UGM–KAGAMA Mantapkan Kerja Sama Lampung: Satu Hajatan untuk MoU, Pelantikan, hingga Hilirisasi Desa

UGM–KAGAMA Mantapkan Kerja Sama Lampung: Satu Hajatan untuk MoU, Pelantikan, hingga Hilirisasi Desa

Bandar Lampung — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PP KAGAMA dan KAGAMA Lampung mematangkan langkah pembaruan dan perluasan kerja sama strategis di Provinsi Lampung. Dalam rapat koordinasi daring yang digelar pekan ini, para pihak sepakat mengintegrasikan sejumlah agenda—mulai dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS), pelantikan pengurus, “UGM Sapa Alumni”, talk show strategis, hingga halal bihalal—ke dalam satu rangkaian kegiatan yang direncanakan berlangsung di Bandar Lampung pada April mendatang.

Kepala Kantor Alumni UGM, Retno, menegaskan bahwa sinergi dengan KAGAMA merupakan bagian penting dari kontribusi universitas kepada mahasiswa, alumni, dan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas inisiatif teman-teman KAGAMA untuk terus bersinergi dengan universitas. Harapannya, kerja sama dengan KAGAMA Lampung ini bisa berjalan lancar dan memberi manfaat nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ujarnya.

MoU tidak boleh berhenti di atas kertas

Penegasan arah kerja sama disampaikan Mas Johan, perwakilan UGM, yang mengingatkan bahwa MoU harus diikuti program konkret.

“Pesan rektor jelas, MoU jangan sampai menjadi MoU tidur. Harus ada tindak lanjut yang bisa dikembangkan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan minimal tiga fakultas dalam PKS dapat dicapai secara kumulatif melalui beberapa program.

“Tidak harus satu PKS langsung melibatkan tiga fakultas. Yang penting secara keseluruhan ada keterlibatan lintas fakultas, misalnya melalui KKN yang memang multifakultas,” ujarnya.

Satu rangkaian acara, satu dampak besar

Dari Lampung, Mas Andri, Ketua Harian KAGAMA Lampung, menjelaskan bahwa integrasi kegiatan dipilih agar dampaknya lebih terasa.“Kami melihat sejumlah kegiatan yang biasanya terpisah bisa digabungkan dalam satu momentum. Ini menjadi ukuran keberhasilan sinergi antara kampus, alumni, dan pemerintah daerah,” kata Andri.

Ia menyebut rangkaian kegiatan tersebut mencakup pembaruan MoU, pelantikan pengurus, talk show strategis, UGM Sapa Alumni, dan halal bihalal.

“Ini kami rancang sebagai satu hajatan besar yang membawa manfaat luas,” ujarnya.

Desa sebagai poros pembangunan Lampung

Arah kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung dijelaskan Mas Arif, yang terlibat dalam komunikasi dengan Gubernur Lampung.

“Pembangunan Lampung hari ini berangkat dari desa. Selama ini banyak komoditas kita keluar masih dalam bentuk bahan mentah. Karena itu, pemerintah provinsi mendorong hilirisasi dimulai dari desa,” katanya.

Ia menilai rekam jejak KAGAMA Lampung dalam pendampingan desa sangat relevan.

“KAGAMA Lampung punya pengalaman kuat di desa, dan itu sejalan dengan prioritas pemerintah provinsi,” ujarnya.

Daerah siap menindaklanjuti

Dari tingkat kabupaten/kota, Bangkit, perwakilan Pemerintah Kota Metro, menyatakan kesiapan memperluas kerja sama.

“Kami sudah menerima mahasiswa magang dari UGM, dan ke depan siap menindaklanjuti dengan MoU serta PKS yang melibatkan beberapa fakultas,” katanya.

Ia menyebut Fakultas Kedokteran, Kedokteran Hewan, dan Pertanian menjadi prioritas kerja sama, dengan dukungan rumah sakit dan perangkat daerah setempat.

Vokasi jadi simpul penting

Isu pendidikan vokasi juga mendapat perhatian. Yanto, salah satu peserta rapat, menilai vokasi sangat relevan untuk kebutuhan daerah.

“Vokasi itu langsung ke lapangan. Kalau ini dikolaborasikan dengan daerah, dampaknya akan terasa langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Menuju Tayuhan KAGAMA Lampung 2026

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut direncanakan menggunakan tajuk “Tayuhan KAGAMA Lampung 2026”, istilah lokal yang menggambarkan hajatan besar yang bersifat strategis dan penuh kebersamaan. Acara direncanakan berlangsung sehari penuh di Bandar Lampung, dengan pilihan tanggal 18 atau 25 April, menyesuaikan ketersediaan pimpinan UGM dan momentum bulan Syawal.

“Target kami bukan sekadar acara. Yang penting MoU dan PKS berjalan, program turun ke desa, vokasi hidup, dan alumni berkontribusi nyata,” ujar salah satu pimpinan rapat.

Melalui Tayuhan KAGAMA Lampung 2026, UGM, KAGAMA, dan pemerintah daerah berharap dapat membangun model kolaborasi berkelanjutan untuk mendorong pembangunan berbasis desa, hilirisasi ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung.