Solidaritas Alumni untuk Juwana yang Tergenang Kagama Jateng dan Mahasiswa UGM Salurkan Bantuan di Titik Terisolasi Pati

Solidaritas Alumni untuk Juwana yang Tergenang Kagama Jateng dan Mahasiswa UGM Salurkan Bantuan di Titik Terisolasi Pati

​PATI, KAGAMA.ID— Memasuki pekan ketiga, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum sepenuhnya surut. Di tengah keterbatasan akses akibat genangan air yang mencapai 80 sentimeter, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Tengah bergerak menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak di Kecamatan Juwana, Rabu (28/1/2026).
​Penyaluran bantuan ini difokuskan pada dua desa yang mengalami dampak cukup parah, yakni Desa Kedung Pancing dan Desa Tluwah. Berbeda dengan titik pengungsian di pusat kota, warga di dua desa ini banyak yang memilih bertahan di rumah masing-masing meskipun aktivitas ekonomi lumpuh total.


​Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Kagama Jawa Tengah, Haerudin, turun langsung memimpin distribusi bantuan. Dengan menggunakan perahu kayu kecil sebagai satu-satunya moda transportasi yang memungkinkan, tim Kagama menembus gang-gang desa yang menyerupai sungai.
​”Kami hadir tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril. Kondisi di lapangan menunjukkan warga sangat membutuhkan logistik harian karena pasar dan akses jalan masih tertutup air,” ujar Haerudin di sela-sela penyerahan paket bantuan kepada warga di atas perahu.

​Sinergi dengan Mahasiswa KKN
​Aksi kemanusiaan ini menarik perhatian karena melibatkan mahasiswa UGM yang kebetulan sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di kedua desa tersebut. Para mahasiswa yang awalnya diterjunkan untuk program pemberdayaan desa, kini beralih peran menjadi garda depan penanggulangan bencana.
​Mereka membantu melakukan pemetaan warga yang paling membutuhkan bantuan ( door-to-door ), mendistribusikan paket logistik, hingga membantu layanan kesehatan ringan di posko darurat. Sinergi antara alumni senior dan mahasiswa ini memastikan bantuan dari Kagama Jateng jatuh ke tangan yang tepat secara efisien.


​”Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu kami dalam memverifikasi data di lapangan. Ini adalah wujud nyata filosofi migunani (memberi manfaat) yang diajarkan di kampus,” tambah Haerudin.

​Darurat yang Berkepanjangan ​Data Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat, hingga Rabu sore, setidaknya 50 desa di tujuh kecamatan masih tergenang. Pemerintah Kabupaten Pati sendiri telah memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 6 Februari 2026.


​Bagi warga seperti di Desa Tluwah, banjir kali ini dirasakan sangat berat karena durasinya yang lama. “Tabungan sudah menipis, mau melaut atau bertani tidak bisa. Bantuan seperti ini sangat kami harapkan untuk menyambung hidup beberapa hari ke depan,” kata salah satu warga penerima manfaat.
​Kagama Jateng berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di Pati. Selain bantuan logistik darurat, organisasi alumni ini juga tengah mengkaji bantuan jangka menengah, termasuk pendampingan pemulihan ekonomi bagi UMKM desa yang terdampak pascabanjir surut nantinya.