
MENGENAL TEKNIK VOKAL LEWAT RASA DAN NADA
Oleh: Humas Kagama Bersenandung

Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-8, Kagama Bersenandung mengadakan kegiatan Vocal Clinic 7 bertempat di Hotel Cakra Kusuma Yogyakarta pada 25 January 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kualitas vokal berkelanjutan yang diinisiasi komunitas untuk anggota. Berbeda dari sebelumnya, pelaksanaan vocal clinic kali ini dibuka untuk umum, baik secara luring maupun daring.
Sebanyak 40 peserta luring dan 8 peserta daring tercatat mengikuti kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua KAGAMA Bersenandung, Jay Wiyono. Vocal Clinic ini diadakan bersama narasumber Marcel Yudaperwira, alumnus Fakultas Arsitektur UGM Angkatan 2000, seorang guru vokal ternama di Yogyakarta, pemilik Padepokan Vokal Marcel yang beralamat di Perumahan Atmajaya B1/2B, Krajan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman dan Jl. Manunggal no.96, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta.

Marcel sebagai narasumber menyampaikan materi mengenai teknik dasar pemanasan vokal, teknik bernyanyi yang tepat, serta teknik pernapasan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kontrol napas sebagai fondasi utama dalam menghasilkan vokal yang stabil dan berkualitas. Perasaaan dan hati juga harus ikut bernyanyi bukan hanya semata hafalan lirik, karena bernyanyi tanpa melibatkan fokus atau perasaan tidak akan bagus walaupun secara teknis ia sempurna.
Menurut Marcel ada dua kunci utama untuk bisa bernyanyi dengan baik. Pertama adalah memahami lirik. Sampaikan lirik lagu dengan hidup hingga membuat semua bisa menikmati, karena bernyanyi adalah sebuah bentuk komunikasi. Komunikasi harus baik sehingga bisa menyampaikan sebuah lagu dengan penuh makna dan rasa. Kedua berhubungan dengan habit atau kebiasaan dari cara bicara. Peserta diajak untuk lebih mengenal fungsi instrumen tubuh seperti ukuran pita suara, bibir, rahang, rongga faring, laring yang tentunya akan berbeda-beda. Hal ini bisa menentukan cara mengenal tempo, jangkauan nada, dan melodi yang dipakai untuk menyampaikan sebuah lagu. Mengenal voice registration melalui range nada, rendah, tengah, atau tinggi dan memastikan bahwa ketika bernyanyi dan bicara seluruh instrumen harus nyaman. Hal ini bisa dilatih untuk kemudian menentukan apakah mampu menyanyikan sebuah lagu secara teknis. Marcel pun mengajak semua peserta untuk berlatih mengontrol nafas dengan memperbaiki postur tubuh, dan beberapa teknik seperti hissing, dan buzzing.

Penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Panitia menyediakan coaching langsung pada tiga peserta luring, yang diminta untuk mempraktikkan cara bernyanyi untuk mendapatkan analisa serta masukan secara teknis dari Marcel. Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme yang besar, hingga banyak yang ingin ikut serta di Vocal Clinic selanjutnya. Tak lupa juga panitia memberikan banyak hadiah dan door prize untuk mereka yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan, sebagai tanda bahwa mereka menyimak seluruh isi materi dengan baik.

Menjelang akhir acara, Ketua KAGAMA Bersenandung Reynilda yang berdomisili di Singapura, menyampaikan sambutan dan harapannya secara daring agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi semua. Ia juga berharap semoga semua peserta dapat mengembangkan kemampuan bernyanyi, serta meningkatkan kepercayaan diri melalui materi-materi yang diajarkan di Vocal Clinic.
“Terima kasih untuk semua peserta dan pendukung acara, sampai jumpa di Vocal Clinic KAGAMA Bersenandung selanjutnya,” ucap Reynilda menutup rangkaian acara.
