
Fery Afriyanto Pimpin KAGAMA Babel 2025–2030
Penguatan Sinergi Alumni–Daerah Jadi Agenda Besar
BELITUNG, KAGAMA — Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memasuki babak baru. Pada Sabtu (7/2/2026), Penjabat Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto, resmi dilantik sebagai Ketua Pengda KAGAMA Babel periode 2025–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Ballroom BW Suite Hotel Belitung. Pelantikan dipimpin Wakil Ketua Umum IV PP KAGAMA, Prof. Anwar Sanusi.

Acara pelantikan dirangkaikan dengan Temu Alumni dan Forum Group Discussion (FGD) World Class University (WCU) yang melibatkan pimpinan UGM, pemerintah daerah, serta alumni dari berbagai lintas profesi. Lebih dari seratus alumni UGM hadir, menandai kuatnya ikatan kekeluargaan “guyub rukun migunani” yang menjadi napas KAGAMA.

Harapan Besar Pemerintah Daerah
Melalui sambutan Gubernur Babel yang dibacakan Kepala Badan Keuangan Daerah, Yunan Helmi, pemerintah provinsi menaruh harapan besar pada KAGAMA Babel. Organisasi alumni UGM ini dipandang strategis sebagai mitra pemerintah, bukan hanya dalam menyusun gagasan pembangunan, tetapi juga sebagai think tank dan agen perubahan untuk menghadapi tantangan besar daerah.

Menurut pemerintah, perekonomian Bangka Belitung menghadapi perubahan struktural: ketergantungan pada sektor pertambangan tak lagi menjanjikan. Diperlukan akselerasi di sektor-sektor baru seperti pariwisata, perikanan, pertanian, dan industri kreatif. Dalam konteks itu, kontribusi keilmuan dan jejaring alumni UGM menjadi sangat penting untuk mendukung kebijakan berbasis pengetahuan serta pembangunan berkelanjutan.
Soliditas Alumni sebagai Modal Sosial
Prof. Anwar Sanusi menegaskan bahwa kuatnya solidaritas alumni UGM di Bangka Belitung merupakan modal sosial penting bagi kontribusi nyata organisasi. Ia mengapresiasi penuh antusiasme para alumni yang hadir. “Pertemuan ini menunjukkan semangat kebersamaan alumni UGM di Bangka Belitung. Kami berharap pengurus yang baru dilantik terus mengabdikan diri bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Dari perspektif pendidikan tinggi, Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, menegaskan bahwa keberadaan Pengda KAGAMA di berbagai daerah—termasuk Babel—menjadi elemen penting yang menjembatani universitas dengan pemerintah daerah. Sinergi itu, menurut Arief, krusial dalam menghadapi tantangan era digital dan dinamika global yang makin kompleks.
Komitmen Ketua Baru
Dalam pidato perdananya, Fery Afriyanto menegaskan komitmen untuk memperkuat soliditas organisasi, memperluas manfaat KAGAMA bagi masyarakat, dan membangun sinergi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa KAGAMA Babel harus menjadi wadah yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh alumni. “Kami mengajak seluruh alumni, baik di pemerintahan maupun swasta, untuk berkontribusi positif bagi pembangunan Bangka Belitung dengan semangat guyub rukun migunani,” ujarnya.

Fery juga menekankan pentingnya membangun jembatan antara alumni, universitas, dan daerah. Banyak program strategis yang akan digerakkan, mulai dari penguatan jejaring alumni, pengabdian masyarakat, hingga kolaborasi riset dan inovasi. Dalam pandangannya, KAGAMA Babel harus menjadi ruang dialog sekaligus pusat gagasan yang mampu menjawab kebutuhan daerah yang tengah berada dalam fase transformasi ekonomi.
Momentum Konsolidasi Kekuatan Ilmu Pengetahuan
Kegiatan Temu Alumni yang digelar bersamaan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Menurut para pimpinan UGM, alumni merupakan elemen strategis pembangunan nasional karena memiliki kompetensi lintas disiplin yang dibentuk oleh pendidikan di kampus kerakyatan UGM.

Diskusi yang berlangsung dalam FGD WCU menunjukkan arah baru kerja sama antara kampus dan daerah: penguatan kapasitas SDM, pemanfaatan riset dan teknologi, serta kolaborasi jangka panjang demi pembangunan yang berkelanjutan. Para peserta menegaskan pentingnya menjadikan alumni sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Menatap Lima Tahun ke Depan
Dengan kepengurusan baru periode 2025–2030, KAGAMA Babel dihadapkan pada mandat besar: menghadirkan gagasan dan aksi nyata bagi kemajuan daerah. UGM, pemerintah Babel, dan jaringan alumni kini memiliki momentum yang kuat untuk memperluas kolaborasi, terutama dalam menyiapkan tata kelola pembangunan yang adaptif dan berdaya saing.

Sejalan dengan motto UGM “Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi”, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus, melainkan penanda dimulainya fase baru peran alumni dalam menjawab tantangan pembangunan Bangka Belitung yang terus bergerak.