Tisane

TISANE

Bambang Laresolo

Dalam dunia teh, selain teh dari camelia sinensis yang selama ini kita kenal, ada juga yang disebut sebagai tea, tetapi bahannya bukan dari camelia sinensis. Bahannya bisa terbuat dari daun, bunga, biji, akar, batang, kulit kayu, dan lain-lain, selain dari camelia sinensis. Teh seperti ini lazimnya disebut sebagai Tisane. Kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bisa diartikan teh herbal. Hanya ada sedikit perbedaan.

Term Herbal dalam bahasa Indonesia lebih mengarah ke jamu. Artinya rasanya kurang dapat dinikmati, karena tujuannya memang untuk pengobatan. Sedangkan Tisane, beberapa negara memiliki riwayat digunakan untuk pengobatan juga, tetapi secara rasa lebih dapat dinikmati.

Sejarah mulai popularnya Tisane dimulai ketika pemerintah Inggris menaikkan pajak teh di Amerika yang menjadikan harga teh sangat tinggi. Banyak masyarakat yang marah, sehingga terjadi peristiwa Boston Tea Party. Mereka melakukan demo dengan membuang puluhan tong teh dari kapal ke dalam laut.

Peristiwa itu akhirnya membuat masyarakat disana mencari substitusi. Mereka mencoba meramu dari daun, bunga, buah yang dikeringkan untuk diseduh seperti halnya teh. Dan Mereka tetap menyebut sebagai tea, karena ingin prestise minuman ini setara dengan teh.

Beberapa tisane yang terkenal ada Chamomile, Pepermint, Rooibos, Yerba mate, dan fruit tea. Beberapa bahan tisane, seperti bunga-bungaan dan buah, memiliki aroma yang menyenangkan, tetapi rasanya agak flat. Nah untuk memberikan cita rasa dan warna, biasanya dicampurkan Rose Hips atau Hibiscuss. Rasanya asam segar. Karena rasanya asam, maka untuk menikmat teh dengan campuran kedua bahan tersebut adalah diseduh dingin dan sedikit ditambahkan gula untuk menetralisir rasa asam tersebut.

Untuk koleksi Laresolo ada dua fruit tea yang cukup digemari, yaitu bloody berries dan Apple Strawberry. Kedua teh ini hanya terdiri dari buah-buahan yang dikeringkan saja, dan rekomendasinya diminum dingin dan tambahan sedikit gula.

Kalau di Lewis and Carroll cukup banyak koleksi fruit teanya cukp banyak, karena mengambil langsung dari German. Alasannya adalah karena di German Artificial Flavour not allowed.

Untuk dinikmati dengan air panas, biasanya fruit tea ini dicampur dengan teh. Rasa flat dari fruit tea, didapatkan dari rasa tehnya.

Contohnya adalah Apple mint. Ramuan Apple mint terdiri dari teh hijau, buah apple,buah strawbery, rose hips, corn flower dan pepermint. Jadi Apple mint bisa dinikmati secara panas maupun dingin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*