Kagama Telekonseling 10: Merawat Diri dengan Mindfulness dan Self-Love

Sabtu (28/8/2021) PP Kagama kembali menyelenggarakan webinar Kagama Telekonseling via Zoom Meetings. Pada seri ke-10 kali ini, bekerjasama dengan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, mengangkat topik “Merawat Diri dengan Mindfulness dan Self-Love”. Webinar menghadirkan dua narasumber yakni Ernawati Widyaningsih, M.Psi (Psikolog Klinis Charisma Consulting), dan Annisa Poedji Pratiwi, M.Psi (Psikolog Klinis Charisma Consulting). Berkenan memberikan kata sambutan adalah Anwar Sanusi, Ph.D (Waketum 2 PP Kagama dan Sekjen Kemenaker RI). Jalannya acara dipandu oleh Anggi Astri H. Utami, M.Psi, serta Muthiah dari Humas PP Kagama sebagai MC.

Ernawati Widyaningsih, M.Psi

Narasumber pertama, Ernawati Widyaningsih menyebutkan keadaan yang berubah akibat pandemi Covid-19 mengharuskan penerapan protokol kesehatan 5M yakni, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sistem bekerja dan bersekolah berubah menjadi WfH (Work from Home). Banyak pasien Covid-19 yang sembuh mengalami perubahan terutama dalam kondisi kesehatan.

“Permasalahan kesehatan tidak hanya secara jasmani namun juga secara mental, Mengutip data dari Satgas Penanggulangan Covid-19 di tahun 2020, angka permasalahan psikologis selama pandemi meningkat dalam kategori anak/remaja, dewasa dan lansia. Beberapa masalah psikologis yang muncul berupa hambatan belajar, masalah stress umum, masalah kecemasan, masalah mood, gangguan kecemasan dan masalah somatis.” ungkap Ernawati.

Menurut Ernawati Widyaningsih, kondisi pasca Covid-19 atau long covid juga membuat individu mengalami permasalahan secara psikologis. Kemampuan individu, keluarga dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memelihara kesehatan menjadi bagian dari self-care. Mindfullness merupakan keterampilan menyadari dan memberikan perhatian penuh pada pengalaman dengan sikap menerima tanpa memberikan penilaian. Self care dan mindfulness dapat membantu mental seseorang selama beraktivitas di masa pandemi.

“Ada empat manfaat mindfulness yaitu pertama, kognitif dalam meningkatkan kapasitas memori, meningkatkan perhatian dan fokus. Kedua, afektif dalam meregulasi emosi dan empati, menurunkan reaktivitas, meningkatkan fleksibilitas dan menurunkan stress serta mengurangi kecemasan. Ketiga, intrapersonal dalam membentuk self-insight, self-compassion, dan meningkatkan sistem imun. Keempat, interpersonal dalam memberikan kepuasaan hubungan dan meningkatkan keterampilan komunikasi.” imbuh alumnus Fakultas Psikologi UGM tersebut.

“Sehingga mindfulness mengaktifkan sistem saraf simpatik, detak jantung dan tekanan darah menurun serta mengurangi stress. Mindfullness breathing merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dengan melakukan relaksasi pernapasan. Sehingga bereaksi menghasilkan stimulus dan memberikan dampak besar pada pikiran, perilaku, perasaan dan sensasi pada tubuh.” pungkas Ernawati.

Annisa Poedji Pratiwi, M.Psi

Narasumber kedua, Annisa Poedji Pratiwi memaparkan self-love merupakan kemampuan diri untuk mencintai, menyayangi, mengasihi, dan mengapresiasi diri sendiri. Self-love juga berarti kemampuan menghargai dan menerima kemanusiaan.

Menurut Annisa, ada tiga elemen di dalamnya yakni self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Self-kindness adalah sikap berbuat baik kepada diri sendiri, tidak mengabaikan rasa sakit, tidak mengkritik diri. Common humanity adalah upaya menyadari setiap manusia bukanlah pribadi yang sempurna, dan mindfulness menyadarkan pengalaman atas diri sendiri.

“Self-love memiliki manfaat meningkatkan kesehatan mental, meningkatkan self-worth dan Interpersonal. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan dan memiliki aware, acknowledge, accept, dan away. Compassion for others begins with kindness to ourselves ” demikian Annisa mengakhiri paparannya. [arma]

*) Materi selengkapnya bisa disaksikan di Youtube Kagama Channel:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*