​KAGAMA Riau Salurkan THR untuk Guru Ngaji di 12 Kabupaten/Kota, Tradisi Baik Memasuki Tahun Kelima

​KAGAMA Riau Salurkan THR untuk Guru Ngaji di 12 Kabupaten/Kota, Tradisi Baik Memasuki Tahun Kelima

​PEKANBARU, KAGAMA — Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 2026, semangat kepedulian sosial terus digemakan oleh berbagai elemen masyarakat. Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Pengurus Daerah (Pengda) Provinsi Riau bersama seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) tingkat kabupaten/kota kembali menggelar aksi solidaritas dengan menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para guru mengaji (guru ngaji) tradisional di seluruh penjuru Riau.
​Kegiatan filantropi yang telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya ini merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan nyata atas dedikasi para guru ngaji yang senantiasa menjadi garda terdepan dalam pendidikan moral dan spiritual generasi muda di tingkat akar rumput.
​Ketua Pengda KAGAMA Riau, Dr. Arifudin, menegaskan bahwa penyaluran THR ini merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai kerakyatan dan pengabdian yang melekat pada identitas KAGAMA.
​”Program santunan untuk guru ngaji ini adalah wujud nyata dari spirit migunani tumraping liyan (bermanfaat bagi sesama). Ini sudah menjadi tradisi baik yang akan terus kami pertahankan dan tingkatkan jangkauannya. Kami sadar bahwa para guru ngaji di kampung-kampung adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Melalui sentuhan kecil ini, KAGAMA Riau ingin memastikan bahwa kita tidak berjarak dengan masyarakat, terutama dengan sosok-sosok mulia pembangun moral bangsa,” ungkap Dr. Arifudin di Pekanbaru.
​Pengumpulan dana abdi masyarakat ini diinisiasi secara swadaya melalui platform komunikasi grup WhatsApp internal anggota KAGAMA Riau. Dari konsolidasi virtual tersebut, berhasil dihimpun dana kolektif tingkat provinsi sebesar Rp15.600.000.
​Mekanisme penyalurannya mengedepankan asas pemerataan dan desentralisasi. Total dana tersebut dibagi rata kepada 12 Pengcab KAGAMA se-Provinsi Riau, di mana masing-masing wilayah menerima alokasi dasar sebesar Rp1.300.000.
​Menariknya, skema desentralisasi ini justru memicu efek ganda (multiplier effect) kepedulian di daerah. Dana stimulan dari tingkat provinsi tersebut menjadi pemantik bagi pengurus cabang untuk melakukan penggalangan dana tambahan di wilayah masing-masing.
​Hal ini terlihat nyata pada realisasi penyaluran di Pengcab KAGAMA Kota Dumai. Dana dasar sebesar Rp1.300.000 berhasil diakselerasi melalui donasi tambahan dari jejaring daerah setempat, sehingga total dana yang disalurkan di Dumai melonjak tajam menjadi Rp5.700.000. Dana tersebut kemudian didistribusikan langsung kepada 19 guru ngaji yang tersebar di wilayah pesisir Dumai, yang selama ini mengabdi dengan insentif minim.
​Selain Kota Dumai, penyaluran THR ini secara serentak menyentuh 11 wilayah lainnya, yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Kepulauan Meranti, Siak, Kuantan Singingi (Kuansing), Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Indragiri Hulu (Inhu), Kampar, Rokan Hilir (Rohil), dan Rokan Hulu (Rohul). Proses pendataan penerima manfaat di 11 kabupaten/kota tersebut saat ini terus dimatangkan oleh masing-masing Pengcab guna memastikan bantuan tepat sasaran sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba.
​Keberlanjutan program hingga tahun kelima ini membuktikan komitmen KAGAMA Riau yang tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, melainkan entitas sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi pascapandemi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok jelang Lebaran, santunan ini diharapkan mampu merawat tradisi gotong royong di Bumi Lancang Kuning.