
Kagamahut Perkuat Peran Strategis di Sektor Kehutanan

JAKARTA, KAGAMA — Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Kehutanan (Kagamahut) Masa Bakti 2025–2028 resmi dikukuhkan di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Di tengah tantangan krisis iklim global, organisasi para rimbawan ini dituntut meningkatkan kompetensi dan kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola hutan yang baik (good forest governance).
Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Ruang Rimbawan 2, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. Pengukuhan ini didasarkan pada Surat Keputusan PP Kagama Nomor 40/KPTS/PP-KAGAMA/XII/2025.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Dr. Dwi Januanto Nugroho ditetapkan sebagai Ketua Umum, didampingi Lukita Awang Nistyantara sebagai Ketua Harian. Jajaran Dewan Penasihat diisi oleh tokoh-tokoh strategis, antara lain Anggota Komisi IV DPR RI Ir. KRT. H. Darori Wonodipuro dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki. Sementara itu, Dewan Pakar diketuai oleh Prof. Dr. Ahmad Maryudi.

Nezar Patria dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi alumni terhadap dinamika global. Ia mengingatkan bahwa penguasaan kompetensi mutlak diperlukan agar alumni UGM mampu menjawab persoalan perubahan iklim yang kini menjadi arus utama kebijakan internasional.
“Anggota Kagamahut harus terus mengembangkan kapasitas diri agar mampu menghadapi tantangan global, khususnya isu perubahan iklim yang berdampak langsung pada sektor kehutanan,” ujar Nezar.
Darah Juang

Ketua Umum PP Kagamahut Dwi Januanto Nugroho menegaskan bahwa amanah kepemimpinan ini akan dijalankan dengan semangat “Darah Juang” yang terpupuk sejak masa perkuliahan di Kampus Bulaksumur, Yogyakarta. Semangat tersebut diwujudkan melalui prinsip “Mikir Negoro”—sebuah komitmen untuk bertindak nyata dengan cakrawala pandang luas dan keberanian memikul tanggung jawab demi kepentingan bangsa.
“Kagamahut adalah apa yang kita pikirkan sepanjang hari. Nilai-nilai yang kita bawa dari almamater harus bertransformasi menjadi dharma bakti yang berkelanjutan, baik di birokrasi, akademisi, sektor usaha, maupun lembaga sosial,” kata Dwi Januanto mengutip esensi pemikiran Ralph Waldo Emerson.

Senada dengan hal tersebut, Darori Wonodipuro berpesan agar pengurus baru tidak hanya menjaga silaturahmi secara internal, tetapi juga peka terhadap dinamika kebijakan dan politik. Pemahaman tersebut dinilai krusial agar kontribusi alumni dapat masuk ke dalam ruang-ruang strategis pengambilan keputusan.
Sinergi Rimbawan
Acara pengukuhan yang dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Kehutanan ini juga menjadi ajang penguatan jejaring lintas generasi. Kepengurusan periode ini mencakup empat bidang utama, yakni Organisasi dan Keanggotaan; Kerja Sama dan Hubungan Antarlembaga; Pengkajian dan Advokasi Kebijakan; serta Pengabdian kepada Masyarakat.

Momentum khidmat tersebut ditutup dengan suasana hangat melalui penampilan Indra Prasta, vokalis grup musik The Rain yang juga merupakan alumni Kehutanan UGM angkatan 1998. Kehadirannya menjadi simbol keragaman profesi alumni yang tetap memiliki keterikatan kuat pada identitas rimbawan.
Kagamahut ke depan diharapkan menjadi motor penggerak sinergi antara kebijakan pemerintah dan implementasi di lapangan. Dengan semangat “Guyub, Rukun, Migunani”, organisasi ini bertekad menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan lingkungan hidup dan kehutanan di tanah air. (HUMASKAGAMAHUT/RED)




